<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673</id><updated>2012-02-18T19:28:33.232+07:00</updated><category term='swalayan'/><category term='education'/><category term='sma negeri buay madang'/><category term='lulus UAN'/><category term='sekolah'/><category term='BBM'/><category term='UERO'/><category term='bahan bakar minyak'/><category term='tujuan wisata'/><category term='sepak nola'/><category term='membuat film'/><category term='Pendidikan'/><category term='sajak'/><category term='salju'/><category term='museum'/><category term='toko'/><category term='alam'/><category term='ki hadjar dewantara'/><category term='bisnis bola'/><category term='budaya'/><category term='pemulung'/><category term='jogjakarta'/><category term='laboratorium'/><category term='lapangan'/><category term='tamansiswa'/><category term='EURO EROPA'/><category term='tips sehat'/><category term='UAN'/><category term='peluang bisnis'/><category term='sales'/><category term='bbm tidak boleh naik'/><category term='pornografi'/><category term='organisasi'/><category term='bbm selangit'/><category term='susilo'/><category term='teknologi'/><category term='kapitalis'/><category term='universitas sarjanawiyata tamansiswa'/><category term='franchise'/><category term='uero 2008'/><category term='kebijakan'/><category term='tempat bersejarah'/><category term='watak'/><category term='tabiat'/><category term='KELULUSAN UAN'/><category term='Oku timur'/><category term='ilmu'/><category term='mini market'/><category term='kulonprogo'/><category term='ulead video studio'/><category term='Yogyakarta'/><category term='peluang kerja'/><category term='puisi'/><category term='membaca'/><category term='sepakbola'/><category term='film indie'/><category term='edi susilo'/><category term='journalis'/><category term='komputer'/><category term='syukur'/><category term='budaya bangsa'/><category term='UST'/><category term='gadis malam'/><category term='kisah anak desa'/><category term='anak desa'/><category term='masih ingin kurasakan'/><category term='jurnalis'/><category term='pendidikan indonesia'/><category term='EURO 2008'/><category term='cerpen. surga. gadis malam. cerita pendek. kisah'/><category term='editing video'/><category term='indonesia di ujung tandung'/><category term='buku'/><category term='editing film'/><category term='kali mambu'/><category term='prilaku'/><category term='peace journalis'/><category term='rejeki bola'/><category term='negara. mall. pusat perbelanjaan'/><category term='tim uero'/><category term='pendidikan nasional'/><category term='kebangkitan nasional'/><category term='surabaya'/><category term='bidadari malam'/><category term='spg'/><category term='wartawan'/><category term='sumber agung OKU Timur'/><category term='ekonomi'/><category term='indonesia'/><category term='bola'/><category term='kesebelasan'/><category term='rakyat kecil'/><category term='mahasiswa'/><category term='lulus 100% UAN'/><category term='memantabkan bisnis'/><category term='sastra'/><title type='text'>MATH JOURNALISM</title><subtitle type='html'>EDI SUSILO</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-8230419371309868511</id><published>2008-07-05T18:54:00.000+07:00</published><updated>2008-07-05T19:01:11.863+07:00</updated><title type='text'>PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;KEDUDUKAN ILMU JIWA ANAK&lt;br /&gt;DAN SEJARAHNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kedudukan ilmu jiwa anak dan latar belakang historisnya.&lt;br /&gt;2. Sejarah singkat psikologi anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KEDUDUKAN ILMU JIWA ANAK DAN LATAR BELAKANG HISTORISNYA&lt;br /&gt;Ilmu jiwa anak dan ilmu jiwa masa muda. Kedua-duanya disebut sebagai ilmu JIWA GENETIS atau ILMU JIWA PERKEMBANGAN: kedua-duanya merupakan bagian dari psikologi.&lt;br /&gt;Orang mengkhususkan sistematika dari proses perkembangan. Mengingat adanya (1) sifat-sifat yang karakteristik, (2) perbedaan-perbedaan tertentu, dan (3) adanya ciri-ciri khusus pada anak manusia. Hal ini disebabkan oleh karena: taraf perkembangan anak manusia itu memang selalu berlainan sifat dan ciri-cirinya seorang bayi misalnya.&lt;br /&gt;Oleh adanya perbedaan sifat dan ciri-ciri setiap perkembangan tadi, orang lalu membuat sistematika dari tiga jenis psikologi, yaitu:&lt;br /&gt;a) Psikologi genetis atau psikologi perkembangan (psikologi anak); dimulai dengan periode masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja, sampai periode adolesens menjelang dewasa.&lt;br /&gt;b) Psikologi umum; yaitu psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia budaya yang normal dan dewasa.&lt;br /&gt;c) Gerontologi; yaitu ilmu jiwa yang mempelajari semua permasalahan yang terdapat pada usia tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu jiwa lama atau ilmu jiwa sebelum 1900, biasa disebut sebagai ilmu jiwa asosiasi, yang berpendapat, bahwa jiwa itu adalah pasif sifatnya. Karena itu gejala-gejala kejiwaan bisa diselidiki dengan metode-metode yang dipakai dalam penelitian ilmu alam. Khususnya mempelajari sebab dan akibat, menurut hukum-hukum kausalitas.&lt;br /&gt;Ilmu jiwa asosiasi berpendirian, bahwa setiap peristiwa psikis itu merupakan akibat langsung dari perangsang-perangsang fisik yang berasal dari luar; sehingga terjadi perubahan-perubahan dalam organisme manusia dan dalam susunan urat syrafnya. Menurut prinsip ilmu jiwa kuna, keseluruhan adalah sama dengan jumlah (totalitas) dari bagian-bagiannya. Oleh karena itu proses kejiwaan yang lebih tinggi tarafnya (seperti berfikir, mengkhayal, menimbang, merasa, berkemauan, dan lain-lain) itu terbentuk karena adanya hubungan dan kombinasi dari unsur-unsur kejiwaan yang sederhana dan bertaraf lebih rendah. Maka hubungan dan kombinasi dari unsur-unsur inilah yang lazimnya disebut sebagai asosiasi. Oleh pendirian semacam ini ilmu kuna disebut pula sebagai ilmu jiwa asosiasi.&lt;br /&gt;Ilmu jiwa modern/baru (yang pada dasarnya mempunyai pendirian yang sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip ilmu jiwa asosiasi) dengan tegas mengemukakan pendirian sebagai berikut: totalitas keseluruhan itu adalah lebih daripada jumlah bagian-bagiannya. Setiap peristiwa kejiwaan itu tidak dapat dipisahkan dari subjeknya; tidak bisa diceraikan dari pribadi seseorang (anak) yang menampilkan peristiwa kejiwaan tadi. Jiwa itu dianggap sebagai pusat tenaga batin, yang memberikan nafas kehidupan pada manusia dengan segenap tingkah lakunya.&lt;br /&gt;Sampai pada abad ke-19, tujuan akhir pendidikan ialah: mengisi otak anak-anak sebanyak-banyaknya dengan pengetahuan orang dewasa dalam waktu sesingkat-singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SEJARAH SINGKAT PSIKOLOGI ANAK&lt;br /&gt;Karl Buhler menulis buku “Die geistige Endwicklung des Kindes” (perkembangan jiwani anak) pada tahun 1918. Dan Koffka menulis buku “Die Grundlagen der psychischen Entwicklung” (Azas dasar dari perkembangan psikis) pada tahun 1921.&lt;br /&gt;Doktor Spranger menulis buku “psychologie des jugendalters” (Psikologi dari masa muda). Sedang sarjana-sarjana Belanda dalam ilmu pendidikan yang banyak menulis buku anatara lain: Gunning, Kohnstamm, Bigot, Palland, Sis Heyster, J. Bijl, Roels dan Lievegoed. Sarjana lainnya ialah: Meumann, Koffka dan Kroh (Jerman); Dr. Schuyten, Tobie Jonckheere, Decroly (Belgia); Sikorski, dan Pavlov (Rusia); van Wagenburg, van Ginneken, Frater Rombouts, Casimir, Waterink, Langeveld dan laain-lain (Belanda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;MEMASUKI DUNIA KANAK-KANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemahaman dunia anak-anak&lt;br /&gt;2. Fase pasif dan fase aktif&lt;br /&gt;3. Metode pendekatan obyektif dan subyektif&lt;br /&gt;4. Metode pendekatan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PEMAHAMAN DUNIA KANAK-KANAK&lt;br /&gt;Apabila kita hendak memahami kehidupan anak bayi dan anak-anak yang masih sangat muda, maka kita harus banyak menyandarkan diri pada observasi terhadap tingkah laku anak-anak tersebut. Sebab anak-anak itu tidak bisa bercerita tentang keadaan diri sendiri, dan tidak mampu mengungkapkan kehidupan psikisnya.&lt;br /&gt;Ada tiga jenjang pokok yang terdapat pada kehidupan anak manusia menuju kedewasaan:&lt;br /&gt;a. Konsepsi/conceptie dirinya, ada dalam kandungan ibunya, sebagai satu wujud atau sebagai organisme yang tumbuh.&lt;br /&gt;b. laKehirannya di dunia, yang memberikan kejutan-kekuatan-kesakitan, sehingga ia mengeluarkan jerit tangis melengking ketika harus meninggalkan rahim ibunya.&lt;br /&gt;c. Kemampuan realisasi diri, menjadi pribadi/person.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. FASE PASIF DAN FASE AKTIF&lt;br /&gt;Pribadi anak yang pada suatu saat berusaha secara aktif untuk membangun dirinya (dalam artian: memberikan bentuk dan isi pada kehidupan sendiri) itu pada mulanya ada dalam keadaan pasif, atau bersifat pasif. Sejak saat permulaan kelahirannya, ia sudah dipastikan oleh warisan-warisan alami; yaitu pembawaan psiko-fisik yang herediter. Warisan psiko-fisik ini tidak bisa diminta tetapi diberikan oleh orang tuanya.&lt;br /&gt;Fase kemudian, pada saat anak bisa menghayati diri sendiri sebagai AKU atau person, dapat disebut sebagai fase aktif. Pada saat itu, anak mulai menyadari bahwa ia mempunyai kemauan. Ia lalu mengantisipasikan satu masa mendatang (sesuatu yang belum terjadi, dan ingin dicapainya), melalui penggabungan semua pengalaman hidupnya di masa lampau, sekarang, dan dihari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. METODE PENDEKATAN OBYEKTIF DAN SUBYEKTIF&lt;br /&gt;Ada beberapa cara pendekatan guna mengadakan studi terhadap kehidupan anak-anak. Yang pertama dengan melakukan observasi secara teratur dan sistematis, dan mengukur dimensi-dimensi obyektif yang tampak pada perilaku anak. Inilah yang disebut pendekatan obyektif. Misalnya mengukur berat dan tinggi badannya, kemampuan-kemampuan jasmaniah dan tingkah laku tertentu; antara lain kemampuan menggunakan jari-jemari, kemahiran berjalan. Kemajuan bahasa, prestasi sekolah, test belajar, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kedua menggunakan pendekatan subyektif; yaitu tidak meneliti setiap potensi yang bisa dilihat atau bisa diukur, akan tetapi berusaha mencatat dan mempermasalahkan antara lain, isi kehidupan batiniah anak, pendapat dan pandangannya, keinginan dan perasaannya yang paling dalam, dan lain-lain. Sebagai contoh kami kemukakan peristiwa sebagai berikut; dinilai secara obyektif, anak yang berumur 4 tahun itu mempunyai tinggi badan   95 cm dengan berat badan 11-12 kg. Pertumbuhan jasmaniah anak bisa diketahui dengan mengukur berat badan, panjang badan, ukuran-ukuran lingkar kepala, lingkar pinggang atau pinggul, dan lingkar dada si anak. Secara obyektif anak tersebut bisa dikatakan ia lebih besar atau lebih kecil daripada rata-rata anak umur 4 tahun.&lt;br /&gt;Akan tetapi pendekatan subyektif berusaha menjelaskan perasaan dan fikiran anak menurut kriteria anak sendiri. Maka tanggapan anak mengenai diri sendiri dan orang lain (termasuk orang tuanya) hendaknya secara psikologis dinilai lebih berat dan lebih penting daripada kondisi jasmaniahnya.&lt;br /&gt;Ringkasnya, pendekatan secara subyektif itu mengharuskan kita untuk menilai anak dengan kriteria anak itu sendiri. Jadi menilai dan memahami sesuai dengan perasaan dan fikiran anak; sesuai dengan daya persepsi dan motivasi-motivasinya.&lt;br /&gt;Untuk memahami hakekat anak, kecuali pemahaman tentang dimensi-dimensi yang obyektif (menyajikan informasi kuantitatif yang bisa diukur secara cermat), juga diperlukan pemahaman dimensi-dimensi subyektif dari anak (yang memberikan data kualitatif). Pendekatan secara obyektif yang memberikan data obyektif dan kuantitatif itu sifatnya impersonal. Sedang pendekatan secara subyektif, yang memberikan informasi subyektif serta kualitatif yang sukar diukur dengan cermat, sifatnya personal atau pribadi.&lt;br /&gt;Memang perlu bagi para pendidik dan orang tua untuk bisa mengamati tingkah laku anak secara obyektif, dan mengukurnya dengan tepat. Akan tetapi yang lebih penting lagi ialah kemampuan memahami dan menginterprestasikan kehidupan psikis anak, dilihat dari pribadi dan kepentingan anak sendiri. Sehingga dengan begitu tidak akan terjadi salah paham, dan tidak timbul relasi “kortsluiting” dengan anak.&lt;br /&gt;Sebab kesalahan paling banyak, dan merupakan kesulitan paling besar yang harus dihadapi orang tua dewasa pada umumnya dalam usaha pendidikan ialah: melihat semua gejala yang tampak pada anak menurut pandangan dan pendirian orang dewasa sendiri (yang diwarnai perasaan, ide-ide, sikap stereotipis, dan prasangka tertentu). Sehingga terjadi salah paham, salah interprestasi, salah mengerti, dan salah-langkah, pada orang dewasa.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi kesulitan tersebut, seyogyanya kita tidak hanya berlaku sebagai seorang pengamat yang hanya melakukan observasi secara cermat; dan menghitung dengan teliti semua aktifitas karakteristik dari anak dengan cara impersonal, tetapi juga sebagai seorang partisipan yang bisa mengidentifikasi diri dengan pribadi anak, dan juga berusaha ikut merasakan dan terlibat dalam kehidupan perasaan serta kegiatan anak; mencoba memahami arti personal dari setiap gerak dan tingkah laku anak. Jadi ada proses menyatu atau “ajur ajer” dan tepa salira.&lt;br /&gt;Untuk bisa lebih memahami orang lain, harus mengembangkan kemampuan memahami diri sendiri; yaitu memahami perasaan sendiri, dalam kaitan penghayatan terhadap kehidupan emosional orang lain yang tengah berkomunikasi dengan kita. Pengertian tentang diri sendiri dan ekseptasi-diri jelas akan sangat menentukan sikap kita terhadap orang lain; untuk selanjutnya mengambil sari pelajaran dari semua pengalaman. Selanjutnya, pengertian tentang diri orang lain akan memberikan saham yang berguna untuk lebih memahami diri sendiri, dan memperbaiki segala kekeliruan dan kekurangan. Maka proses pemahaman diri orang lain dan proses penemuan/pemahaman diri pribadi itu saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain.&lt;br /&gt;Pribadi yang sehat lahir batinnya dan dewasa secara emosional itu pasti mampu mengintegrasikan secara harmonis pengalaman masa lampau dengan penghayatan masa sekarang, tanpa banyak konflik dan tanpa penyesalan diri. Sehingga orang bisa menerima keadaan dirinya secara wajar. Dan dengan kewajaran ini ia akan sanggup memahami keadaan serta hakekat anaknya sendiri dan anak-didik, di dalam kewajaran kondisi dan situasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. METODE PENDEKATAN LAINNYA&lt;br /&gt;Disamping metode observasi secara obyektif dan pendekatan subyektif tadi, kita juga bisa menggunakan pendekatan dengan cara lain. Antara lain dengan:&lt;br /&gt;1) Eksperimen: dengan memberikan “tugas” atau kegiatan percobaan pada anak.&lt;br /&gt;2) Metode klinis: dalam klinik-klinik spesial, dengan situasi kondisi khusus orang berusaha mengamati kemampuan anak-anak, untuk tujuan medis atau tujuan pedagogis.&lt;br /&gt;3) Metode pengumpulan: merupakan metode pendekatan yang tidak langsung (berkontak).&lt;br /&gt;4) Opname film: dengan bantuan alat-alat kinematografis orang berusaha mempelajari macam-macam tingkah laku anak.&lt;br /&gt;5) Metode angket dan metode statistik: metode ini banyak dilakukan di Amerika Serikat. Peneliti mengirimkan banyak kertas angket berisikan daftar pertanyaan-pertnyaan, yang dijawab oleh orang tua.&lt;br /&gt;6) Metode biografis: biografi, terutama otobiografi anak-anakusia sekolah dan anak puber, banyak memberikan informasi dan penjelasan pada taraf pengembangan psikologis anak.&lt;br /&gt;7) Wawancara: orang mengumpulkan bahan-bahan studi dengan mengajak bercakap-cakap, muka berhadapan muka dengan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara ini bisa juga interview diagnostik, untuk menentukan jenis gangguan psikis dan gangguan batin lain-lainnya. Kadangkala wawancara juga dipakai sebagai interview treatment, yang berfungsi sebagai terapi katharsis (terapi pencucian dan pembersihan jiwa) guna penyembuhan gangguan-gangguan psikis serta konflik-konflik batin pada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN&lt;br /&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertumbuhan dan perkembangan&lt;br /&gt;2. Teori mengenai dinamisme perkembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN&lt;br /&gt;Dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Kedua proses ini berlangsung secara interdependen, saling bergantung satu sama lainnya. Kedua proses itu tidak bisa dipisahkan dalam bentuk-bentuk yang murni berdiri sendiri-sendiri; akan tetapi bisa dibedakan untuk maksud; lebih mudah memahaminya.&lt;br /&gt;Difinisi:  Pertumbuhan ialah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam passage (peredaran waktu) tertentu.&lt;br /&gt;Pertumbuhan dapat diartikan pula sebagai: proses transmisi dari konstitusi fisik (resam tubuh, keadaan jasmaniah) yang harediter/turun-temurun dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;Hasil pertumbuhan antara lain berwujud bertambah panjangnya badan anak, tubuh bertambah berat, tulang-tulang jadi lebih besar-panjang-berat-kuat, perubahan dalam sistem persyarafan; dan perubahan-perubahan pada struktur jasmaniah lainnya. Dengan begitu, pertumbuhan bisa di sebutkan pula sebagai proses perubahan dan proses pematangan fisik.&lt;br /&gt;Pertumbuhan jasmaniah berakar pada: organisme yamg selalu berproses untuk menjadi (the process of coming into being). Jelasnya, organisme merupakan sistem yang mekar secara kontinu, yang selalu “beroperasi” atau berfungsi; juga bersifat dinamis dan tidak pernah statis secara komplit (kecuali kalau sudah mati). Pertumbuhan jasmaniah ini dapat diteliti dengan mengukur (1) berat, (2) panjang dan (3) ukuran lingkaran; umpama lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul, lingkar lengan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan organis ini ada bermacam-macam:&lt;br /&gt;1. Faktor-faktor sebelum lahir.&lt;br /&gt;2. Faktor ketika lahir, antara lain ialah: intracranial haemorrahage atau pendarahan pada bagian kepala bayi, disebabkan oleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan.&lt;br /&gt;3. Faktor sesudah lahir, antara lain; oleh pengalaman traumatik (luka-luka) pada kepala, kepala bagian dalam terlukakarena bayi jatuh.&lt;br /&gt;4. Faktor psikologis; antara lain bayi ditinggalkan ibu, ayah atau kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dalam pengertian sempit bisa disebutkan sebagai:&lt;br /&gt;         “Proses pematangan fungsi-fungsi yang non-fisik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan anak tidak berlangsung secara mekanis-otomatis. Sebab perkembangan tersebut sangat bergantung pada beberapa faktor secara simultan, yaitu:&lt;br /&gt;1) Fakto herediter (warisan sejak lahir, bawaan)&lt;br /&gt;2) Faktor lingkungan yang menguntungkan, atau yang merugikan&lt;br /&gt;3) Kematangan fungsi-fungsi organis dan fungsi-fungsi psikis&lt;br /&gt;4) Aktivitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, kemampuan seleksi, bisa menolak atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi: Perkembangan ialah perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada anak, ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam passage waktu tertentu, menuju kedewasaan.&lt;br /&gt;Perkembangan dapat diartikan pula sebagai: proses transmisi dari konstitusi psiko-fisik yang herediter, dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan yang menguntungkan, dalam perwujudan proses aktif-menjadi secara kontinu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap fenomena/gejala perkembangan anak merupakan produk dari kerja-sama dan pengaruh timbal-balik antara potensialitas hereditas dengan faktor-faktor lingkungan. Jelasnya perkembangan merupakan produk dari:&lt;br /&gt;1) Pertumbuhan berkat pematangan fungsi-fungsi fisik&lt;br /&gt;2) Pematangan fungsi-fungsi psikis&lt;br /&gt;3) Usaha “belajar” oleh subyek/anak, dalam mencobakan segenap potensialitas rokhani dan jasmaniahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. TEORI MENGENAI DINAMISME PERKEMBANGAN&lt;br /&gt;Menurut teori dorongan, segenap tingkah laku anak itu dirangsang dari dalam; yaitu oleh dorongan-dorongan instink-instink tertentu guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Jika kebutuhan-kebutuhan yang vital-biologis maupun yang sosial-kultural tersebut tidak atau belum terpenuhi, maka akan timbul ketegangan, iritasi dan frustasi. Dan terjadilah keadaan tidak seimbang pada dirinya (disequilibrium). Maka, motif utama dalam kehidupan manusia ialah: usaha menghilangkan segenap ketegangan, iritasi dan frustasi, guna mencapai keseimbangan/ equilibrium kembali. Inilah yang mendorong semua kegiatan dan setiap proses perkembangan anak.&lt;br /&gt;Teori lain yaitu teori dinamisme dari organisme mengatakan, bahwa dalam organisme yang hidup itu selau ada usaha (straving) yang positif. Organisme ini memiliki “mesin”, kapasitas, dan impuls-impuls tertentu yang dipakai untuk memobilisir semua kemampuan, agar berfungsi dan bisa dimanfaatkan. Dalam unsur kehidupan itu selalu ada tenaga-pendorong-maju (forward impetus) untuk bergiat, berubah dan berkembang.&lt;br /&gt;Jadi tidak hanya terdapat impuls untuk:&lt;br /&gt;1) Menghilangkan ketegangan&lt;br /&gt;2) Membebaskan diri dari hal-hal yang tidak senang saja: akan tapi pad setiap anak justru&lt;br /&gt;3) Ada juga impuls-impuls untuk mencari ketegangan, dengan jalan bereksperimen dan mencari petualangan baru.&lt;br /&gt;4) Di samping itu setiap anak yang normal dan sehat senantiasa dibekali oleh ALAM dengan impuls-impuls untuk mencapai satu tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak merupakan agen subyek aktif yang memfungsikan segenap kemampuan dalam proses perkembangannya. Dalam perkembangan anak terdapat impuls-impuls bawaan yang mendorong segenap mekanisme dari potensialitasnya untuk berfungsi aktif, berkembang dan terus maju. Jika fungsi-fungsi psiko-fisik itu mengalami proses pematangan, maka terjadilah proses pemekaran dan pembukaan dari “lipatan” pada setiap potensi organisme. Inilah yang disebut sebagai prose perkembangan. Dalam melatih segenap kemampuan jasmani-rokhani itu anak merupakan author (pembuat, maker) bagi diri sendiri, untuk hari sekarang dan masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu eksistensi diri anak dipastikan oleh tiga faktor, yaitu oleh:&lt;br /&gt;1) Segenap kualitas herediter&lt;br /&gt;2) Pengalaman masa lampau dan masa sekarang dalam satu lingkungan sosial tertentu, dan sebagai produk proses belajar secara kontinu.&lt;br /&gt;3) Oleh ideal dan tujuan yang ingin dicapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PEMBAGIAN FASE-FASE PERKEMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perkembangan menurut Aristoteles&lt;br /&gt;2. Perkembangan menurut Charlotte Buhler&lt;br /&gt;3. Perkembangan menurut Khonstamm&lt;br /&gt;4. Perkembangan menurut Oswald Kroh&lt;br /&gt;5. Perkembangan menurut Hackel&lt;br /&gt;6. Perkembangan menurut William stera&lt;br /&gt;7. Perkembangan menurut Johan Amos Comenius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan wawasan yang jelas mengenai perkembangan anak, orang membagi masa perkembangan dalam beberapa periode. Adapun sebabnya ialah sebagai berikut: pada saat-saat perkembangan tertentu, anak-anak secara umum           memperlihatkan ciri-ciri dan tingkah laku karakteristik yang hampir sama.&lt;br /&gt;Dalam ilmu jiwa perkembangan kita kenal beberapa pembagian masa-hidup, yang disebut sebagai fase atau perkembangan. Fase perkembangan ini mempunyai ciri-ciri yang relatif sama, berupa kesatuan-kesatuan peristiwa yang bulat. Dibawah ini kami cantumkan pembagian menurut beberapa orang ahli didik atau ahli pikir terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PERKEMBANGAN MENURUT ARISTOTELES&lt;br /&gt;Aristoteles (384-322 S.M.) membagi masa perkembangan selama 21 tahun dalam tiga septenia (3 periode kali 7 tahun), yang dibatasi loeh 2 gejala alamiah yang penting; yaiti (1) pergantian gigi da (2) munculnya gejala-gejala pubertas. Hal ini didasarkan pada paralelitas perkembangan jasmaniah dengan perkembangan jiwani anak. Pembagian tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt; 0 – 7 tahun, disebut sebagai masa anak kecil, masa bermain.&lt;br /&gt; 7 – 14 tahun, masa anak-anak, masa belajar, atau masa sekolah rendah.&lt;br /&gt;14-21 tahun, masa remaja atau pubertas, masa peralihan dari anak menjadi orang        dewasa&lt;br /&gt;2. PERKEMBANGAN MENURUT CHARLOTTE BUHLER&lt;br /&gt;Charlotte Buhler membagi masa perkembangan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Fase pertama, 0-1 tahun: masa menghayati obyek-obyek diluar diri sendiri, dan saat melatih fungsi-fungsi. Terutama melatih fungsi motorik; yaitu fungsi yang berkaitan dengan gerakan-gerakan dari badan dan anggota badan.&lt;br /&gt;Fase kedua, 2-4 tahun: masa pengenalan dunia obyektif diluar diri sendiri, disertai penghayatan subyektif. Mulai ada pengenalan pada AKU sendiri, dengan bantuan bahasa dan kemauan sendiri. Anak tidak mengenal dunia luar berdasarkan pengamatan obyektif, melainkan memindahkan keadaan batinnya pada benda-benda di luar dirinya. Karena itu ia bercakap-cakap dengan bonekanya, bergurau dan berbincang-bincang dengan kelincinya: sepertinya kedua binatang dan benda permainan itu betul-betul memiliki sifat-sifat yang dimilikinya sendiri. Fase ini disebut pula sebagai fase bermain, dengan subyektifitas yang sangat menonjol.&lt;br /&gt;Fase ketiga, 5-8 tahun: masak sosoalisasi anak. Pada saat ini anak mulai memasuki masyarakat luas (misalnya taman kanak-kanak, pergaulan dengan kawan-kawan sepermainan, dan sekolah rendah). Anak mulai belajar mengenal dunia sekitar secara obyektif. Dan ia mulai belajar mengenal arti prestasi pekerjaan, dan tugas-tugas kewajiban.&lt;br /&gt;Fase keempat, 9-14 tahun: masa sekolah rendah. Pada periode ini anak mencapai obyektivitas tertinggi. Masa penyelidik, kegiatan mencoba dan bereksperimen, yang distimulir oleh dorongan-dorongan meneliti dan rasa ingin tahu yang besar. Merupakan masa pemusatan dan penimbunan tenaga untuk berlatih, menjelajah dan berekplorasi. Pada akhir fase ini anak mulai “menemukan diri sendiri’ yaitu secara tidak sadar mulai berfikir tentang diri pribadi. Pada waktu itu anak seringkali mengasingkan diri.&lt;br /&gt;Fase kelima, 14-19 tahun: masa tercapainya sintese antara sikap ke dalam batin sendiri dengan sikap keluar kepada dunia obyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PERKEMBANGAN MENURUT KOHNSTAMM&lt;br /&gt;Profesor kohnstamm dalam bukunya “Persoonlijkheid in wording” (kepribadian yang tengah berkembang), membagi masa perkembangan dalam beberapa fase, sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Masa bayi atau masa vital&lt;br /&gt;2) Masa anak kecil, masa estetis&lt;br /&gt;3) Masa anak sekolah, masa intelektual&lt;br /&gt;4) Masa pubertas dan adolesensi, masa soaial&lt;br /&gt;5) Manusia yang sudah matang&lt;br /&gt;Menurut kohnstamm, manusia itu selalu dalam proses pembentukan dan perkembangan, selalu “menjadi”; dan dia tidak akan kunjung selesai terbentuk. Pengertian pribadi, menurut kohnstamm, mengandung sifat-sifat normatif; artinya mengandung persyaratan dan cita-cita/harapan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PERKEMBANGAN MENURUT OSWALD KROH&lt;br /&gt;Oswald Kroh, membagi masa perkembangan dalam 3 fase, berdasarkan batas-batas yang tegas; dan ditandai/dibatasi oleh dua masa “Trotzalter” atau masa mendatang. Yaitu:&lt;br /&gt;1) Dari lahir sampai masa-menentang pertama, 0-4 tahun. Disebut pula sebagai masa kanak-kanak pertama.&lt;br /&gt;2) Dari masa-menentang pertama sampai pada masa menentang kedua, 4-14 tahun. Disebut pula sebagai masa keserasian atau masa bersekolah.&lt;br /&gt;3) Masa-menentang kedua sampai akhir masa muda. Disebut pula sebagai masa kematangan, 14-19 tahun. Batas fase ketiga ini adalah akhir masa remaja.&lt;br /&gt;Oswald Kroh berpendapat, bahwa perkembangan itu mengalami perubahan-perubahan penting. Apabila pada usia tertentu pada hampir setiap anak terlihat adanya perubahan-perubahan penting dalam tingkah laku/perangi serta respons-nya terhadap dunia luar, maka masa itulah dijadikan batas antara masa lampau dengan masa perkembangan baru. Perubahan tingkah laku dan tabiat pada umur yang hampir bersamaan dan terdapat pada setiap anak itu disebabkan oleh perubahan struktur jiwa anak, karena terjadinya progres/kemajuan dalam periode perkembangan. Dan perubahan-perubahan radikal serta mencolok terdapat pada kedua Trozalter atau masa-menentang tadi.&lt;br /&gt;Pada masa trozalter timbul antara lain sikap-sikap melawan, memberontak, agresif, keras kepala, dorongan kuat untuk menuntu pengakuan Aku-nya, emosi-emosi yang meledak-ledak yang diselingi duka hati, rasa sunyi, kebingungan, dan gejala-gejala emosional yang kuat lainnya, dan lain-lain. Trozalter itu sering terjadi pada umur 12 tahun; dan pada anak laki-laki biasanya berlangsung pada usia 14 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PERKEMBANGAN MENURUT HACKEL&lt;br /&gt;Hackel seorang sarjana Jerman mengemukakan hukum biogenetis, sebagai berikut: “ontogenese itu adalah rekapitulasi dari phylogenese. Artinya,perkembangan individu itu merupakan ulangan ringkas dari perkembangan jenis manusia”. Hukum biogenetis itu disebut pula sebagai teori-rekapitulasi.&lt;br /&gt;Menurut teori ini, orang membedakan 4 periode dalam masa perkembangan anak, yaitu:&lt;br /&gt;1) Masa perampokan/penggarongan dan masa perburuan, sampai kira-kira usia 8 tahun.&lt;br /&gt;2) Masa penggembalaan, 8-10 tahun. Pada usia ini anak suka sekali memelihara ternak dan binatang jinak.&lt;br /&gt;3) Masa pertanian,   11-12 tahun. Pada usia ini anak memperlihatkan kesukaan menanam macam-macam tetumbuhan dan kegiatan berkebun.&lt;br /&gt;4) Masa perdagangan,   13-14 tahun. Anak gemar sekali mengumpulkan macam-macam benda.&lt;br /&gt;Ada teori yang menyebut teori rekapitulasi ini sebagai teori persamaan, karena masa perkembangan anak tersebut mirip dengan perjalanan historis manusia (Claparede dari Swiss).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PERKEMBANGAN MENURUT WILLIAM STERN&lt;br /&gt;William Stern mrnyebutkan hukum biogenetis dari Hackel tadi sebagai pararel-pararel genetis. Sebab tidak semua perkembangan psikis anak merupakan ulangan tepat dari pengalaman historis manusia. Akan tetapi memang ada banyak paralelitas atau “persamaannya”.&lt;br /&gt;Pada lazimnya seorang anak muda disebut sebagai dewasa apabila ia telah mencapai umur 21 tahun. Karena pada usia ini ia dianggap sanggup berdiri sendiri, dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya. Sampai pada taraf sedemikian diperlukan pengembangan kemampuan:&lt;br /&gt;1) Mengontrol diri sendiri&lt;br /&gt;2) Kepatuhan pada disiplin yang kokoh&lt;br /&gt;3) Kejujuran dan keberanian untuk melakukan introspeksi atau mawas diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PERKEMBANGAN MENURUT JOHAN AMOS COMENIUS&lt;br /&gt;Johan Amos Comenius (1592-1671) dalam bukunya “Didactica Magna” membagi periode perkembangan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) 0-6 tahun, periode Sekolah-ibu&lt;br /&gt;2) 6-12 tahun, periode sekolah-Bahasa-ibu&lt;br /&gt;3) 12-18 tahun, periode Sekolah-Latin&lt;br /&gt;4) 18-24 tahun, periode Universitas&lt;br /&gt;Tahun-tahun pertama 0-6 tahun disebut sebagai periode sekolah-ibu, karena hampir semua usaha bimbingan-pendidikan (ditambah perawatan dan pemeliharaan) berlangsung di tengah keluarga. Terutama sekali aktivitas ibu sangat menentukan kelancaran proses pertumbuhan dan perkembangan anak.&lt;br /&gt;Usia 6-12 tahun disebut periode Sekolah-Bahas-Ibu, karena pada periode ini anak baru mampu menghayati setiap pengalaman dengan pengertian bahasa sendiri (bahasa ibu). Bahasa ibu dipakai sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain; yaitu untuk mendapatkan impresi dari luar berupa pengaruh, sugesti serta transmisi kultural (pengoperan nilai-nilai kebudayaan) dari orang dewasa. Bahasa ibu juga dipakai untuk mengekspresikan kehidupan batinnya kepada orang lain.&lt;br /&gt;Pada usia 12-18 tahun anak mulai diajarkan bahasa Latin, sebagai bahasa kebudayaan yang dianggap paling kaya dan paling “tinggi” kedudukannya pada saat itu. Bahasa tersebut perlu diajarkan pada anak, agar anak bisa mencapai pada taraf “beradab” dan berbudaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertumbuhan sebagai proses menjadi.&lt;br /&gt;2. Paduan antara dorongan mempertahankan diri dan pengembangan diri.&lt;br /&gt;3. Individualitas dan perbedaan individual.&lt;br /&gt;4. Anak sebagai makhluk sosial.&lt;br /&gt;5. Hukum konvergensi W. Stern.&lt;br /&gt;6. Pemenuhan kebutuhan sebagai sumber dinamika.&lt;br /&gt;7. Penggunaan fungsi-fungsi secara spontan.&lt;br /&gt;8. Tempo dan ritme perkembangan.&lt;br /&gt;9. Kematangan dan masa peka.&lt;br /&gt;10. Perkembangan sebagai proses diferensiasi&lt;br /&gt;11. Masa Trotzalter.&lt;br /&gt;12. Perjuangan sebagai ciri dari perkembangan.&lt;br /&gt;13. Pemulihan diri dan revisi kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip perkembangan yang aktif itu terletak di dalam diri anak sendiri. Jelasnya, perkembangan itu bukan proses yang selalu digerakkan oleh faktor/pengaruh dari luar (di luar individu anak). Tujuan setiap perkembangan adalah: menjadi manusia dewasa yang sanggup berdiri sendiri (mandiri).&lt;br /&gt;Beberapa prinsip perkembangan kami cantumkan dibawah ini:&lt;br /&gt;1. Pertumbuhan sebagai proses “menjadi”.&lt;br /&gt;2. Paduan antara dorongan-dorongan mempertahankan diri dan pengembangan diri.&lt;br /&gt;3. Individualitas anak dan perbedaan individual.&lt;br /&gt;4. Anak sebagai makhluk sosial.&lt;br /&gt;5. Hukum konvergensi.&lt;br /&gt;6. Pemenuhan kebutuhan sebagai sumber dinamis dari aktivitas anak.&lt;br /&gt;7. Penggunaan fungsi-fungsi secara spontan sebagai tanda kemampuan tumbuh.&lt;br /&gt;8. Tempo dan ritme perkembangan yang khas.&lt;br /&gt;9. Kematangan dam masa peka.&lt;br /&gt;10. Perkembangan sebagai proses diferensiasi.&lt;br /&gt;11. Masa Trotzalter.&lt;br /&gt;12. Perjuangan sebagai ciri perkembangan.&lt;br /&gt;13. Pemulihan diri dan revisi terhadap kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PERTUMBUHAN SEBAGAI PROSES “MENJADI”&lt;br /&gt;Pertumbuhan dan perkembangan pada setiap organisme itu mempunyai prinsip sebagai berikut: selalu berproses untuk “menjadi”. Sehubungan dengan ini organisme tersebut merupakan sistem yang hidup; dan merupakan sistem yang terbuka, karena selalu mengalami kemajuan dan perubahan. Sifatnya tidak statis, akan tetapi dinamis. Perkembangan yang dinamis itu didasari oleh:&lt;br /&gt;1) Faktor-faktor hereditas (pembawaan kodrati)&lt;br /&gt;2) Dirangsang oleh pengaruh lingkungan atau alam sekitar,&lt;br /&gt;3) Diperlancar oleh usaha belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak merupakan pelaku atau author yang bebas merdeka; yaitu leluasa memilih satu pola hidup tertentu, mengarah pada satu tujuan hidup tertentu pula. Namun selanjutnya anak akan memahami, bahwa kebebasannya pada hakekatnya dibatasi (ada limitasinya) oleh faktor-faktor hereditas atau pembawaan kodrati, dan dibatasi pula oleh kondisi-kondisi lingkungan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PADUAN ANTARA DORONGAN-DORONGAN MEMPERTAHANKAN DIRI DANPENGEMBANGAN DIRI.&lt;br /&gt;Setiap stadium hidup yang baru saja tercapai, merupakan bentuk keseimbangan sementara (sesaat), yang dijadikan titik-tolak bagi usaha-usaha dan aktifitas baru. Jadi ada tingkat aspirasi, yaitu tingkat perjuangan mengarah pada taraf yang lebih tinggi. Orang jerman menyebutnya sebagai “Anspruensniveau” (tingkat tuntutan). Hakekat perjuangan hidup anak manusia dan manusia dewasa ialah: “Thomme passe infiniment Thomme” = manusia itu tidak habis-habisnya berusaha mengatasi kemanusiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. INDIVIDUALITAS ANAK DAN PERBEDAAN INDIVIDUAL&lt;br /&gt;Tugas Pendidikan ialah: melengkapkan martabat-manusiawi anak, sehingga lambat-laun anak sanggup mengangkat diri sendiri, dan mampu mencapai martabat-manusiawinya secara penuh (melengkapi dan menyempurnakan martabat insaninya).&lt;br /&gt;Perbedaan fisik serta psikis anak yang didukung pula oleh perbedaan sistem-nilai anak mengakibatkan perbedaan respons/reaksi masing-masing anak terhadap pengaruh lingkungan, usaha bimbingan, dan upaya pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ANAK SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL&lt;br /&gt;Kondisi dan situasi sosial akan jadi menguntungkan dan positif bagi anak, apabila kombinasi dari pengaruh lingkungan sosial dan semua potensi psiko-fisik anak bisa bekerja sama secara baik, dan bisa membantu realisasi-diri serta proses sosialisasi anak sebagai manusia. Anak itu merupakan pribadi-sosial yang memerlukan relasi dan komunikasi dengan orang lain untuk memanusiakan dirinya. Setiap tingkah laku anak merupakan tingkah laku sosial, sebab mempunyai relasi/kaitan dengan orang lain. Maka jelas bagi kita, bahwa individualitas dan sosialitas itu adalah “unsur-unsur” yang komplementer (saling mengisi dan melengkapi) dalam eksistensi anak.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu tercapainya martabat-manusiawi dan kedewasaan itu tidak berlangsung secara otomatis dengan kekuatan sendiri; akan tetapi senantiasa berkembang dengan bantuan orang dewasa. Karena itu anak manusia disebut sebagai “animal educandum” (binatang yang harus dididik); sedang manusia dewasa disebut sebagai “animal educandus” (binatang yang bisa mendidik). Sehingga usaha mendidik tersebut merupakan ciri dasar dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. HUKUM KONVERGENSI DARI WILLIAM STERN&lt;br /&gt;Konvergensi itu artinya: kerjasama, atau bertemu pada satu titik. Hukum konvergensi menyatakan adanya kerjasama antara faktor kodrati dan faktor sosial. Jika syarat eksogin atau eksterm tidak dipenuhi, maka dorongan-dorongan batin dan semua kemampuan kodrati anak didik tidak mungkin bisa dikembangkan. Karena itu faktor intern dan faktor ekstern harus bekerja-sama secara baik. Inilah proses konvergensi dari faktor-faktor endogin dan eksogin dalam perkembangan anak.&lt;br /&gt;Perkembangan yang sehat akan berlangsung, jika kombinasi dari fasilitas yang diberikan oleh lingkungan dan potensialitas kodrati anak bisa mendorong berfungsinya segenap kemampuan anak. Dan kondisi sosial menjadi sangat tidak sehat, apabila segala pengaruh lingkungan sifatnya merusak, bahkan melumpuhkan potensi psiko-fisik anak.&lt;br /&gt;Para teoretisiyang menganut paham environmentalism berpendapat sebagai berikut: “Tidak ada anak yang sukar; yang ada ialah orang tua yang sukar. Problem children are the product of problem parents”. Faktor ekstern yang amat penting dalam hal ini adalah: pengasuh atau pendidik yang bercakap-cakap dengan anak. Yang menjadi syarat mutlak, agar kemampuan bicara anak bisa berkembang sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PEMENUHAN KEBUTUHAN SEBAGAI SUMBER DINAMIKA AKTIVITAS ANAK.&lt;br /&gt;Menurut teori equilibrium, setiap individu selalu berusaha mencari kondisi keseimbangan dengan jalan mengatasi kesulitannya berupa iritasi, frustasi, dan barikade-barikade dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Prinsip perkembangan menyatakan: motif utama dari hidup ialah meniadakan dan melepaskan diri dari semua rintangan, rasa tegang dan disequilibrium batin, untuk mencapai kepuasan dan equilibrium batin. Keseimbangan akan tercapai, jika setiap kebutuhan sudah dipenuhi, sehingga hilang semua ketegangan dan gangguan batin.&lt;br /&gt;Sebaliknya teori disequilibrium berpendapat sebagai berikut: “sehubungan dengan adanya dinamika manusia, maka anak tidak mencari keseimbangan, akan tetapi dengan sengaja mencari dan menantang timbulnya ketidakimbangan, dengan jalan mencobakan semua potensinya dalam macam-macam aktivitas dan eksperimen. Anak berusaha memasuki dunia luar dengan jalan bereksplorasi dan berekspansi, sebab didorong oleh rasa ingin tahu, sekaligus untuk mengetest kemampuan sendiri.&lt;br /&gt;Maka anak yang tumbuh itu memiliki dorongan-dorongan dan impuls-impuls kuat untuk:&lt;br /&gt;1) Mencapai prestasi baru, untuk&lt;br /&gt;2) Bereksplorasi mencari pengalaman baru, dan&lt;br /&gt;3) Meriskir diri dalam kancah perjuangan hidup baru.&lt;br /&gt;Oleh karena itu unsur dinamisme merupakan ciri pokok pada individu anak yang sehat. Jadi, hidup ini berisikan usaha-usaha yang berkesinambungan dan tidak pernah berhenti, karena organisme manusia dilengkapi dengan impuls-impuls untuk memobilisir segenap potensi agar bisa berfungsi sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PENGGUNAAN FUNGSI-FUNGSI SECARA SPONTAN SEBAGAI TANDA KEMAMPUAN TUMBUH.&lt;br /&gt;Jika kapasitas-kapasitas untuk berbuat, berfikir dan merasakan pada anak sudah matang, maka anak akan di dorong oleh impuls-impuls yang kuat untuk menggunakannya. Sejak masa bayi, anak senantiasa menunjukkan usaha untuk maju dengan bantuan segenap peralatan fisik dan psikisnya, untuk mencapai kemungkinan-kemungkinan baru yang terletak di depannya. Ciri khas dari perkembangan kemampuan/kapasitas anak ialah:&lt;br /&gt;1) Kecenderungan untuk menggunakan semua kapasitas, kemungkinan, kekuatan, dan kemampuannya secara spontan dan aktif.&lt;br /&gt;2) Mekanisme perkembangan anak sudah sejak semula dilengkapi dengan self-starter yang dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. TEMPO DAN RITME PERKEMBANGAN YANG KHAS.&lt;br /&gt;Perkembangan setiap anak itu berlangsung menurut tempo atau kecepatan dan ritme/irama tertentu, sesuai dengan pembawaan kodrati sendiri. Jadi, pada setiap anak terdapat impuls untuk berkembang dengan caranya sendiri dalam melatih semua bakat serta kemampuannya. Segala sesuatu yang sudah dicapai oleh anak, dijadikan persiapan atau titik-tolak baru bagi pengalaman dan kemampuan berikutnya.&lt;br /&gt;Ritme atau irama perkembangan akan semakin jelas tampak pada saat kematangan fungsi-fungsi. Pada saat itu terlihat adanya selingan di antara cepat dan lambatnya perkembangan, yang kurang lebih tetap konstan sifatnya. Inilah yang disebut sebagai irama perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. KEMATANGAN DAN MASA PEKA.&lt;br /&gt;Manusia muda yang baru dilahirkan itu dalam banyak hal keadaannya lebih miskin dibandingkan dengan anak binatang yang manapun. Sebabnya ialah: semua fungsi jasmaniahnya dan rokhaniah anak baru merupakan lembaga yang belum mekar. Maka faktor waktu dan usaha belajarlah yang memupuk perkembangannya. Suatu fungsi yang baru dilatih atau baru saja berkembang, pasti belum membuahkan prestasi tinggi.&lt;br /&gt;Hampir semua fungsi jiwani itu memerlukan periode berlatih atau periode belajar. Kadang kala periode tersebut berlangsung pendek; tapi ada kalanya berlaku agak lama, misalnya pada proses belajar bercakap-cakap. Yang menarik perhatian kita pada umumnya ialah:&lt;br /&gt;1) Dalam melatih fungsi-fungsinya anak tidak memerlukan stimulus dari luar;&lt;br /&gt;2) Juga tidak membutuhkan dorongan dari siapapun juga, bahkan juga tidak dari orang tuanya. Sebab fungsi-fungsi tersebut dilatih oleh anak sendiri secara spontan dan dengan usaha kemampuan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses kematangan (maturation) itu ditandai oleh kematangan potensi-potensi dari organisme, baik yang fisik maupun yang psikis, untuk terus maju menuju pemekaran/perkembangan secara maksimal. Maka prestasi dari pengguanaan dan penggeladian ketrampilan/fungsi itu bergantung pada derajat kematangan tadi, sebab kematangan ini mempengaruhi kualitas hasil usaha belajar anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. PERKEMBANGAN SEBAGAI PROSES DIFERENSIASI&lt;br /&gt;Perkembangan harus diartikan sebagai proses diferensiasi, dan bukan sebagai proses asosiasi dan kombinasi dari unsur-unsur yang lebih rendah (seperti pendapat yang dikemukakan oleh para ahli ilmu jiwa kuna).&lt;br /&gt;Proses diferensiasi itu artinya sebagai berikut: ada prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. MASA TROTZALTER&lt;br /&gt;Saat-saat pemberontakan dan penentangan ini dikenal sebagai TROTZALTER (usia keras kepala, usia tegar). Ciri yang sangat menonjol pada periode Trotzalter tadi ialah sikap keras kepala dan suka menentang. Hal ini disebabkan karena anak sedang dalam fase menemukan diri sendiri atau menemukan AKU-nya, dan tengah menghayati kemampuan diri serta harga-diri.&lt;br /&gt;Dalam hal ini sekali-kali bukannya dengan sadar, sengaja, dan secara obyektif anak ingin memberontak, membantah dan menentang segala sesuatu yang dirasakan sebagai kurang memuaskan; akan tetapi sikap pemberontak anak itu didorong oleh:&lt;br /&gt;1) Keinginan menuntut hak-haknya, serta&lt;br /&gt;2) Menuntut pengakuan atas status dan martabat dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trotzalter juga disebut sebagai periode Sturm und Drang (= periode badai dan paksaan/desakan batin). Selain daripada itu, Trotzalter disebut pula sebagai masa peralihan (masa transisi) dalam proses perkembangan, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak pindah ke masa pubertas/remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. PEJUANGAN SEBAGAI CIRI DARI PERKEMBANGAN&lt;br /&gt;Hidup ini merupakan suatu perjuangan yang tidak kunjung hentinya. Perjuangan tersebut mula-mula untuk mencapai taraf kedewasaan, kemudian untuk mencapai “penyempurnaan diri” sebagai manusia.&lt;br /&gt;Di tengah semua usaha anak, baik yang berupa permainan, upaya belajar, maupun tugas-tugas kewajiban tertentu, anak dirangsang oleh kegairahan yang besar. Keterangannya adalah sebagai berikut: kecenderungan anak untuk menggunakan kemampuan dan melatih fungsi-fungsinya itu menyebabkan anak dengan spontan dan intensif terus berusaha dan berjuang.&lt;br /&gt;Ringkasnya, dalam usaha mempelajari macam-macam kesanggupan baru itu anak dijiwai oleh entusiasme atau kegairahan yang amat besar. Lambat laun, dalam proses pertumbuhannya, suatu peristiwa yang dianggap baru dan mencekam segenap minat serta hatinya, lalu jadi tidak menarik perhatiannya lagi. Sebab ketrampilan baru tadi sudah jadi bagian dari totalitas pola tingkah lakunya, yang kini sudah jadi “otomatis”, bahkan kurang dihayati secara sadar.&lt;br /&gt;Salah satu sukses dalam usah perjuangan seorang ondividu yang matang itu ialah: kemampuan untuk memikul duka derita dalam perjuangannya. Dan tidak ada seorangpun yang bisa merasakan pahit dan manis-madunya duka-derita, terkecuali ia yang mengalami sendiri peristiwa tersebut. “Madu” di sini kami maksudkan sebagai: manfaat pengajaran dan makna yang diberikan oleh peristiwa duka-derita itu; baik bagi anak-anak maupun bagi orang dewasa.&lt;br /&gt;Ciri hidup yang sehat itu bukannya ditandai oleh absennya kemalangan dan kedudukan. Akan tetapi justru dicirikan oleh kemampuan manusia-anak orang dewasa-untuk menanggulangi/mengatasi kepedihan ketegangan, kemalangan, dan duka-derita dengan rasa tawakal, dibarengi dengan keberanian, ketabahan, dan kemauanan besar untuk mengatasi segala ujia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. PEMULIHAN-DIRI DAN REVISI KEBIASAAN&lt;br /&gt;Kemampuan lain yang ikut membantu proses perkembangan anak ialah: kemampuan anak untuk memikul kemalangan dan derita, dan kemampuannya untuk memulihkan diri atau menyembuhkan diri sendiri dari kemalangan dan duka lara.&lt;br /&gt;Maka dalam perkembangan anak itu terdapat apa yang disebut sebagai saat-saat kritis, di mana bisa berlangsung titik patah/breaking point. Pada peristiwa sedemikian pengalaman-pengalaman tertentu akan meninggalkan akibat buruk berupa cedera rokhaniah yang parah pada anak, yang sukar dipulihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;MASA KEHAMILAN, PRAE-NATAL, KELAHIRAN&lt;br /&gt;DAN BAYI PREMATUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita dan kehamilan&lt;br /&gt;2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pranatal&lt;br /&gt;3. Genotype dan phenotype&lt;br /&gt;4. Unitas organik antara ibu dan janin&lt;br /&gt;5. Perkembangan pada masa pranatal&lt;br /&gt;6. Kelahiran bayi&lt;br /&gt;7. Bayi prematur dan keguguran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. WANITA DAN KEHAMILAN&lt;br /&gt;Wanita-wanita hamil itu pada umumnya dihinggapi keinginan-keinginan dan kebiasaan yang aneh-aneh serta irrasional, yang disebut sebagai peristiwa mengidam. Peristiwa mengidam ini biasanya disertai emosi-emosi yang kuat. Oleh sebab itu wanita yang bersangkutan jadi sangat perasa, sehingga mudah terganggu keseimbangan mentalnya.&lt;br /&gt;Wanita yang tengah hamil itu melanjutkan kecenderungan-kecenderungan psikologis dan ciri-ciri tingkah laku seperti sebelum dia menjadi hamil. Namun pada umumnya kehamilan menambah intensitas emosi-emosi dan tekanan batin pada kehidupan psikis wanita.&lt;br /&gt;Wanita hamil itu mempunyai kebiasaan mencela dan suka menyalahkan diri sendiri, serta tertekan batinnya oleh perasaan bersalah-berdosa, maka pada umumnya ia akan mengembangkan perasaan-perasaan berdosa-salah pula sehubungan dengan kandungannya. Emosi-emosi sedemikian ini akan jadi sangat intensif kuat, bila ibu tersebut mempunyai pra-rasa yang menakutkan mengenai kehamilannya. Lebih-lebih lagi jika dalam lubuk hatinya ia sebenarnya menolak untuk menjadi ibu dan menolak kehamilannya.&lt;br /&gt;Semakin mampu seseorang menerima hakekat diri sendiri sebagai suami atau isteri (laki-laki/wanita) dengan segala konsekuensi dan tanggung-jkawabnya, maka akan semakin hangat ia menyambut kehamilan dan bayinya. Meskipun kehamilan itu sendiri banyak dibebani kecemasan dan kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PERKEMBANGAN PRAE-NATAL   (SEBELUM LAHIR).&lt;br /&gt;Pertumbuhan anak sebelum lahir itu terutama di-determinir oleh potensi hereditasnya. Sel-sel dengan mana kehidupan anak dimulai, disebut sebagai khromoso-khromosom, terdiri atas beribu-ribu substansi yang disebut sebagai gene-gene. Sifat-sifat gene-gene ini kemudian menentukan segenap potensialitas genetik (potensialitas hereditas) seseorang.&lt;br /&gt;Sel telur yang sudah matang pada siklus menstrual terdiri atas dua set (double set) gene-gene. Yaitu satu set adalah warisan dari ayah, dan satu set lainnya merupakan warisan dari pihak ibu. Dua set gene-gene ini berpadu dan ber-interaksi dengan gene-gene sel spermatosa dalam kombinasi yang beraneka ragam. Satu ciri fisik tertentu misalnya, bisa disebabkan oleh satu faktor tunggal  (single-factor); yaitu oleh beroperasinya satu gene herediter tertentu, yang disebut sebagai gene mayor. Sehingga memunculkan tipe herediter yang monogenik. Satu ciri lainnya timbul sebagai hasil interaksinya beberapa gene (ada multi-faktor, campuran gene-gene minor), sehingga menghasilakan tipe herediter yang poligenik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. GENOTYPE DAN PHENOTYPE.&lt;br /&gt;Istilah genotype dan phenotype itu dipakai untuk membedakan apa yang jadi milik seseorang (eigen, own), dan apa yang dimanifestasikan secara lahiriah. Genotype itu terdiri atas semua elemen yang menjadi bagian dari warisan individual, yaitu segenap bakat gene-genenya. Genotype (gen = menjadikan, jadi) tersebut ialah ciri-ciri herediter yang tidak tampak. Sedang phenotype/fenotip adalah totalitas dari kualitas dan ciri-ciri karakteristik individu yang tampak; merupakan gejala lahiriah yang tampak.&lt;br /&gt;Genotype mencakup potensialitas herediter. Sedang fenotype menampilkan cara-cara dan sampai batas-batas tertentu dari realisasi potensialitas-potensialitas tadi. Dengan begitu, fenotip seseorang merupakan produk dari:&lt;br /&gt;1) Gene-gene khusus dan pola-pola genik hasil kombinasi pada sel yang dibuahi&lt;br /&gt;2) Interaksi dari elemen-elemen; misalnya gene-gene yang dominan, yang menindih gene-gene yang resesif&lt;br /&gt;3) Pengaruh dari lingkungan, sebelum dan sesudah kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. UNITAS ORGANIK ANTARA IBU DAN JANIN&lt;br /&gt;Ibu dan janin/bakal anak itu merupakan satu unitas organik yang tunggal. Unitas ini tidak hanya meliputi proses-proses kehidupan yang positif saja, akan tetapi juga menyangkut segi-segi destruktif. Kematian dari salah seorang, yaitu ibu atau janinnya, biasanya mengakibatkan pula kematian pada pihak lainnya. Apabila mineral dan hormon-hormon yang esensiil penting bagi pertumbuhan calon bayi itu sangat kurang, maka janin akan banyak menyerap mineral dan hormon dari ibunya, dengan mengorbankan kondisi ibunya.&lt;br /&gt;Jika seorang ibu mengalami gangguan-gangguan emosional yang kuat dan menolak dengan keras kehamilannya maka besar kemungkinan bayi itu juga “tidak mau hidup”. Janin yang belum lahir tadi agaknya mampu menghayati pengaruh-pengaruh psikis dari ibunya; artinya ia bisa menghayati/merasakan apakah dirinya ditolak oleh ibunya, ataupun kelahirannya diharapkan dengan perasaan cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PERKEMBANGAN JANIN PADA MASA PRANATAL&lt;br /&gt;Informasi mengenai tingkah laku janin itu diperoleh dengan jalan melakukan studi mengenai janin-janin yang dikeluarkan dari rahim ibunya pada usia pertumbuhan yang berbeda-beda. Yaitu dikeluarkan karena kecelakaan, abortus, atau peristiwa gangguan lainnya.&lt;br /&gt;Perkembangan janin sebelum kelahirannya berlangsung secara cephalocaudal. Artinya, progres berupa pertumbuhan dan diferensiasinya berlangsung mulai dari bagian kepala, lalu terus kebawah sampai kebagian ekor/ujung. Pararel dengan pertumbuhan bagian-bagian jasad yang cephalocaudal itu ada pertumbuhan yang bersifat proximodistal (proximo = dekat; distal = distansi = jarak). Arti pertumbuhan proximodistal ialah: bagian-bagian yang paling dekat dengan sumbu badan akan lebih cepat matang daripada bagian tubuh yang jatuh letaknya dari sumbu badan.&lt;br /&gt;Pada umumnya, janin akan menampilkan aktivitas yang lebih banyak daripada biasanya apabila ibunya tengah mengalami stres dan tekanan-takanan emosional yang serius. Hal ini disebabkan oleh karena ibu yang menderita tekanan emosional itu banyak mengeluarkan skresi dari kelenjar-tiada-berpipa, yang ditampung oleh darah. Dan substansi hormonal ini diserap oleh tubuh janin melalui tali pusat. Sehingga kondisi janin menjadi terpengaruh, ikut menjadi “gelisah”, serta bergerak lebih aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. KELAHIRAN BAYI&lt;br /&gt;Banyak dokter, psikolog dan seniman berspekulasi mengenai arti peristiwa kelahiran. Kelahiran merupakan satu “drama penjebolan” secara drastis, disertai dengan perubahan-perubahan kondisi/psiko-fisik secara radikal revolusioner dari seorang bayi.&lt;br /&gt;Ada beberapa pendapat spekulatif mengenai peristiwa kelahiran ini. Misalnya, tangis bayi pada saat kelahirannya itu bukan merupakan suara mekanis disebabkan oleh peristiwa terhirupnya udara untuk pertama kali, akan tetapi merupakan tangis kesakitan hati, tangis protes, tangis kepedihan, tangis keengganan dan ketakutan karena dia terlempar dari rahim ibunya; dan selanjutnya terlempar ketengah dunia yang asing. Kelahiran merupakan satu bagian saja dari proses eksistensi manusia, yang kemudian dilanjutkan dengan pertumbuhan dan perkembangan fungsi-fungsi jasmani rokhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. BAYI PREMATUR DAN KEGUGURAN&lt;br /&gt;Jika terdapat kekurangan mineral-vitamin dan hormon-hormon, biasanya janin itu mengisap mineral dan hormon dari ibunya, dengan mengorbankan kondisi ibunya. Inilah salah satu risiko bagi ibu hamil. Dengan sendirinya ada batas-batasnya sampai di mana seorang ibu bisa memberikan zat makanan dan gizi pada janinnnya; dan jelas ada batas optimum seorang bayi bisa menyerap zat makanan tersebut dari ibunya. Selanjutnya, peristiwa:&lt;br /&gt;1) Kekurangan gizi dan hormon-hormon tertentu pada ibu&lt;br /&gt;2) Faktor hereditas atau sifat-sifat keturunan yang defektif&lt;br /&gt;3) Kecelakaan pada saat kehamilan atau kelahiran, bisa mengakibatkan kematian bayi dan abnormalitas pada bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kekurangan gizi, zat makanan, mineral dan hormon-hormon tertentu itu begitu hebatnya, maka janin tidak bisa tumbuh dengan normal, sehingga terjadi keguguran; atau bayi mati dalam kandungan. Kondisi yang sangat buruk biasanya mengakibatkan kelemahan dan kerusakan-kerusakan tertentu pada bayi. Data medis juga menunjukkan, bahwa pada kehamilan-kehamilan abnormal (yang komplikatif) banyak terjadi peristiwa kematian bayi dan peristiwa luka-luka serius berupa kerusakan pada sistem otak.&lt;br /&gt;Kerusakan tadi bisa langsung menimbulkan akibat serius berupa kematian sewaktu bayi masih dalam kandungan atau pada saat kelahirannya. Tapi bisa juga mengakibatkan peristiwa kerusakan yang lebih “ringan” berupa: cerebral palsy (kelumpuhan karena luka-luka pada otak), epilepsi atau ayan, deficiency mental (cacat mental) yang ringan, tidak mampu membaca, abnormalitas-abnormalitas tingkah laku, dan sulit belajar. Di samping itu, kelahiran bayi yang abnormal dan amat sulit ada kalanya mengakibatkan kesulitan-kesulitan pada anak berupa: hiperaktivitas, kekacauan emosional, dan disorganisasi kepribadian.&lt;br /&gt;Bayi-bayi yang lahir selamat sebelum waktunya atau sebelum mencapai periode kandungan secara penuh, disebut sebagai bayi prematur (bayi kurang umur). Jika bayi prematur ini bisa bertahan, biasanya dia lebih lemah dan lebih banyak mengalami kesulitan/hambatan dalam pertumbuhannya. Ia harus dimasukkan dalam incubator atau couveuse (semacam mesin pengeram) untuk mendapatkan kehangatan seperti kondisi dalam rahim ibu, karena ia kekurangan lemak.&lt;br /&gt;Teori ilmu kedokteran modern menyatakan, bahwa peristiwa kelahiran bayi prematur dan abortus spontan (keguguran biasa, keguguran tidak sengaja) itu antara lain disebabkan oleh:&lt;br /&gt;1) Gangguan pada supply hormonal&lt;br /&gt;2) Ketidakimbangan endokrin&lt;br /&gt;3) Defisiensi atau kerusakan pada ovarium atau indung telur&lt;br /&gt;4) Gangguan thyroid atau kelenjat gondok, hypophyse (sambungan otak) dan gangguan pada hormon-hormon&lt;br /&gt;5) Keempat sebab itu diprovosir dan diperhebat oleh faktor-faktor emosional dan faktor psikis (faktor psikogenik) dari ibu yang tengah mengandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan peristiwa keguguran-tidak-sengaja itu sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor psikogenik. Keterangannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Faktor penyebab utamanya terletak pada psike atau jiwa wanita yang tengah hamil itu. Yaitu padanya terdapat gangguan-gangguan emosional yang serius, konflik-konflik batin, penolakan terhadap janin atau bakal bayinya, kecemasan dan keengganan untuk menjadi hamil, ketakutan dan kecemasan yang khronis, dan lain-lain.&lt;br /&gt;2) Wanita yang hamil tadi secara tidak sadar “melakukan abortus dalam fikirannya” (secara tidak sadar menolak kehamilannya). Penolakan yang berlangsung di bawah sadar atau tidak disadari itu begitu kuatnya, sehingga mengakibatkan terjadinya peristiwa keguguran biasa atau abortus spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun abortus yang disengaja, sedikit atau banyak merupakan aktivitas volunter, yang dikehendaki sendiri secara sadar. Abortus macam ini biasanya merupakan mekanisme paling efisien untuk “menyesuaikan diri” terhadap tuntutan realitas hidup. Artinya, abortus dengan jalan sengaja membuang janin yang dianggap sebagai parasit yang merugikan bagi wanita yang bersangkutan dan mengakibatkan kehamilannya itu dirangsang oleh rasa aib, rasa berdosa, rasa devaluasi-diri, dan putus asa. Kehamilan tadi dirasakan sebagai beban yang berat atau sebagai hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;MASA BAYI 0-2 TAHUN (PERIODE VITAL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tugas perkembangan&lt;br /&gt;2. Kemampuan mental dan kontrol terhadap sikap badan&lt;br /&gt;3. Pengenbangan fungsi-fungsi dan perbedaan individual&lt;br /&gt;4. Kehidupan emosional dan arti indungan&lt;br /&gt;5. Tangis bayi&lt;br /&gt;6. Menyusu dan kebiasaan makan&lt;br /&gt;7. Kesulitan pada periode menyusu&lt;br /&gt;8. Relasi antara seksualitas dengan mengisap-menyusu&lt;br /&gt;9. Arti tidur bagi bayi&lt;br /&gt;10. Beberapa reaksi sensoris lainnya&lt;br /&gt;11. Perkembangan bahasa bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. TUGAS PERKEMBANGAN&lt;br /&gt;Masa bayi disebut juga sebagai periode vital, karena kondisi fisik dan mental bayi menjadi fundasi kokoh bagi perkembangan dan pertumbuhan selanjutnya. Karena itu peranannya sangat vital dan penting.&lt;br /&gt;Sejak hari-hari pertama sesudah kelahirannya, bayi menampilkan kepegasan (veerkrachtigneid) dan gelora gairah untuk menggunakan segenap kemampuannya.&lt;br /&gt;Dalam menanggapi berbagai pengaruh lingkungan, pada umumnya respons/reaksi bayi bersifat “positif”. Tingkah laku bayi yang masih sangat muda itu lebih bersifat “positif” daripada “negatif’. Sikap yang positif itu berwujud gerak menuju stimulas/perangsang, antara lain berupa: mendengarkan , meraih, menjangkau, memegang, senyum, ketawa, mendekati orang dewasa (dengan menggulingkan tubuh atau merangkak), meracau gembira, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sedang reaksi yang “negatif”, yaitu berupa gerakan menjauhi/menghindari stimulus, antara lain berupa: gerak menolak, mundur terkejut, tangis, sedu-sedan, memberengut, mengkerutkan dahi, merengek-rengek, surut takut, menolak, dan menjauhi orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. KEMAMPUAN MENTAL DAN KONTROL TERHADAP SIKAP BADANNYA.&lt;br /&gt;Pada umumnya kemampuan mental bayi itu lebih cepat berkembang daripada kemampuan fisik (jasmaniah). Bayi mereaksi dengan senyum terhadap ibunya. Pada usia 3 minggu, bila ia ditelungkupkan, bayi akan berusaha mengangkat kepala dan dagunya dari atas kasur. Dan beberapa bulan kemudian (kira-kira sesudah minggu ke-8), ia sudah bisa mengembangkan kontrol postural. Yaitu kontrol terhadap sikap badan dan kepalanya, dengan menegakkan badan dan menggerak-gerakkan kepala. Dan pada minggu ke-12-16 ia mampu menegakkan kepalanya dalam posisi duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PENGEMBANGAN FUNGSI-FUNGSI DAN PERBEDAAN INDIVIDUAL.&lt;br /&gt;Anak yang baru lahir dan sehat, dengan cepat akan mengembangkan semua fungsi jasmaniah dan rokhaniahnya. Fungsi-fungsi tetentu tampil pada waktu-waktu tertentu, berupa ketrampilan-ketrampilan, yang perlu mendapatkan latihan untuk perkembangan secara penuh. Oleh karena itu setiap fungsi mempunyai masa kepekaan sendiri-sendiri. Ada anak-anak yang lebih cepat perkembangan fungsinya, dan ada yang lebih lambat, sebab:&lt;br /&gt;1) Tempo/kecepatan dan irama perkembangan tersebut berbeda-beda pada setiap fase dan setiap anak.&lt;br /&gt;2) Perbedaan tadi juga disebabkan pula oleh bakat pembawaan, temperamen, dan kepribadian anak yang tidak sama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang sangat mencolok dalam fase pertumbuhan bayi ialah: kemampuan mental dan daya akalnya pada umumnya berkembang lebih cepat dari kemampuan fisiknya. Keaktifan jasmaniah anak bayi itu berkembang sebagai berikut:&lt;br /&gt;Bulan pertama    : melihat, mendengar, mencium/membau&lt;br /&gt;Dan kedua    dan merasakan dengan segenap inderanya.&lt;br /&gt;Bulan ketiga : pada akhir bulan ini bayi menegakkan dan menggerak-gerakkan   kepala.&lt;br /&gt;Bulan kelima : telungkup dan menggeser-geserkan badan.&lt;br /&gt;Dan keenam&lt;br /&gt;Bulan ketujuh : duduk&lt;br /&gt;Bulan kedelapan : merangkak&lt;br /&gt;Bulan kesembilan : mengangkat badan dan bangkit berdiri&lt;br /&gt;Dan kesepuluh&lt;br /&gt;Bulan kesebelas : merambat, jalan dengan berpegangan&lt;br /&gt;Bulan keduabelas : berdiri sendiri dan mulai berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan fungsi-fungsi jasmaniah dapat kita bedakan dalam 5 macam perkembangan ketrampilan, yaitu:&lt;br /&gt;1. perkembangan motorik dan gerak refleks.&lt;br /&gt;2. kemampuan merangkak.&lt;br /&gt;3. kemampuan duduk.&lt;br /&gt;4. kemampuan berdiri dan berjalan.&lt;br /&gt;5. ketrampilan memanipulasi tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PERKEMBANGAN MOTORIK DAN GERAK REFLEKS&lt;br /&gt;               Arti motorik ialah segala faktor yang bisa menimbulkan gerakan-gerakan pada seluruh bagian tubuh. Biasanya orang membedakan 3 jenis motorik, yaitu:&lt;br /&gt;a. motorik statis, seperti pada keseimbangan tubuh, sikap badan yang tegak lurus, dan gerakan-gerakan lengan serta kaki.&lt;br /&gt;b. Ketangkasan/ketrampilan tangan, jari-jari dan pergelangan tangan (manipulasi tangan, jari dan pergelangan).&lt;br /&gt;c. Penguasaan terhadap otot dan urat-urat pada wajah.&lt;br /&gt;Gangguan motorik antara lain disebabkan oleh: kerusakan pada pusat syaraf, cerebral palsy, poliomyelitis yang menyebabkan kelumpuhan karena ada kerusakan pada sumsum tulang belakang; ataupun karena anak tidak pernah diberikan kesempatan sedikitpun untuk bermain-main dan melatih otot-ototnya dengan melakukan gerakan-gerakan, sehingga terjadi peristiwa atrofi (melisut, melemah lumpuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. KEMAMPUAN MERANGKAK&lt;br /&gt;           Kemampuan merangkak diartikan sebagai ketrampilan bergerak maju dengan tangan dan kaki, sambil mengangkat badan dari dasar tempat menelungkup. Kira-kira pada minggu ke 12-16, ia mulai bisa telungkup sambil mengangkat kepala; sedang tubuh masih melekat pada dasar, sambil bertelekan pada kedua lengan dan siku-sikunya. Pada minggu ke 24-28, dia tidak memakai tumpuan kedua lengannya lagi, akan tetapi sekarang bertumpu pada kedua telapak tangan dan jari-jarinya; sedang kepala dan tubuh seluruhnya bisa ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KEMAMPUAN DUDUK&lt;br /&gt;Kemampuan duduk itu bertujuan untuk mendapatkan kebebasan bergerak bagi kepala, tubuh dan kedua belah lengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KEMAMPUAN BERDIRI DAN BERJALAN&lt;br /&gt;Tegak berdiri dan berjalan pada dua kaki itu merupakan ketrampilan khas manusiawi. Pada usia 6-7 bulan, bayi mulai mereaksi aktif lagi bila kakinya disentuhkan pada satu alas. Ia akan berusaha meluruskan kaki, dan mengangkat tubuhnya untuk beberapa saat. Pada akhir bulan ke-9 dan permulaan ke-10, ia dapat berdiri tegak pada kedua telapak kakinya sambil berpegangan  dengan kedua belah tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. KETRAMPILAN MEMANIPULASI TANGAN DAN JARI-JARI&lt;br /&gt;Gerak-gerak tangan itu mulanya berupa refleks Umklammerung, yaitu gerak merangkul dan mencengkeram yang tidak terkoordinasi; akan tetapi lambat laun bisa dikuasai dan dikontrol lebih baik. Pada kira-kira usia 4 bulan dia bisa memanipulasikan pergelangan tangan dan jari-jarinya. Dan baru pada usia   6 bulan ia mampu menindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya, atau memegangnya dengan kedua belah tangannya. Dan kira-kira pada usia 12 bulan, bayi tidak lagi mencengkeram benda-benda yang bisa dijangkaunya, akan tetapi memegangnya dengan ibu jari dan telunjuknya; jadi ada penghalusan dan penyederhanaan gerak jari-jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KEHIDUPAN EMOSIONAL DAN ARTI INDUNGAN&lt;br /&gt;Perkembangan kehidupan emosional bayi itu sudah terbina sejak ia masih berupa janin dalam kandungan ibunya. Yaitu berlangsung melalui unitas kehidupan psikis di antara ibu dan janinnya.&lt;br /&gt;Sarjana Harry Stack Sullivan (1953) menyebut kaitan emosional ini sebagai empati  (empathy), yang berkembang sejak janin ada dalam rahim ibunya; dan empati tersebut akan mewarnai segenap kehidupan emosional bayi sepanjang perkembangannya. Jika ibu itu menyesali dan membenci sekali bayinya, biasanya akan muncul banyak kesulitan; antara lain berupa: kesukaran menyusu (bayi sulit sekali mengisap), ada gangguan pencernaan, bayi menderita kolik, dan ia tidak mau lagi hidup. Dengan berlalunya waktu, kontak penuh kasih sayang dengan orang tua itu bukan hanya merupakan:&lt;br /&gt;1) Sumber kepuasan dan kebahagiaan saja, akan tetapi juga bisa&lt;br /&gt;2) Memperkuat kepribadian anak dalam menanggung semua bentuk duka derita, luka dan kememaran, sebagai akibat dari macam-macam deraan hidup&lt;br /&gt;3) Juga penting sekali perkembangan karakter/watak dan kehidupan emosionalnya, yang akan mewarnai sikap hidup serta relasinya dengan individu lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. TANGIS BAYI&lt;br /&gt;Tangis bayi dan anak-anak yang masih amat muda itu mempunyai fungsi dan arti yang kompleks. Melalui tangisnya bayi menampilkan keinginan, kebutuhan, rasa tidak senang, kesakitan, kemarahan, ketidaksabaran, kekhawatiran, dan semua bentuk duka-cita atau rasa-rasa negatif.&lt;br /&gt;Tangis dijadikan alat pengekspresi perasaan dan kemauan bayi; juga sebagai pengganti bahasa yang belum berkembang. Oleh karena itu bisa difahami, mengapa bayi dan anak kecil itu suka menangis dalam mengungkapkan perasaan dan kemauannya.&lt;br /&gt;6. MENYUSU DAN KEBIASAN MAKAN&lt;br /&gt;Jika bayi merasa lapar, ia akan jadi gelisah, yang tampak pada gerakan-gerakannya penuh keresahan. Akhirnya dia akan menangis minta disusui ibunya atau diberi susu botol. Jika bayi itu sudah disusui, ia akan menjadi tenang kembali. Pada umumnya, bayi-bayi sehat membutuhkan minum air susu setiap 3 jam sekali. Kebiasaan menyusu dan makan itu hendaknya lebih ditandaskan pada kebutuhan kodrati anak; jangan dititik-beratkan pada kepatuhan terhadap aturan-aturan ketat, foemula-formula menu, dan tata cara makan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. KESULITAN-KESULITAN PADA PERIODE MENYUSU&lt;br /&gt;Ada bayi yang mempunyai kebiasaan mengisap ibu jari, tangan atau jari-jarinya; khususnya pada saat tumbuhnya gigi-gigi. Seorang bayi mungkin untuk sementara waktu menghentikan kebiasaan mengisap ibu jari dan tangannya, untuk kemudian melakukan hal yang sama selama beberapa tahun.&lt;br /&gt;Kesulitan menyusu bisa berbentuk (1) penolakan terhadap air susu, (2) agresi oral dengan jalan sering menggigit putting payudara ibunya, (3) keengganan menyusu, (4) kecenderungan untuk tidur lelap jika disusui, (5) kegelisahan diwaktu tidur karena kurang kenyang, (6) rewel khronis, dan (7) tangis bayi yang terus-menerus; terutama sekali disebabkan oleh: faktor psiko genis. Yang disebabkan oleh kondisi psikis/kejiwaan ibunya yang kurang mapan. Sebab, gangguan psikis ibu itu pasti mengait kondisi anak bayinya.&lt;br /&gt;Memang ada juga ibu-ibu yang tidak mau atau enggan menyusui bayinya dengan air susu sendiri; walaupun air susunya keluar dengan berlimpah-limpah. Hal ini disebabkan oleh sikap hidupnya yang tidak mapan. Umpama saja:&lt;br /&gt;1) Dia merasa sebagai “seekor sapi perahan” yang dieksploiter oleh bayinya,&lt;br /&gt;2) Bayinya dianggap sebagai parasit yang “membahayakan” sekuritas dirinya,&lt;br /&gt;3) Ia merasa takut kehilangan kemontokan bentuk payudaranya kalau menyusui anaknya,&lt;br /&gt;4) Wanita yang bersangkutan cenderung mengingkari fungsi keibuannya&lt;br /&gt;5) Fungsi keibuannya dikalahkan oleh ambisi-ambisi profesional yang ekstrim, sehingga dia tidak mau atau todak sempat menyusui bayinya.&lt;br /&gt;Dengan munculnya keseganan untuk menyusui sendiri bayinya itu mulailah timbul sederetan keulitan pada periode menyusui. Kesulitan lingkaran vicious itu berupa:&lt;br /&gt;a) Bayinya menjadi sering rewel, suka menangis,&lt;br /&gt;b) Tidak mau menyusui;&lt;br /&gt;c) Tidak bisa tidur nyenyak dan mudah terkejut karena tidak puas menyusu ibuny, atau karena masih merasa lapar,&lt;br /&gt;d) Bayi tersebut suka menggigit putting ibunya,&lt;br /&gt;e) Bayi menderita kolic, dan lain-lain. Sedang ibunya menjadi semakin agresif, makin tidak sabaran, semakin membenci anaknya; lalu enggan atau tidak mau sama sekali menyusui anak bayinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. RELASI ANTARA SEKSUALITAS DENGAN MENGISAP-MENYUSU&lt;br /&gt;Kegiatan terpenting dari bayi dan kanak-kanak yang sangat muda ialah: penggunaan lidah, bibir dan mulutnya untuk menyusu serta menelan makanan. Menurut sarjana Freud bermanipulasi dengan mulut dan kegiatan mengisap (sebagai usaha mengurangi rasa lapar) itu merupakan kegiatan yang mengasikkan, dan memberikan kepuasan pada anak dan bayi.&lt;br /&gt;Kepuasan oral (oral = didalam mulut) yang ditimbulkan oleh stimulasi dalam daerah-mulut anak itu menurut Freud merupakan tanda seksualitas. Kepuasan oral ini desebutkan pula sebagai erotisisme oral; dan periode dimana anak banyak menghayati pengalaman tersebut dinamakan fase oral atau stdium perkembangan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. ARTI TIDUR PADA BAYI&lt;br /&gt;Perumbuhan dan perkembangan bayi yang amat muda itu berlangsung dalam kondisi tidur. Sebab bayi yang baru lahir menggunakan sebagian besar dari waktunya untuk tidur. Pada usia 0-5 bulan, 2/3 bagian dari hari (kurang lebih 16 jam, bahkan sering lebih) dipakai oleh bayi untuk tidur. Akan tetapi pada usia 2-3 tahun, waktu tidur tinggal kurang lebih ½ hari atau 12 jam saja. Sedang manusia dewasa menggunakan waktu kurang lebih 8 jam atau Cuma 1/3 hari untuk beristirahat dan tidur.&lt;br /&gt;Tidur itu bagi seorang bayi berarti cara paling nyaman untuk beristirahat dan memperbaharui segenap energinya guna melakukan kegiatan-kegiatan di waktu jaga. Kesulitan-kesulitan melakukan regulasi-kodrati untuk tidur yaitu sulit sekali tidur, dan tidurnya tidak nyenyak pada umumnya disebabkan oleh faktor fisik dan faktor psikologis. Faktor fisik umpamanya berupa:&lt;br /&gt;1) Karena malnutrisia/kurang gizi bayi jadi rewel dan banyak menangis, lalu tidak bisa tidur nyenyak&lt;br /&gt;2) Gangguan disebabkan oleh macam-macam penyakit&lt;br /&gt;3) Ada gangguan pada alat pencernaan&lt;br /&gt;4) Oleh luka-luka atau terdapat gangguan jasmaniah lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang penyebab psikologis antara lain adalah:&lt;br /&gt;1) Bayi/anak mengalami ketegangan batin&lt;br /&gt;2) Hatinya sangat terangsang dan “gempar bergolak”/excited&lt;br /&gt;3) Ia merasa gelisah resah, gundah gulana, cemas dan takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. BEBERAPA REAKSI SENSORIS LAINNYA&lt;br /&gt;Daya penglihatan bayi itu mula-mula juga belum berfungsi dengan baik dan belum terkoordinasi. Pada umumnya perkembangan penglihatan itu berlangsung sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Usia 5 hari : bayi mampu mengikuti gerak seberkas cahaya&lt;br /&gt;2) Usia 3 minggu : mampu mengikuti sejenak gerak suatu benda&lt;br /&gt;3) Usia 5 minggu : mampu mengikuti benda yang bergerak secara horisontal&lt;br /&gt;4) Usia 9 minngu : mampu mengikuti benda yang bergerak secara vertikal&lt;br /&gt;5) Usia 2 tahun : anak mampu menggunakan matanya sama trampilnya dengan kemampuan orang dewasa. Dengan sendirinya anak baru mampu melihat dengan “sudut pandangan sendiri”, dan dengan pengertian yang masih sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi berusia 9-11 minggu yang mampu mengenal ayah dan bundanya. Dan pada usia kurang lebih 14-15 minggu, bayi tersebut sudah bisa membedakan anggota keluarga sendiri dari orang-orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. PERKEMBANGAN “BAHASA” BAYI&lt;br /&gt;Perkembangan mental lainnya pada bayi ialah kemampuan menggunakan kata-kata permulaan; ada pengembangan bahasa. Ia mulai bersuara untuk mengingatkan kehadirannya pada orang dewasa dan ibunya. Mula-mula bayi meracau dengan menggunakan suara dan lafal tertentu sebagai alat berkomunikasi dengan orang dewasa.&lt;br /&gt;Pada usia 9-10 bulan bayi mulai menggunakan suku kata yang diulang, seperti “ma-ma, pa-pa, mam-mam, wawa, ik-ik, uk-uk” sebagai usaha pertama untuk menunjukkan benda. Jadi perkembangan bahasanya berjalan searah dengan perkembangan inteligensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;MASA KANAK-KANAK 1-5 TAHUN&lt;br /&gt;(periode estetis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Naluri dan pengenalan pertama&lt;br /&gt;2) Sifat egosentrisme naif&lt;br /&gt;3) Relasi sosial yang primitif&lt;br /&gt;4) Kesatuan susunan rokhani yang hampir tak terpisahkan&lt;br /&gt;5) Anak bersikap fisiognomis&lt;br /&gt;6) Masa kritis dan Trotzalter pertama&lt;br /&gt;7) Seksualitas awal pada anak&lt;br /&gt;8) Arti bermain bagi anak&lt;br /&gt;9) Arti bahasa bagi anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. NALURI DAN PENGENALAN PERTAMA&lt;br /&gt;Anak dilahirkan di dunia dalam kondisi serba kurang lengkap; sebab semua naluri, fungsi jasmaniah, serta rokhaniahnya belum berkembang dengan sempurna. Sarjana william Stern menyatakan kemampuan pengenalan bayi dan anak-anak itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Mula-mula anak bayi hidup dalam milieu yang sangat sempit, yaitu dibatasi oleh kebesaran/sosok badan sendiri. Lingkungan ini disebut sebagai URRAUM (ruang lingkup asal).&lt;br /&gt;2) Sesudah beberapa minggu usianya, ruang-lingkup ini meluas sampai lingkungan yang dekat; disebut sebagai NAHRAUM (ruang lingkup dekat).&lt;br /&gt;3) Dan sesudah beberapa bulan kemudian, ruang lingkup tersebut lebih melebar luas sampai lingkungan yang jatuh; disebut sebagai FERNRAUM (ruang lingkup jauh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ciri khas pada masa kanak-kanak yang dapat disebutkan, berdasarkan pendirian ilmu jiwa modern ialah:&lt;br /&gt;a. Bersifat egosentris-naif&lt;br /&gt;b. Mempunyai relasi sosial dengan benda-benda dan manusia yang sifatnya sederhana dan primitif&lt;br /&gt;c. Ada kesatuan jasmani dan rokhani yang hampir-hampir tidak terpisahkan sebagai satu totalitas&lt;br /&gt;d. Sikap hidup yang fisiognomis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SIFAT EGOSENTRIS NAIF&lt;br /&gt;Egosentris atau paham mementingkan diri sendiri itu adalah sifat yang buruk, dan dimiliki seseorang karena atribut tersebut dikehendaki dan disadari benar, karena selalu mengutamakan kepentingan sendiri.&lt;br /&gt;Sikap egosentris yang naif ini bersifat temporer atau sementara; senantiasa dialami oleh setiap anak dalam proses perkembangannya. Oleh karena itu setiap anak di bawah usia 3 tahun hampir selalu bersikap egosentris naif, betapapun beragamnya sifat pembawaan masing-masing. Dia belum bisa memahami, bahwa suatu peristiwa tertentu itu bagi orang lain mempunyai arti yang lain sekali, berbeda dengan pengertian anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. RELASI SOSIAL YANG PRIMITIF&lt;br /&gt;Ikatan sosialnya masih bersifat simple dan primitif; sebab masih belum muncul kesadaran dan pengertian akan adanya orang lain dan benda-benda lain di luar dirinya, yang sifatnya berbeda dengan dia. Anak-anak tersebut berkeyakinan, bahwa orang lain itu menghayati dan merasakan setiap peristiwa seperti penghayatan sendiri.&lt;br /&gt;Ringkasnya, kehidupan individual dan kehidupan sosial masih belum terpisakan oleh anak. Anak Cuma bisa meminati benda-benda dan peristiwa sesuai dengan dunia-fantasi dan dunia keinginannya. Boleh diakatakan anak tersebut membangun dunianya sesuai dengan khayalan dan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KESATUAN JASMANI-ROKHANI YANG HAMPIR TIDAK TERPISAHKAN&lt;br /&gt;Dalam fase kehidupan pertama ini, dunia lahiriah dan dunia batiniah anak masih belum terpisahkan. Artinya, anak belum dapat memahami perbedaannya. Isi lahiriah dan isi batiniah masih merupakan kesatuan yang bulat. Oleh karena itu penghayatan anak dikeluarkan/di-ekspresikan secara bebas, spontan, dan jujur dalam setiap mimik gerak, tingkah laku, dan bahasanya.&lt;br /&gt;Lambat laun dengan bertambahnya umur, anak akan menjadi sadar akan perbedaan di antara kehidupan lahir dan kehidupan batinnya. Secara berangsur-angsur ia akan belajar menahan diri untuk tidak berteriak-teriak gusar dan tidak bergulung-gulung sambil menangis. Ia belajar menahan kemarahan serta mengendalikan emosinya. Pendeknya, anak mulai belajar mengendalikan dan mengontrol ledakan-ledakan kehidupan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ANAK BERSIKAP FISIOGNOMIS TERHADAP DUNIA SEKITARNYA&lt;br /&gt;Anak bersikap fisiognomis itu artinya; anak secara langsung memberikan atribut/sifat lahiriah atau materiil (sifat, konkrit, nyata, seperti sifatnya benda-benda) pada setiap penghatannya. Perkenalan dan komunikasinya dengan dunia luar bercorak sangat afektif, karena diwarnai dengan emosi-emosi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. MASA KRITIS DAN TROTZALTER PERTAMA&lt;br /&gt;Perkembangan bayi dan anak-anak yang masih muda itu sangat bergantung pada pemeliharaan dan bantuan orang dewasa. Masa menentang atau Trotzalter pertama disebut pula sebagai fase negatif, fase beraja-raja (kemraja-raja), atau periode Verneinung.&lt;br /&gt;Lama fase ini berlangsung kira-kira 2-10 bulan. Timbulnya tanpa sebab-sebab tertentu, dan akan hilang atau mereda dengan sendirinya. Masa menentang ini disebut pula sebagai masa transisi; yaitu masa peralihan dari satu masa-pertumbuhan melompat pada masa-perkembangan lainnya; dan pada umumnya ditandai oleh ledakan-ledakan tingkah laku yang “kuat” dan revolusioner sifatnya.&lt;br /&gt;Masa menentang ini disebut pula sebagai periode-rebelli (rebellion-pemberontakan) atau periode pra-oedipul. Dengan munculnya tingkah laku menentang, keras kepala, dan “semau gue” itu sekali-kali anak bukannya secara sadar mau menentang terhadap kewibawaan dan bantuan ibunya. Masa menentang ini disebut pula sebagai masa kritis/genting, karena mengundang bahaya berupa:&lt;br /&gt;1) Salah-tingkah dari orang tua yang kurang bijaksana serta tidak sabaran, serta&lt;br /&gt;2) Salah-bentuk dari kebiasaan-kebiaaan anak yang buruk, (misalnya menjadi terlalu manja, bengal yang berkepanjangan, dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. SEKSUALITAS AWAL PADA ANAK&lt;br /&gt;Sigmund Freud menyebutkan fase pertama dari perkembangan anak-anak sebagai masa pragenital, 0-2 tahun; yang dibagi atas masa-oral (dengan tujuan erotisme oral) dan masa-anal (dengan erotisme anal). Disebut sebagai masa pragenital (prae = sebelum mendahului; genitalia = alat kelamin), karena pada masa tersebut anak belum menyadari benar akan arti dan perbedaan alat kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. ARTI BERMAIN BAGI ANAK BEBERAPA TOERI TENTANG BERMAIN&lt;br /&gt;Pada usia kanak-kanak fungsi bermain mempunyai pengaruh besar sekali bagi perkembangan anak. Jika pada orang dewasa sebagian besar dari perbuatannya diarahkan pada pencapaian tujuan dan prestasi dalam bentuk kegiatan KERJA, maka kegiatan anak sebagian besar berbentuk aktivitas BERMAIN. Gerak-gerak permainan anak itu disebabkan oleh:&lt;br /&gt;1) Kelebihan tenaga yang terdapat pada dirinya; dan dikemudian hari digerakkan oleh&lt;br /&gt;2) Dorongan belajar guna melatih semua fungsi jasmani dan rokhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa teori yang menjelaskan arti serta nilai permainan. Yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Teori rekreasi&lt;br /&gt;2) Teori pemunggahan&lt;br /&gt;3) Teori atavistis&lt;br /&gt;4) Teori biologos&lt;br /&gt;5) Teori psikologi dalam&lt;br /&gt;6) Teori fenomenologis&lt;br /&gt;1. Teori rekreasi yang dikembangkan oleh Schaller dan Lazarus, dua orang sarjana Jerman di antara tahun 1841 dan 1884. mereka menyatakan permainan itu sebagai kesibukan rekreatif, sebagai lawan dari KERJA dan keseriusan hidup. Orang dewasa mencari kegiatan bermain-main, apabila ia merasa capai sesudah bekerja atau sesudah melakukan tugas-tugas tertentu. Dengan begitu permainan tadi bisa “me-rekriir” kembali kesegaran tubuh yang tengah lelah.&lt;br /&gt;2. Teori pemunggahan (ontladingstheorie)&lt;br /&gt;Menurut sarjana Inggris Herbert Spencer, permainan itu disebabkan oleh mengalir-keluarnya energi, yaitu tenaga yang belum dipakai dan menumpuk pada diri anak itu menuntut dimanfaatkan atau dipekerjakan. Teori ini disebut pula sebagai teori “kelebihan tenaga” (krachtoverschot-theorie). Maka permainan merupakan katup pengaman bagi energi vital yang berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;3. Teori atavistis&lt;br /&gt;Sarjana Amerika Stanley Hall dengan pandangannya yang biogenetis menyatakan, bahwa selama perkembangannya, anak akan mengalami semua fase kemanusiaan. Permainan itu merupakan penampilan dari semua faktor hereditas (waris, sifat keturunan); yaitu, segala pemgalaman jenis manusia sepanjang sejarah akan diwariskan kepada anak keturunannya.&lt;br /&gt;4. Teori biologis&lt;br /&gt;Karl groos, sarjana Jerman (di kemudian hari Maria Montessori juga bergabung pada paham ini) menyatakan: permainan itu mempunyai tugas biologis, yaitu melatih macam-macam fungsi jasmani dan rokhani. Waktu-waktu bermain merupakan kesempatan baik bagi anak untuk melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungan hidup dan terhadap HIDUP itu sendiri.&lt;br /&gt;5. Teori psikologi dalam&lt;br /&gt;Menurut teori ini, permainan merupakan penampilan dorongan-dorongan yang tidak disadari pada anak-anak dan orang dewasa. Ada dua dorongan yang paling penting pada diri manusia. Menurut Adler ialah: dorongan berkuasa; dan menurut Freud ialah: dorongan seksual atau libido sexualis. Adler berpendapat, bahwa permaianan memberikan pemuasan atau kompensasi terhadap perasaan-perasaan diri-lebih (superieuriteits-gevoelens, meerwaardig-heidsgevoelens) yang fiktif. Dalam permainan tadi juga bisa disalurkan perasaan-perasaan yang lemah dan perasaan-peraaan rendah hati (minderwaardigheidsheidsgevoelens, perasaan minder atau inferior).&lt;br /&gt;6. Teori fenomenologis&lt;br /&gt;Profesor Kohnstamm, seorang saejana Belanda yang mengembangkan teori fenomenologis dalam pedagogik teoretisnya menyatakan, bahwa permainan merupakan satu fenomena/gejala yang nyata, yang mengandung unsur suasana permaianan (spelsfeer). Dorongan bermain merupakan dorongan untuk menghayati suasana bermain itu. Yakni tidak khusus bertujuan untuk mencapai prestasi-prestasi tertentu, akan tetapi anak bermain untuk permainan itu sendiri. Jadi tujuan permainan ialah permainan itu sendiri. Dalam suasana permainan itu terdapat faktor:&lt;br /&gt;1. kebebasan&lt;br /&gt;2. harapan dan&lt;br /&gt;3. kegembiraan&lt;br /&gt;4. unsur ikhtiar dan&lt;br /&gt;5. siasat untuk mengatasi hambatan serta perlawanan&lt;br /&gt;Ringkasnya, menurut teori fenomenologis permainan mempunyai arti dan nilai bagi anak sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Permaianan merupakan sarana penting untuk mensosialisasikan anak. Yaitu sarana untuk mengintrodusir anak jadi anggota suatu masyarakat, agar anak bisa mengenal dan menghargai masyarakat manusia. Dalam suasana permainan itu tumbuhlah rasa kerukunan yang sangat besar artinya bagi pembentukan sosial sebagai manusia budaya.&lt;br /&gt;2. Dengan permainan dan situasi bermain anak bisa mengetest dan mengukur kemampuan serta potensi sendiri. Ia belajar menguaai macam-macam benda; juga belajar memahami sifat-sifat benda dan peristiwa yang berlangsung dalam lingkungannya.&lt;br /&gt;3. Dalam situasi bermain anak bisa menampilkan fantasi, bakat-bakat, dan kecenderungannya. Anak laki bermain-main dengan mobil-mobilan, dana anak perempuan dengan boneka-bonekanya. Jika kita menberikan kertas dan gunting pada sekelompok anak-anak kecil, masing-masing akan menghasilkan “karya” yang berbeda, sesuai dengan bakat dan kemampuan.&lt;br /&gt;4. Di tengah permainan itu setiap anak menghayati macam-macam emosi. Dia merasakan kegairahan dan kegembiraan; dan tidak secara khusus mengharapkan prestasi-prestasi. Dengan demikian, permainan mempunyai nilai yang sama besarnya dengan nilai seni bagi orang dewasa.&lt;br /&gt;5. Permainan itu menjadi alat-pendidikan, karena permainan bisa memberikan rasa kepuasan, kegembiraan dan kebahagiaan kepada diri anak.&lt;br /&gt;6. Permainan memberikan kesempatan pra-latihan untuk mengenal aturan-aturan permainan, mematuhi norma-norma dan larangan, dan bertindak secara jujur sreta loyal. Semua ini untuk persiapan bagi penghayatan “fair play” dalam pertarungan hidup di kemudian harinya.&lt;br /&gt;7. Dalam bermain anak belajar menggunakan semua fungsi kejiwaan dan fungsi jasmaniah dengan suasana-hati kesungguhan. Hal ini penting guna memupuk sikap serius dan bersungguh-sumgguh pada usia dewasa untuk mengatasi setiap kesulitan hidup yang dihadapi sehari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk permainan bisa kita bagikan dalam 3 kelompok yaitu: permainan gerakan, memberi bentuk, dan ilusi.&lt;br /&gt;a. Permainan gerakan. Pada mulanya bayi bermain-main sendirian, untuk “melatih” gerakan-gerakan badan dan anggota tubuh dengan melakukan macam-macam manipulasi. Pada usia 3-4 tahun timbul kebutuhan untuk bermain-main dengan kawan-kawan. Selanjutnya anak melakukan kerjasama dengan teman sepermainannya dengan beraneka ragam gerak dan ulah tubuhnya.&lt;br /&gt;b. Permainan memberi bentuk. Alat permainan dan bahan permainan yang paling baik ialah: materi tanpa bentuk; misalnya lilin/malam, kertas, air, tanah liat, balok-balok kayu, pasir dan lain-lain. Dan tempat bermain yang paling ideal bagi anak ialah: pantai yang tenang dan teduh.&lt;br /&gt;c. Permainan ilusi. Pada jenis permainan ini unsur fantasi memegang peranan paling menonjol. Misalnya sebuah sapu menjadi “kuda tunggangan”, kursi menjadi sebuah mobil atau kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frobel berpendapat, bahwa permainan bisa memberikan pada anak kesempatan bergiat untuk memuaskan dorongan sibuk dan melaksanakan/merealisir fantasinya. Frobel mementingkan unsur-unsur fantasi, kegembiraan dan kebebasan, untuk waktu “sekarang”, di dalam setiap permainan.&lt;br /&gt;Maria montessori paling mengutamakan kegiatan melatih pancaindera dan semua fungsi-fungsi. Jika frobel lebih menekankan perkembangan anak pada saat sekarang dengan jalan bergembira, berfantasi dan main dalam kebebasan, maka montessori lebih menekankan kegiatan melatih fungsi-fungsi untuk persiapan KERJA di masa mendatang.&lt;br /&gt;Langkah-langkah utama yang bisa diambil setiap pendidik dan orang tua dalam aktivitas bermain adalah:&lt;br /&gt;1) Jangan mengganggu anak-anak yang tengah bermain dengan keasyikannya. Jika terpaksa sekali, usiklah sesedikit mungkin.&lt;br /&gt;2) Yang penting ialah bukannya jenis dan mahalnya alat permainan, akan tetapi berikan kesempatan bermain yang cukup kepada anak untuk bergembira dan melatih diri.&lt;br /&gt;3) Memberikan ruang bermain yang cukup luas.&lt;br /&gt;4) Dengan memberikan kesempatan bermain yang kreatif, secara tidak langsung kita bisa mencegah dorongan untuk merusak dan berbuat kriminil.&lt;br /&gt;5) Bentuk permainan yang paling ideal, terutama sekali bagi anak-anak yang masih sangat muda.&lt;br /&gt;6) Dengan bertambahnya usia anak hendaknya disamping unsur suasana permainan yang menyenangkan ditambahkan pula dimensi kerja/kesibukan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. ARTI BAHASA BAGI ANAK&lt;br /&gt;Jika bunyi-bunyi itu mempunyai artikulasi tertentu, yaitu diucapkan dengan jelas dan mengandung intensi/maksud tertentu, bunyi-bunyi ini disebut sebagai bahasa. Bahasa menjadi:&lt;br /&gt;1) Alat untuk mengungkapkan fikiran dan maksud tertentu&lt;br /&gt;2) Untuk alat berkomunikasi dengan orang lain&lt;br /&gt;3) Dan di pakai untuk membuka lapangan rokhaniah yang lebih tinggi tarafnya&lt;br /&gt;4) Bahasa juga dipakai untuk mengembangkan fungsi-fungsi tanggapan, perasaan, fantasi, intelek dan kemauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa dalam artian yang sempit berarti; pemisahan di antara obyek dengan subyek; yaitu ada kesadaran pada Aku sebagai subyek yang berdiri berhadapan dengan obyek (benda, dan orang lain). Bahwa tangis bayi dan anak juga merupakan bentuk bahasa; yaitu bahasa yang pertama-tama dipakai untuk menyampaikan isi kehidupan batiniahnya.&lt;br /&gt;Menurut Karl Buhler, di dalam penggunaan bahasa itu terdapat 3 dorongan utama, yaitu: Kundgabe, Auslosung dan Darstellung.&lt;br /&gt;1) Kundgabe (= pengumuman, maklumat, pemberitahuan): ada dorongan yang merangsang anak untuk memberi tahukan isi kehidupan batiniahnya, yaitu fikiran, perasaan, kemauan, harapan, fantasi sendiri, dan lain-lain.&lt;br /&gt;2) Auslosung (= pelepasan): pada dorongan yang kuat pada anak untuk melepaskan kata-kata dan kalimat-kalimat, sebagai hasil dari peniruan.&lt;br /&gt;3) Darstellung (= pengungkapan, penyampaian, pemaparan): anak ingin mengungkapkan keluar segala sesuatu yang menarik hati dan memikat perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami istri Clara dan William Stern membagi perkembangan bahasa anak yang normal dalam 4 periode perkembangan yaitu:&lt;br /&gt;1) Prastadium. Pada tahun pertama: meraban, kemudian menirukan bunyi-bunyi.&lt;br /&gt;2) Masa pertama k.l 12-18 bulan. Stadium kalimat-satu-kata. Satu perkataan dimaksudkan untuk mengungkapkan satu perasaan atau satu keinginan.&lt;br /&gt;3) Masa kedua:   18-24 bulan. Mengalami stadium-nama. Pada saat ini timbul kesadaran bahwa setiap benda mempunyai nama. Jadi ada kesadaran tentang bahasa.&lt;br /&gt;4) Masa ketiga:   24-30 bulan. Mengalami stadium-flexi, (flexi, flexico = menafsirkan, mengikrabkan kata-kata).&lt;br /&gt;5) Masa keempat. Mulai usia 30 bulan keatas, stadium anak kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang kidal, apabila ia dipaksakan untuk menggunakan tangan kanannya, bisa mengalami trauma psikis dan menjadi gagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;MASA ANAK SEKOLAH DASAR 6-12 TAHUN&lt;br /&gt;(PERIODE INTELEKTUAL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memasuki masyarakat di luar keluarga&lt;br /&gt;2. Pengamatan anak&lt;br /&gt;3. Pikiran, ingatan dan fantasi anak&lt;br /&gt;4. Kehidupan perasaan anak&lt;br /&gt;5. kehidupan volutif/kemauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MEMASUKI MASYARAKAT DI LUAR KELUARGA&lt;br /&gt;Waktu bayi itu lahir, dia merupakan “subyek dengan dunianya sendiri” yang melingkupi DIRI sendiri saja. Mengingat perkembangan anak yang amat pesat pada usia sekolah, dan mengingat bahwa lingkungan keluarga sekarang tidak lagi mampu memberikan seluruh fasilitas untuk mengembangkan fungsi-fungsi anak terutama fungsi intelektual dalam mengejar kemajuan zaman modern maka anak memerlukan satu lingkungan sosial yang baru yang lebih luas; berupa sekolahan, untuk mengembangkan semua potensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENGAMATAN ANAK BEBERAPA TEORI PENGAMATAN&lt;br /&gt;Dalam perkembangan jiwani anak, pengamatan menduduki tempat yang sangat penting. Beberapa teori mengenai fungsi pengamatan ini dipaparkan oleh Meumann, Stern dan Oswald Kroh.&lt;br /&gt;a) Teori Meumann: ia membedakan tiga fase perkembangan fungsi pengamatan, yaitu:&lt;br /&gt; Fase sintese fantastis: periode ini berlangsung pada usia 7-8 tahun&lt;br /&gt; Fase analisa, 8-9 tahun.&lt;br /&gt; Fase sintese logis   12 tahun keatas.&lt;br /&gt;b) Teori Stern menampilkan 4 stadium dalam perkembangan fungsi pengamatan anak yaitu:&lt;br /&gt; Stadium keadaan: 0-8 tahun&lt;br /&gt; Stadium perbuatan: 8-9 tahun&lt;br /&gt; Stadium hubungan: 9-10 tahun dan selanjutnya&lt;br /&gt; Stadium perihal (sifat) anak mulai menganalisa hasil pengamatannya, dengan mengkonstatir ciri-ciri/sifat dari benda-benda, orang dan peristiwa&lt;br /&gt;c) Teori Oswald Kroh dalam bukunya: “Die Psychologie des Grundschulkindes” (Psikologi anak Sekolah Dasar) menyatakan adanya 4 periode dalam perkembangan fungsi pengamatan anak; yaitu:&lt;br /&gt; Periode sintese fantastis, 7-8 tahun. Artinya segala hasil pengamatan merupakan kesan totalitas/global, sedang sifatnya masih samar-samar.&lt;br /&gt; Periode relisme naif, 8-10 tahun&lt;br /&gt; Periode realisme kritis, 10-12 tahun&lt;br /&gt; Fase subyektif, 12-14 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya pengamatan anak selama periode sekolah rendah itu berlangsung sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Dimulai dari pengalamatan kompleks totalitas, menuju pada bagian-bagian/onderdil&lt;br /&gt;2) Berangkat dari sikap pasif menerima, menuju pada sikap pamahaman: aktif, mendekati, dan mencoba mengerti&lt;br /&gt;3) Bertitik tolak dari AKU, menuju kepada obyek-obyek dunia sekitar dan milieunya&lt;br /&gt;4) Dari dunia fantasi menuju ke dunia realitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. FIKIRAN, INGATAN DAN FANTASI ANAK&lt;br /&gt;Anak pada usia ini sangat aktif dinamis. Segala sesuatu yang aktif dan bergerak akan sangat menarik minat perhatian anak. Ingatan anak pada usia 8-12 tahun ini mencapai intensitas paling besar, dan paling kuat. Daya menghafal dan daya memorisasi (= dengan sengaja memasukkan dan melekatkan pengetahuan dalam ingatan) adalah paling kuat. Dan anak mampu memuat jumlah materi ingatan paling banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KEHIDUPAN PERASAAN ANAK RASA TAKUT&lt;br /&gt;Perasaan intelektual anak pada periode ini sangat besar. Teka-teki silang, soal-saol matematik dan perhitungan yang pelik-pelik (terutama kalau hasilnya berupa angka-angka yang utuh) merupakan daya tarik besar untuk dipecahkan oleh anak; baik oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Mengenai perasaan religius pada anak dapat dinyatakan bahwa gambaran-gambaran fantasi anak mengenai sorga, neraka dan Tuhan jadi makin menipis, bersamaan dengan menghilangnya cerita dongeng-dongeng fantasi “Jaka Kendil” dan “Abu Nawas”.&lt;br /&gt;Mengenai perasaan takut pada anak dapat kami nyatakan sebagai berikut: perasaan takut dan cemas itu adalah unsur utama dari kehidupan perasaan yang latent: dan merupakan naluri yang memperingatkan manusia akan adanya bahaya, agar ia siap sedia melindungi dan mempertahankan diri dari ancaman bahaya.&lt;br /&gt;Rasa takut dan cemas ini bukan gejala abnormal pada anak. Sebab anak secara instinktif memang merasa takut pada hal-hal yang belum dikenalnya, yang masih samar-samar, dan hal-hal yang sandi atau mengandung rahasia. Hal ini disebabkan oleh:&lt;br /&gt;1) Kurangnya pengetahuan dan pengertian anak, serta&lt;br /&gt;2) Kurang adanya kepercayaan diri; juga oleh&lt;br /&gt;3) Kesadaran diri anak, bahwa dia masih lemah dan bodoh&lt;br /&gt;4) Lagi pula fantasi anak sering memutar balikkan dan memperbesar-besarkan realitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan rasa tenang, tanpa ketegangan dan ketakutan, dapat digunakan cara-cara sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Memberikan kebebasan terpimpin pada saat bermain-main&lt;br /&gt;2) Makan malam tidak terlalu kekenyangan&lt;br /&gt;3) Menyibukkan anak dengan permainan yang tenang&lt;br /&gt;4) Menyelasaikan pekerjaan tangan yang ringan sebelum tidur&lt;br /&gt;5) Mendengarkan cerita-cerita kepahlawanan penuh keberanian, kejujuran dan keindahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. KEHIDUPAN VOLUTIF (KONATIF, KEMAUAN) ANAK&lt;br /&gt;Fungsi kemauan pada masa ini belum berkembang dengan penuh. Anak belum mempunyai kekuasaan atas diri sendiri. Artinya; anak belum bisa mengatur diri sendiri; belum ada proses regulasi diri.&lt;br /&gt;Dalam keadaan normal, pada usia k. l. 12 tahun anak Sekolah Dasar tersebut merupakan individu yang tenang dan seimbang. Oleh karena itu anak disebut sebagai “I’ enfant fait”, yaitu anak yang komplit lengkap anak yang sudah “mapan besarnya” atau “een volgroeid kind”. Ciri-ciri “I’ enfant fait” ialah:&lt;br /&gt;1) Rokhani dan jasmani anak dalam kondisi baik, disertai&lt;br /&gt;2) Saat ketenangan dan pengendapan perasaan-perasaan&lt;br /&gt;3) Minat yang besar dan segar terhadap macam-macam peristiwa&lt;br /&gt;4) Ingatan yang sangat kuat&lt;br /&gt;5) Dorongan ingin tahu yang besar&lt;br /&gt;6) Semngat belajar yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;MASA REMAJA&lt;br /&gt;PERIODE PUERAL (PRA-PUBERTAS, AWAL PUBERTAS),&lt;br /&gt;12-14 TAHUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masa remaja&lt;br /&gt;2. Periode pueral&lt;br /&gt;3. Ciri-ciri khas anak puer&lt;br /&gt;4. Rasa diri yang positif kuat&lt;br /&gt;5. Masalah identifikasi anal puer&lt;br /&gt;6. Relasi anak puer&lt;br /&gt;7. Instink-instink seksual pada anak puer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MASA REMAJA, 13-19 TAHUN&lt;br /&gt;Masa remaja disebut pula sebagai masa penghubung atau masa peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Pada periode ini terdapat kematangan fungsi jasmaniah yang biologis, berupa: kematangan kelenjar kelamin, yaitu testes (buah zakar, kelepir) untuk anak laki-laki; dan ovarium atau indung telur pada anak gadis. Kedua-duanya merupakan tanda-tanda kelamin primer.&lt;br /&gt;Tanda kelamin sekunder antara lain berupa: gangguan peredaran darah, sering berdebar-debar, menggigil; pertumbuhan rambut pada alat kelamin, ketiak, kumis, cambang, dan perubahan suara. Di samping ini kita lihat gejala-gejala khusus pada anak-anak gadis, yaitu meluasnya dada dan tumbuhnya payudara; juga menebalnya lapisan lemak sekitar pinggul, paha dan perut.&lt;br /&gt;Pada saat pertumbuhan ini anak muda atau pubescens (12-17 tahun) pada umumnya mengalami satu bentuk krisis, berupa kehilangan keseimbangan jasmani dan rokhani. Pada saar tersebut muncul juga gejala heliogene acceleratie (akselerasi heliogen). Yaitu proses percepatan tumbuh, disebabkan oleh pengaruh cahaya matahari, karena anak-anak muda pada periode remaja ini banyak ada di udara terbuka. Masa remaja atau maa pubertas bisa di bagi dalam empat fase yaitu:&lt;br /&gt;1) Masa awal pubertas, disebut pula sebagai masa pueral atau pra-pubertas.&lt;br /&gt;2) Masa menentang kedua, fase negatif, Trotzalter kedua, periode Verneinung.&lt;br /&gt;3) Masa pubertas sebenarnya; mulai k. l. 14 tahun. Masa pubertas anak wanita pada umumnya berlangsung lebih awal daripada pubertas anak laki-laki.&lt;br /&gt;4) Fase adolesensi, mulai usia k. l. 17 tahun sampai sekitar 19-21 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PERIODE PUERAL (PRA-PUBERTAS ATAU PUBERTAS ATAU PUBERTAS AWAL) 12-14 TAHUN&lt;br /&gt;Usia   5-11 tahun disebut pula sebagai masa latensi (latensi latens, latere = tersembunyi, belum muncul, masih terikat). Pada periode ini macam-macam potensi dan kemampuan anak masih bersifat “tersimpan”, belum mekar, belum terpakai. Maka akhir masa latensi itu disebut sebagai masa pueral atau pra-pubertas.&lt;br /&gt;Masa pueral atau pra-pubertas ini ditandai oleh perkembangannya tenaga fisik yang melimpah-limpah. Keadaan tersebut menyebabkan tingkah laku anak kelihatan kasar, canggung, brandalan, kurang sopan, liar dan lain-lain. Periode percepatan tumbuh dengan bertambahnya berat badan dan panjang tubuh dengan ukuran tidak konstan ini pada umumnya berlangsung pada usia   11-15 tahun pada anak-anak gadis, dan umur 13-18 tahun pada anak-anak laki.&lt;br /&gt;Peningkatan aktivitas tersebut bukannya berarti peningkatan agresivitas anak; akan tetapi merupakan:&lt;br /&gt;1) Proses intensifikasi dari daya adaptasi anak terhadap realitas dunia,&lt;br /&gt;2) Merupakan usaha untuk lebih menguasai lingkungannya, dan mengatasi kesulitan-kesulitan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kegiatan itu dimungkinkan oleh adanya prinsip perkembangan yang aktif –dinamis pada anak. Sumber semua aktivitas tersebut ialah:&lt;br /&gt;1) Dorongan tumbuh atau kemampuan menjadi, dan&lt;br /&gt;2) Dorongan mandiri (dorongan berdiri sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. CIRI-CIRI KHAS ANAK PUER&lt;br /&gt;Anak puer disebut pula sebagai Anak Besar, yang tidak mau dianggap “kanak-kanak dan kecil” lagi; namun belum bisa meninggalkan pola kekanak-kanakannya. Sikap hidup anak puer itu realistis dan sadar “nuchter”. Ia belum memperdalam isi kejiwaan sendiri, tapi lebih aktif menengok kedunia luar. Ciri paling menonjol pada usia ini ialah: rasa harga diri yang makin menguat. Ciri khas nak-anak puer ini ialah: paling suka bermulut besar, “ngibul”, menyombongkan diri, bereaksi/berlagak dan sesumbar, memamerkan kekuatan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. RASA DIRI YANG POSITIF KUAT&lt;br /&gt;Pada fase pra-pubertas/pueral itu terdapat pula gejala melemahnya ikatan-ikatan afektif dengan orang tua, (gejala afektif tersebut sangat kuat pada masa kanak-kanak, 1-10 tahun). Maka pada anak puer ini timbul peningkatan dari:&lt;br /&gt;1) Rasa tanggung jawab&lt;br /&gt;2) Rasa kebebasan/independensi, dan&lt;br /&gt;3) Rasa AKU/EGO-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kejadian tadi menumbuhka rasa diri atau “zelfgevoel” yang kuat. Anak mulai menyadari kekuatan sendiri, dan harga dirinya sebagai seorang individu atau sebagai AKU yang mandiri.&lt;br /&gt;Pada usia pueral ini juga timbul kecenderungan-kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang hebat-hebat atau yang spectaculaire. Namun perasaan hidup yang positif kuat ini juga sering membawa anak muda pada aktivitas mengasingkan diri. Yaitu, mengasingkan diri dalam artian; menjauhkan diri dari kekuasaan orang tua, lalu menggerombol dengan kawan-kawa “senasib” dan seumur, dalam usahanya mendapatkan pengakuan terhadap AKU-nya. Akhir periode pueral disebut sebagai Masa/menentang atau Trotzalter kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. MASALAH IDENTIFIKASI ANAK PUER (IDENTIFIKASI = USAHA MEMPERSAMAKAN DIRI)&lt;br /&gt;Satu ciri lain yang menonjol pada anak puer/pra-pubertas ialah: kecenderungan untuk melepaskan diri dari identifikasi lama. Perbuatan identifikasi ini diharapkan untuk memberikan rasa aman atau rasa kehangatan pada diri anak yang masih labil mentalnya itu.&lt;br /&gt;6. RELASI ANAK PUER&lt;br /&gt;Kontak sosial anak puer dengan kawan-kawannya sifatnya masih primitif dan masih longgar. Relasi anak puer dengan sahabat-sahabat ataupun dengan salah seorang kawan karibnya pada umumnya sifatnya “monogam” (mono = satu; gameoo = kawin; monogam = kawin hanya dengan satu orang saja) dan “homoseksual” (cinta kawin sejenis). Relasi tersebut bersifat eksklusif.&lt;br /&gt;Anak-anak laki-laki dan anak perempuan yang berkumpul bersama-sama pada usia ini lebih banyak didorong loleh faktor rasa-ingin-tahu (curiousity); dan bukan oleh masalah-masalah seksual. Aktifitas mereka bersifat netral. Bahkan ada kalanya bersifat “ofensif”; yaitu saling mengganggu , saling berolok-olok, bahkan kadang-kadang juga melakukan perkelahian. Kejadian sedemikian ini disebabkan oleh timbulnya:&lt;br /&gt;1) Dorongan untuk merealisasi diri&lt;br /&gt;2) Dorongan mempertahankan AKU-nya; di tambah dengan&lt;br /&gt;3) Keinginan menjadi dewasa, dan&lt;br /&gt;4) Hasrat berprestasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otoritas dan kewibawaan orang tua serta guru sangat diharapkan oleh anak-anak puer, karena anak masih sering merasa cemas., bersikap ragu-ragu dan kurang pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. INSTINK-INSTINK SEKSUAL PADA MASA PUER&lt;br /&gt;Pada masa pra-pubertas ini instink-instink seksual anak dalam keadaan paling lemah; sedang proses perkembangan AKU-nya dalam keadaan paling kuat (progresif). Masalah erotik pada seks, yaitu totalitas kompleks afeksi-afeksi yang berkaitan dengan CINTA, belum akut/accute; karena memang belum terdapat kematangan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;MASA MENENTANG KEDUA (FASE NEGATIF),&lt;br /&gt;TROTZALTER KEDUA, PERIODE VERNEINUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir periode pueral timbul kecenderungan-kecenderungan untuk menentang dan memberontak, yang didorong oleh perasaan hidup positif, kuat dan kesadaran AKU anak. Karena itu periode ini disebut sebagai Masa-menentang atau Trotzalter kedua; dan dicirikan dengan ekspresi-ekspresi khas, seperti: suka mogok, tidak patuh (dengar-dengaran, ongehoorzaam), keras kepala, suka memprotes, melancarkan banyak kritik, sombong, merasa sudah dewasa, acuh tak acuh, sembrono, suka berlagak, agresif, cepat marah, dan besar mulut.&lt;br /&gt;Anak suka melanggar dan menentang peraturan-peraturan pedagogis, disiplin dan tucht/ketertiban di rumah maupun di sekolah, karena dia merasa sudah “dewasa” dan benar sendiri. Masa menentang ini disebut pula sebagai fase negatif, karena tindakan anak- seakan-akan menjurus pada hal-hal negatif, yaitu dengan sengaja melanggar aturan dan menentang kewibawaan. Juga disebut sebagai periode Verneinung (nein = tidak, emoh; verneinung = ketidakmauan, keemohan). Lama fase menentang ini berlangsung kira-kira selama 2-10 bulan.&lt;br /&gt;Uasaha perjuangan anak pra-pubertas untuk memerdekakan diri dari kewibawaan orang tua dan identifikasi lama, khususnya identifikasi dengan ibu, bisa disamakan dengan periode rebeli/pemberontak pada usia 1 ½ -3 tahun yang dsebut sebagai periode pra-oedipal.&lt;br /&gt;Gejala-gejala neuritas ini antara lain berupa: macam-macam gangguan pada fungsi pencernaan (perut dan lambung), rasa-rasa muak-mual/sedikit-sedikit sampai pada gejala anorexia (menolak sama sekali gejala macam makanan), gangguan pada menstruasi, macam-macam fobia (= ketakutan tidak riil terhadap sesuatu; misalnya haematophobia = takut melihat darah, monophobia = takut terhadap kesunyian dan berada seorang diri; claustrophobia = takut pada tempat terbuka; zoophobia = takut pada beberapa jenis binatang tertentu, dan lain-lain).&lt;br /&gt;Kesulitan-kesulitan neurotis pada masa pra-pubertas itu pada umumnya merupakan kelanjutan dari gejala neurotis pada masa kanak-kanak yang disebabkan oleh pengalaman traumatis, (trauma = luka, luka jiwa, shock/kejutan emosional sangat kuat). Gangguan neurotis anak puer itu kebanyakan sekali berupa: kecemasan, katakutan, rasa rendah diri atau minder waardgheidscomplexen, dan rasa tidak mampu melaksanakan tugas-tugas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;MASA PUBERTAS AWAL&lt;br /&gt;(PERIODE PUBERTAS), 14-17 TAHUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ciri-ciri umum anak puber&lt;br /&gt;2. Minat anak puber&lt;br /&gt;3. Proses identifikasi anak puber&lt;br /&gt;4. Kematangan seksual anak puber&lt;br /&gt;5. Homoseksualitas perkembangan dan heteroseksualitas&lt;br /&gt;6. Bahaya-bahaya sehubungan dengan kematangan seksual&lt;br /&gt;7. Beberapa saran bagi para pembimbing dan pendidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. CIRI-CIRI UMUM ANAK PUBER&lt;br /&gt;Masa pubertas awal atau disingkat saja dengan nama masa pubertas itu merupakan satu periode yang segera akan dilanjutka oleh masa adolesensi yang disebut pula sebagai masa pubertas lanjut. Masa pubertas ini tidak dapat dipastikan kapan dimulainya, dan bila mana akan berakhir; sama juga halnya dengan masa pra-pubertas. Ada beberapa sarjana yang menyatakan; masa pubertas sebenarnya dimulai pada usia kurang lebih 14 tahun, dan akan berakhir pada usia k. l. 17 tahun. Namun pubertas anak gadis pada umumnya berlangsung lebih awal daripada anak laki-laki. Sedang fase adolesensi diperkirakan mulai pada usia 17 tahun, dan berakhir sekitar umur 19-21 tahun.&lt;br /&gt;Masa pubertas awal atau disingkat saja dengan masa pubertas itu merupakan periode tergugahnya kepribadian anak. Pubertas itu merupakan fase, di mana nilai-nilai hidup baru mulai dicobakan oleh anak. Pada usia puber ini mulai muncul sifat-sifat khas wanita dan laki-laki. Yaitu sifat pasif menerima pada wanita, dan sifat aktif berbuat pada anak laki-laki.&lt;br /&gt;Masa pubertas ini merupakan periode STURM UND DRANG (masa penuh badai taufan dan gelora nafsu). Ringkasnya, anak muda pada usia ini tengah mengalami:&lt;br /&gt;1) Pertentangan-pertentangan batin yang paling memuncak dalam kehidupannya,&lt;br /&gt;2) Karena itu masa pubertas ini benar-benar merupakan periode penuh kontras-kontras, badai-badai permasalahan, dan gelora-gelora jiwa yang sering berlawanan,&lt;br /&gt;3) Yang mengakibatkan tumbuhnya banyak kecemasan dan kebingungan pada anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia pubertas tersebut muncul pula aspirasi-aspirasi (peranan, usaha peningkatan), impian-impian hidup, dan cita-cita paling mulia tinggi. Tapi sebaliknya mungkin pula dibarengi timbulnya nafsu-nafsu rendah dan fikiran-fikiran yang paling inferior pada anak puber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MINAT ANAK PUBER&lt;br /&gt;Seperti dikemukakan di bagian depan, masa penemuan diri anak puber itu didahului oleh perasaan-perasaan yang polymorf (banyak bentuk dan ragam), antara lain berupa merasa diri kuat perkasa dan “dewasa”; diselingi dengan rasa kecil, rendah hati, gelisah resah, cemas, memberontak, kesukaan mengritik, keinginan menentang, konflik, duka hati, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PROSES IDENTIFIKASI ANAK PUBER&lt;br /&gt;Identifikasi bisa bermanfaat, karena bisa memperkokoh perkembangan AKU dan kepribadian anak, serta memberikan spirit kegairahan. Sedang tanpa identifikasi sama sekali, pribadi menjadi lemah, bisa jadi inferior, dan akan timbul banyak kecemasan serta macam-macam gejala neurotis (neuron = syaraf; neurotis = gangguan pada syaraf). Oleh karena itu proses identifikasi memainkan peranan besar bagi lancar tidaknya relasi anak muda terhadap orang tua, dan komunikasinya dengan lingkungan sosial yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KEMATANGAN SEKSUAL ANAK PUBER&lt;br /&gt;Proses organis paling penting pada masa pubertas ini ialah: kematangan seksual. Kematangan seksual yang normal berlangsung pada usia k. l. 12 sampai 18 tahun. Namun ada kalanya kematangan seksual ini berlangsung lebih cepat atau lebih lambat dari usia 12-18 tahun. Sebab-musabab percepatan atau kelambatan itu belum dapat diterangka dengan jelas. Ada pendapat yang mengatakan bahwa peristiwa tadi disebabkan oleh pengaruh-pengaruh sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Konstitusi jasmaniah dan rokhaniah , dari ras (suku bangsa)&lt;br /&gt;2) Perbedaan iklim setempat&lt;br /&gt;3) Perbedaan dalam cara hidup serta milieu&lt;br /&gt;4) Situasi-situasi gawat penuh ancaman dan bahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematangan seksual atau kematangan fungsi jasmaniah yang biologis ini berupa kematangan kelenjar kelamin, yakni testes (buah zakar, kelepir) untuk anak laki-laki, dan ovarium (indung telur) pada anak-anak gadis; beserta membesarnya alat-alat kelamin. Sebelumnya peristiwa tadi didahului oleh tanda-tanda kelamin sekunder. Tanda-tanda kelamin sekunder antara lain berupa: gangguan peredaran darah, jantung sering berdebar-debar, cepat menggigil, mudah capai, kepekaan pada susunan syaraf; juga pertumbuhan rambut pada alat kelamin dan ketiak, tumbuhnya cambang dan kumis pada anak laki-laki, dan perubahan suara. Sedang pada anak-anak gadis berlangsung meluasnya/melebarnya dada, tumbuhnya payudara, penebalan lapisan lemak disekitar pinggul, paha dan perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. HOMOSEKSUALITAS PERKEMBANGAN DAN KETEROSEKSUALITAS&lt;br /&gt;Sehubungan dengan kematangan seksual ini, perasaan-perasaan heteroseksual yaitu perasaan tertarik pada jenis kelamin lainnya juga mulai tumbuh. Anak-anak gadis mulai tertarik pada pemuda, dan pemuda-pemuda mulai berminat pada anak gadis. Relasi “homoseksual” itu mempunyai nilai dan arti bagi pembentukan keprobadian anak, karena:&lt;br /&gt;1) Bisa memperkaya kehidupan efektif/perasaan, sekaligus.&lt;br /&gt;2) Menumbuhkan kepercayaan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang menamakan homoseksualitas pada usia pra-pubertas itu sebagai homoseksual perkembangan, untuk membedakan dengan homoseksualitas sebenarnya. Ekspresi yang sering tampak antara lain ialah: saling mencium (terutama pada anak-anak gadis), merangkul, berdekapan, jalan bergandengan tangan, duduk bersanding, saling membelai, saling menghibur dan memberikan semangat. Maka unsur yang mencolok sekali pada homoseksualitas perkembangan ini ialah:&lt;br /&gt;1) Sikap ragu-ragu, yang oleh Alfred Adler disebut sebagai “Zogernde Attitude”, dibarengi dengan&lt;br /&gt;2) Kurangnya kepercayaan diri, serta&lt;br /&gt;3) Kecemasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pada masa pubertas ini juga timbul minat dan emosi heteroseksual, yaitu tertarik pada jenis kelamin lainnya, disamping perasaan “homoseksual” terhadap ayah/ibu dan kawan sejenis. Namun yang typis pada usia pubertas ini ialah: ada terjalin relasi segitiga atau relasi triangulaire. Bagi seorang anak gadis:&lt;br /&gt;1) Ada unsur cinta diri atau selflove,&lt;br /&gt;2) Ada obyek cinta “homoseksual” dalam wujud pribadi IBU sendiri atau seorang kawan gadis, dan&lt;br /&gt;3) Obyek cinta heteroseksual dalam wujud seorang pria/pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk seorang pemuda:&lt;br /&gt;1) Ada unsur selflove/cinta diri&lt;br /&gt;2) Ada obyek cinta “homoseksual” dalam wujud pribadi AYAH atau seorang kawan pemuda cilik, dan&lt;br /&gt;3) Obyek cinta heteroseksual dengan seorang gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. BAHAYA-BAHAYA SEHUBUNGAN DENGAN KEMATANGAN SEKSUAL&lt;br /&gt;Pada umumnya, usaha melarikan diri dari rumah itu disebabkan oleh:&lt;br /&gt;1) Kerisauan seksual pada diri anak, tanpa disertai perasaan heteroseksual yang sejati.&lt;br /&gt;2) Kurangnya kemampuan untuk mengontrol dan mengendalikan diri, terutama emosi-emosinya.&lt;br /&gt;3) Oleh ketidakstabilan psikis.&lt;br /&gt;4) Oleh konflik-konflik intern/batin yang sangat intens kuat.&lt;br /&gt;5) Dan oleh kebimbangan-kebimbangan karena belum menemukan norma yang mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang anak-anak gadis yang mengadakan eksperimen seksual untuk merealisasikan fantasi-fantasi seksual, bertingkah laku sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Mula-mula anak bertingkah laku meniru-nirukan lagak genit seorang “tante girang”; atau berpose ala peragawati.&lt;br /&gt;2) Namun, tingkah laku “genit-dewasa” itu sering merangsang betul-betul kaum pria. Dalam artian: tanpa sengja bisa memberikan perangsang yang kuat pada kaum pria.&lt;br /&gt;3) Reaksi orang laki-laki terhadap gadis cilik yang ber-lipstick, genit, dan berparfum itu sifatnya bisa serius; dan bisa menggugah kebuasan/birahinya.&lt;br /&gt;4) Ditambah dengan tingkah laku sigadis yang provokatif untuk mengetest “kedewasaan”, sering menimbulakan dampak yang menggiurkan, dan merangsang nafsu birahi laki-laki dewasa.&lt;br /&gt;5) Sebaliknya, sebagai akibat dari rangsangan, rayuan dan atensi kaum pria secara terus menerus, baik dari pria yang sudah dewasa maupun pemuda-pemuda puber, kepekaan seksual dan nafsu erotik anak gadis akan timbul, dan menjadi semakin bergelora; bahkan sering tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tingkah laku gadis puber tadi menjurus pada free sex and free love (seks bebas dan cinta bebas), yang secara berangsur-angsur mengarah pada tingkah laku tuna susila dan a-moral lainnya. Sebagai akibat lebih jauh dari tingkah laku anak gadis tadi berkembanglah:&lt;br /&gt;1) Prostitusi/pelacuran oleh gadis-gadis remaja&lt;br /&gt;2) Meluasnya penyakit veneris sipilis dan bubo&lt;br /&gt;3) Bertambahnya kelahiran anak-anak jadah/haram di kota-kota besar seperti jakarta dan kota-kota di Bali&lt;br /&gt;4) Penggunaan ganja, morfin dan heroin secara intensif&lt;br /&gt;5) Berkembang pula praktek “bagong lieur” (celeng mabuk), yaitu membesarnya jumlah gerombolan gadis-gadis tanggung yang melacurkan diri tanpa bayaran, dan melakukan promiscuity (= praktek hubungan seksual bebas tanpa aturan dan tanpa kendali dengan sembarang laki-laki)&lt;br /&gt;6) Timbul bencana sosial lainnya sebagai akibat dari tingkah laku para gadis puber yang tidak bisa mengendalikan diri itu, misalnya kriminalitas, dan&lt;br /&gt;7) Peristiwa bunuh diri secara massal, dasn lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tugas seksualitas anak anak puber itu, secara ringkas dapat dikatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Masa pubertas awal ditandai dengan tendens beseksualitas yaitu tertarik pada pribadi dari sekse sendiri, dan sekaligus juga pada jenis kelamin lain.&lt;br /&gt;2) Sedang masa pubertas akhir dan adolesensi (adolescence) yang mengikuti kemudian, dicirikan dengan tendens heteroseksualitas yang semakin intens dan meningkat. Namun demikian, kedua periode ini masih dimuati dimensi-dimensi infantil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. BEBERAPA SARAN BAGI PARA PEMBIMBING DAN PENDIDIK&lt;br /&gt;Masa pra-pubertas dan pubertas sebenarnya itu penuh dengan titik-titik kritis dan banyak kesulitan. Sehingga usaha bimbingan dan pendidikan bagi anak-anak puber itu jadi berat, sulit, dan memerlukan kebijaksanaan. Untuk ini pasti dituntut pengertian dan pengorbanan yang cukup banyak dari para guru, orang tua, dan konsulatan. Pendidikan pada usia puber ini betul-betul menuntut pada orang tua, guru-guru dan pemimpin-pemimpin pemuda adanya Besinnung (kesadaran yang terang, pemawasan diri bersungguh-sungguh) dan KEBIJAKSANAAN; agar tidak terjadi salah tindak dan salah langkah, sehingga membuat anak muda menjadi lebih bingung dan lebih sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;MASA ADOLESENSI (ADOLESCENCE, PASCA-REMAJA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengaruh masa adolesensi pada proses pendewasaan&lt;br /&gt;2. Perkembangan biologis dan psikologis&lt;br /&gt;3. Unsur progresif kontra unsur regresif&lt;br /&gt;4. Aktivitas anak adolesensi&lt;br /&gt;5. Narsisme dan aku-narsistis&lt;br /&gt;6. Bahaya identifikasi total&lt;br /&gt;7. Dorongan seksual dan unsur erotik&lt;br /&gt;8. Reaksi yang bervariasi terhadap dorongan seksual&lt;br /&gt;9. Obyek cinta dan fantasi cinta&lt;br /&gt;10. Penemuan nilai-nilai hidup&lt;br /&gt;11. Memilih arah dan tujuan hidup sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PENGARUH MASA ADOLESENSI PADA PROSES PENDEWASAAN&lt;br /&gt;Masa adolesensi ini oleh Sigmund Freud disebut sebagai “Edisi kedua dari situasi Oedipus”. Sebab relasi anak muda pada usia ini masih mengandung banyak unsur yang rumit dan belum terselasaikan; yaitu ada banyak konflik antara isi psikis yang kontradiktif , terutama sekali konflik pada relasi anak muda dengan orang tua dan obyek cintanya. Pada masa adolesensi ini terjadi proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik, yang berlangsung secara berangsur-angsur dan teratur.&lt;br /&gt;Menurut banyak ahli ilmu jiwa, batas waktu adolesensi iti ialah 17-19 tahun, atau 17-21 tahun. Perbedaan karakteristik antara tiga fase yaitu pra-pubertas/pueral, pubertas (awal), dan adolesensi atau pubertas akhir itu antara lain ialah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Pada masa pra-pubertas (masa negatif, Verneinung, Trotzalter kedua), anak sering merasakan: bingung, cemas, takut, gelisah, gelap hati, bimbang ragu, risau, sedih hati; rasa-rasa minder, melawan rasa-rasa “besar-dewasa-super”, dan lain-lain.&lt;br /&gt;2) Pada masa pubertas: anak muda menginginkan/mendambakan sesuatu dan mencari sesuatu.&lt;br /&gt;3) Pada masa adolesensi: anak muda mulai merasa mantap, stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PERKEMBNGAN BIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS&lt;br /&gt;Perkembangan biologis menyebabkan timbulnya perubahan-perubahan tertentu, baik secara kualitatif maupun kuantitatif; baik bersifat fisiologis maupun psikologis (jiwani). Oleh perkembangan tersebut anak adolesens dihadapkan pada banyak masalah baru dan kesulitan yang maha kompleks. Antara lain berupa:&lt;br /&gt;1) Anak muda belajar berdiri sendirir dalam suasana kebebasan.&lt;br /&gt;2) Ia berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan obyek-obyek cintanya.&lt;br /&gt;3) Ia lalu berusaha membangun relasi-relasi perasaan/afektif yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. UNSUR PROGRESIF KONTRA UNSUR REGRESIF&lt;br /&gt;Tugas utama anak adolesens ialah: mengatasi benturan-benturan batin tadi dengan tabah, dan menciptakan harmoni di antara dua “dunia” yang bertentangan itu. Sedang tugas orang tua serta pendidik yang terutama ialah: ikut meringankan beban anak adolesens yang dipenuhi dengan pergolakan batin itu; memberanikan hati anak muda, dan tidak terlampau banyak menuntut pada anak asuhnya.&lt;br /&gt;Maka demi pertumbuhan jiwa anak adolsens, juga agar bisa memenuhi kriteria mental yang sehat, sebaiknyalah kalau:&lt;br /&gt;1) Gadis adolesens mampu memutuskan identifikasi total dengan ibunya. Dan pemuda adolesens sanggup memutuskan identifikasi akrab dengan ayahnya.&lt;br /&gt;2) Anak adolesen mampu menundukkan kompleks Oedipusnya, lalu menjalin obyek cinta kasih sayang mantap. Juga merangkai relasi identifikasi yang lebih dewasa.&lt;br /&gt;3) Mampu menghapus keragu-raguan biseksual, untuk mengarah pada proses heteroseksual yang definitif dan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. AKTIVITAS ANAK ADOLESENSI&lt;br /&gt;Salah satu ciri yang menonjol pada masa pra-pubertas ialah: aktivitas yang sifatnya agresif-ofensif, sehingga periode ini disebut sebagai masa menentang dan Verneinung. Pemuda-pemuda yang kurang kuat pertahanan imannya, berusaha memuaskan dorongan seksualnya secara konkrit, dengan jalan: pergi ke kompleks wanita tuna susila atau melakukan relasi seks bebas dengan wanita-wanita binal. Perilaku sedemikian ini bertujuan:&lt;br /&gt;1) Untuk mengadakan “eksperimen baru” di bidang seks;&lt;br /&gt;2) Mengetest kelaki-lakiannya;&lt;br /&gt;3) Dan sekaligus mau memuaskan instink seksualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. NARSISIME DAN AKU-NARSISITIS&lt;br /&gt;Pada masa pra-pubertas dan pubertas, yang kemudian dilanjutkan pada masa adolesensi, relasi emosionalnya atau obyek cintanya banyak ditujukan pada seorang kawan sejenis (jenis kelaminnya sama), dan sifatnya lebih narsisitis. Narsistis itu adalah sifatcinta diri (cinta pada diri sendiri) yang mementingkan diri sendiri. Secara ringkas bisa dinyatakan disini, bahwa sebab utama yang mengakibatkan badai-badai emosi pada masa adolesensi itu ialah: intensifikasi dan jumlah yang terlalu banyak dari unsur-unsur narsisitis. Sehingga emosi-emosi yang meledak-ledak itu bisa mempersukar kelancaran kontak sosial dengan sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. BAHAYA IDENTIFIKASI TOTAL&lt;br /&gt;Identifikasi itu bisa dipakai oleh anak sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Sebagai sarana untuk mengembangkan kepribadian sendiri, karena anak belum mampu menemukan pola hidup sendiri.&lt;br /&gt;2) Anak ingin membuktikan kepada dunia luar, bahwa dia juga mampu memerankan kedewasaan, dan mewujudkan sifat-sifat yang baik seperti ayahnya atau bundanya, melalui aktivitas identifikasi.&lt;br /&gt;3) Identifikasi itu merupakan pencerminan dari kesulitan anak muda untuk mengatasi kompleks Oedipusnya.&lt;br /&gt;4) Identifikasi yang ekstrim merupakan pelekatan infantil pada ibunya bagi anak gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak muda tidak mampu mengatasi semua kesulitan identifikasi pada masa adolesensi, maka sepanjang periode keremajaan dan kedewasaannya dia akan tetap bersifat infantil seperti anak-anak pra-pubertas. Bahaya dari identifikasi yang terlalu melekat pekat ialah:&lt;br /&gt;1) Tipisnya kepercayaan diri,&lt;br /&gt;2) Lemahnya kemauan anak muda, dan&lt;br /&gt;3) Semakin besarnya depedensi/ketergantungan pada pribadi yang dilekatinya;&lt;br /&gt;4) Identifikasi total jelas akan merampas kemampuan anak muda untuk memiliki kedewasaan dan kepribadiannya  sendiri (dia tidak bisa menjadi dewasa penuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. DORONGAN SEKSUAL DAN UNSUR EROTIK ANAK ADOLESENS&lt;br /&gt;Kesulitan paling besar bagi orang-orang muda ialah:&lt;br /&gt;a. Memutuskan relasi-relasi emosional dengan obyek identifikasi lama (dengan orang tua dan obyek cintanya) yang indantil sifatnya, dan&lt;br /&gt;b. Mengalahkan kepasifannya, lalu menemukan relasi emosional dan obyek identifikasi baru yang lebih mantap.&lt;br /&gt;c. Maka benturan-benturan antara elemen-elemen progresif melawan elemen regresif sering memanifestasikan diri dalam bentuk masturbasi (onani, pencemaran diri sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak adolesens dan puber ini benar-benar tidak menyadari, bahwa perbuatan-perbuatan seksual bebas tanpa norma susila itu justru merupakan perbudakan dan pembelengguan diri oleh hawa nafsu seksual primitif yang tidak terkendali dan oleh fantasi-fantasi seksual yang fiktif. Akibat jauh dari perbuatan-perbuatan tersebut ialah:&lt;br /&gt;1) Berkembangnya dunia pelacuran, yang dihuni penuh padat oleh gadis-gadis puber dan adolesens,&lt;br /&gt;2) Peristiwa kecanduan narkotik dan obat bius;&lt;br /&gt;3) Kriminalitas;&lt;br /&gt;4) Munculnya “pasukan wanita ekstrim” yang ikut melakukan teror, pembunuhan dan penculikan;&lt;br /&gt;5) Juga muncul kelompok “wanita bebas” yang sangat menderita batinnya, sebab didera oleh rasa depresi, melankholi, neurosa dan psikosa yang terdiri atas anak-anak muda (juvenile psikosa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelektualisasi yang ekstrim bisa menghambat perkembangan psikis yang wajar dari anak gadis. Sebab perasaan kewanitaan dan kehidupan fantasinya bisa terdesak, dan mengalami proses atrofi (melisut, mundur, merana, lumpuh tidak berfungsi). Potensi neuritas tadi jadi lebih intensif/kuat pada masa adolesens. Peristiwa ini disebabkan oleh:&lt;br /&gt;1) Pengaruh pendidikan orang tua yang keras&lt;br /&gt;2) Pengaruh dogma-dogma religius yang keras dari guru-guru agama yang fanatik&lt;br /&gt;3) Ditambah dengan kumulasi (bertimbunnya) macam-macam konflik batin pada periode pubertas dan adolesensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. REAKSI YANG BERVARIASI TERHADAP DORONGAN SEKSUAL&lt;br /&gt;Pada hampir semua anak adolesens senantiasa ada kecenderungan untuk melarikan diri dari realitas hidup yang dianggap sulit-musykil penuh derita ini, lalu membenamkan diri dalam dunia fantasi. Tampaknya, seksualitas yang lebih aktif pada diri anaklaki-laki/pemuda itu mendorong mereka untuk bertindak lebih tegas dan lebih aktif mengarahkan diri keluar, yaitu pada dunia realitas. Asosiasi dengan ini, orang muda dan kaum pria cenderung lebih berambisi untuk menguasai DUNIA daripada kaum Hawa.&lt;br /&gt;Aktivitas observasi intensit dan kritis ke dalam diri sendiri yang menjadi ciri typis dari anak adolesensi, pada umumnya lebih kuat dan lebih lama berlangsung pada anak-anak gadis daripada anak laki-laki. Sehubungan dengan hal ini, orang mesenantiasa sibuk dengan diri sendiri secara intensif itu akan berlangsung terus-menerus sepanjang kehidupan wanita. Faktor ini pulalah yang menjadi sebab timbulnya duaciri khas kewanitaan, yaitu:&lt;br /&gt;1) Intuisi yang halus tajam, dan&lt;br /&gt;2) Subyektivitas yang lebih besar dalam menanggapi dan menilai kehidupan. Pengikat dari kedua ciri khas tersebut ialah unsur pasivitas.&lt;br /&gt;9. OBYEK CINTA DAN FANTASI CINTA ANAK ADOLESENS&lt;br /&gt;Cinta kasih orang muda yang semula banyak tercurah pada ayah bunda dan kawan sejenis (jenis kelamin saya), kini mulai dialihkan/diberikan kepada obyek cinta atau kekasih yang sebenarnya. Jadi ada perasaan heteroseksual tulen. Jika fantasi-fantasi cinta anak muda sifatnya tidak sosial atau tidak ideologis, akan tetapi murni egosentris, maka realisasi dari fantasi tadi akan menumbuhkan banyak kekecewaan pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. PENEMUAN NILAI-NILAI HIDUP&lt;br /&gt;Anak adolesens mulai menemukan nilai-nilai hidup baru yang lebih mantap; lalu dia mencoba berpegang teguh pada pendirian sendiri. Ia berusaha secara konsekuen mencapai satu tujuan yang bernilai. Selanjutnya dia memilih pola hidup baru, dan bersikap kritis. Oleh semua kejadian itu anak muda lalu menerapkan cara respons baru terhadap lingkungannya; antara lain berupa:&lt;br /&gt;1) Ia mulai mengabaikan kewibawaan orang tua, melawan otoritas pendidik, dan bertindak menurut kemauan sendiri.&lt;br /&gt;2) Oleh dinamik penuh elan (tenaga hidup, kodrat pendorong) dan badai pergolakan jiw atau “Sturn und Drang” justru diperkuat ciri-ciri penberontakan dan individualisme.&lt;br /&gt;3) Muncullah kemudian ambisi-ambisi yang besar untuk menuntut pengakuan AKU-nya.&lt;br /&gt;4) Dia ingin menghayati HIDUP-nya menurut pola dan cita rasa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecapaian psikis dan fisis tersebut jika khronis dan ekstrim, bisa mengakibatkan timbulnya gejala neurose adolesensi yang ditandai dengan banyak konflik batin , rasa depresi, dan kompleks rendah diri (minderwaardigheidscomplexen). Pada beberapa orang anak gadis adolesens, suasana depresi/murung itu diselingi eksplosi-ekksplosi emosi ekstatis (jiwa hanyut, hilang tenggelam, lupa diri) dan emosi euphoris (gembira, rasa pisitif) bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. MEMILIH ARAH DAN TUJUAN HIDUP SENDIRI&lt;br /&gt;Masa adolesensi adalah kunci penutup dari perkembangan anak. Mula-mula, pubescens (anak puber) itu memandang dan mencari-cari sesuatu kedalam diri sendiri. Akhirnya dia menemukan AKU/DIRI sendiri pada masa adolesensi; yaitu menemukan harmoni baru di antara sikap ke dalam diri sendiri, dan dengan sikap ke luar pada dunia obyektif. Menurut banyak ahli jiwa, waktu adolesensi ialah usia 17-21/24 tahun.&lt;br /&gt;Perbedaan karakteristik dari ketiga fase perkembangan menjelang usia kedewasaan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Pada usia akhir puer yaitu masa negatif atau Trotzalter kedua;&lt;br /&gt;2) Pada masa pubertas: anak mudah menginginkan sesuatu, dan mencari sesuatu. Namun apa sebenarnya “sesuatu” itu , anak remaja belum mengetahuinya;&lt;br /&gt;3) Pada masa adolesensi: orang muda mulai merasa mantap, dan menemukan AKU sendiri; ia mulai memahami arah dan tujuan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia ini yang sangat diperlukan oleh anak muda ialah: pendidik yang berkepribadian tegas, sederhana dan jujur, yang tidak menuntut terlalu banyak pada anak didiknya. Dan membiarkan anak muda tumbuh berkembang sesuai denga irama perkembangan dan kodratnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIV&lt;br /&gt;MENSTRUASI DAN OANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kematangan seksual dan menstruasi&lt;br /&gt;2. Menstruasi sebagai pengalaman psikis&lt;br /&gt;3. Gejala patologis yang menyertai menstruasi&lt;br /&gt;4. Haid dan kesadaran akan dwifungsi&lt;br /&gt;5. Masalah onani/masturbasi&lt;br /&gt;6. Saran pedagogis untuk menanggapi onani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KEMATANGAN SEKSUAL DAN MENSTRUASI (HAID)&lt;br /&gt;Peristiwa paling penting pada masa pubertas dan adolesensi ialah gejala menstruasi atau haid, sebagai pertanda biologis dari kematangan seksual pada anak gadis. Peristiwa haid ini berlangsung sebagai berikut: ada kematangan hormonal dan reaksi biologis, yang dibarengi dengan reaksi psikis. Kematangan hormon seks tersebut berupa proses somatis yang berlangsung secara eyelis, dan ada pengulangan pada periodik proses menstruasi.&lt;br /&gt;Secara normal, menstruasi itu berlangsung sejak usia 11-16 tahun. Cepat dan lambatnya kematangan seksual (kematangan fisik) ini, kecuali ditentukan oleh konstitusi fisik individu, juga dipengaruhi oleh faktor ras/suku bangsa , iklim, cara hidup individu (yang teratur atau yang lepas binal), dan milieu lingkungan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MENSTRUASI SEBGAI PENGALAMAN PSIKIS&lt;br /&gt;Periode antisipasi yang disebut pula sebagai periode penantian itu segera diakhiri oleh masa kematangan, dengan tibanya haid atau menstruasi. Peristiwa haid pada seorang gadis itu menyatakan, bahwa anak gadis kini benar-benar sudah siap secara biologis untuk melakukan fungsi kewanitaannya. Pemahaman masalah haid itu bergantung pada beberapa faktor, yaitu:&lt;br /&gt;1) Usia anak gadis&lt;br /&gt;2) Tingkat perkembangan psikenya&lt;br /&gt;3) Milieu/lingkungannya, dan&lt;br /&gt;4) Pendidikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. GEJALA-GEJALA PATOLOGIS YANG MEMBARENGI MENSTRUASI&lt;br /&gt;Senyatanya, haid itu merupakan gejala biologis yang alami, yang progresif dan positif sifatnya, yaitu sebagai pertanda biologis dari kematangan seksual. Sehingga peristiwa haid seharusnya diterima dengan sikap yang wajar oleh setiap anak gadis dan wanita. Memang reaksi anak gadis pada saat menstruasi pertama itu berbeda-beda; bergantung pada:&lt;br /&gt;1) Kondisi psikis&lt;br /&gt;2) Usia, dan&lt;br /&gt;3) Pengaruh milieunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika peristiwa haid itu menimbulkan shock hebat disertai iritasi (rangsangan yang mengganggu), maka biasanya anak gadis ini lalu merasa “sakit” atau tidak enak badan. Kemudian disertai dengan rasa menyenak mual mau muntah, jadi cepat lelah, dan degenangi oleh emosi-emosi depresif atau perasaan sedih tertekan.&lt;br /&gt;Jika reaksi anak gadis pada haidnya yang pertama merupakan satu penolakan yang defensif sifatnya, hal ini bisa mengakibatkan pengereman fungsional. Artinya, oleh penolakan tadi ada beberapa fungsi psikis dan fisik yang mengalami hambatan atau pengereman. Bahkan hambatan itu bisa berupa retensi menstruasi, yaitu keberhentian haid; khususnya disebabkan oleh reaksi kejutan atau shock reaction ketika ia mendapatkan haid pertama.&lt;br /&gt;Selanjutnya, gadis tadi lalu menampilkan motif-motif naif tentang kesakitan yang dihubungkan dengan cyclus/siklus menstruasinya. Jelasnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Menstruasi itu di identikkan dengan satu “penyakit”&lt;br /&gt;2) Penyakit ini lalu dikaitkan dengan “special care” atau pelayanan istimewa dan kasih sayang ekstra dari lingkungan, khususnya atensi dari ibu&lt;br /&gt;3) Maka sakit pada masa menstruasi tadi dipakai sebagai olah-gerak-penyesatan atau “afleidings-manoevers” bagi kekerdilan batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. HAID DAN KESADARAN AKAN DWIFUNGSI&lt;br /&gt;Pada peristiwa menstruasi pertama kali itu biasanya muncul pengertian pada anak gadis akan dwifungsinya; yaitu:&lt;br /&gt;1) Wanita sebagai makhluk seksual, dan&lt;br /&gt;2) Wanita sebagai pengabdi jenisnya (penerus generasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, bahwa haid merupakan peristiwa penting bagi anak gadis puber dan adolesens, sebagai jadi tanda dari kematangan seksual, dan erat berkaitan dengan fungsi reproduksi. Oleh karena itu haid biasanya menjadi pusat minat gadis pubertas dan adolesens. Maka dapat dimengerti bahwa jika peristiwa “pendarahan/menstruasi” itu tidak disertai dengan pemberian informasi-informasi yang jelas, benar, dan bisa memberikan ketentraman hati akan mengakibatkan munculnya gejala-gejala patologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. MASALAH ONANI ATAU MASTURBASI&lt;br /&gt;Onani disebut pula sebagai maturbasi atau “zelfbevlekking” (penodaan diri), adalah aktivitas penyalah gunaan seksual, dengan memanipulasikan alat kelamin sendiri sedemikian rupa, sehingga orang mendapatkan “kepuasan seksual” yang sebenarnya adalah kepuasan semu belaka.&lt;br /&gt;Onani juga bisa disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang buruk atau kurang menguntungkan. Onani lebih banyak terjadi pada masa pubertas dan adolesens. Terutama onani merupakan gejala umum yang seering terjadi pada pemuda-pemudanya. Pada umunya anak-anak muda yang tidak mampu mengendalikan diri itu menyadari, bahwa melakukan masturbasi jelas tidak baik dan tidak sehat. Akan tetapi mereka tidak mampu melawan dorongan untuk melakukan onani secara eksesif. Onani pada stadium lebih lanjut/tuaan akan jadi sangat kompleks. Karena pelaksanaan onani itu bukan hanya berupa pemuasan kebutuhan-kebutuhan fisik/genital belaka, akan tetapi sudah ditimbuni oleh konflik-konflik batin.&lt;br /&gt;Persentase total dari anak laki-laki pubertas dan adolesens yang melakukan onani sangat tinggi; diperkirakan berkisar antara 70-90%. Atas dasar inilah gejala onani bisa dianggap sebagai: peristiwa perkembangan yang normal pada usia pubertas dan adilesensi. Persentase yang tinggi tersebut khususunya terdapat pada anak laki-laki. Akan tetapi jika onani tersebut berubah sifatnya menjadi patologis atau gejala penyakit, maka peristiwa tersebut pastilah disebabkan oleh gangguan psikis yang lebih serius, yang bersarang dalam ketidaksadaran atau pada kehidupan di bawah sadar anak muda.&lt;br /&gt;Masalah onani dalam batas-batas normal hendaknya dianggap sebagai satu jalan pemuasan terhadap kebutuhan yang alami. Yaitu kebutuhan kodrati, yang beralaskan pertimbangan-pertimbangan psikologis-biologis-sosial-moril tidak bisa dipuaskan secara wajar, terkecuali dengan melakukan onani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. BEBERAPA SARAN PEDAGOGIS UNTUK MENANGGAPI MASALAH ONANI&lt;br /&gt;Sekali perkembangannya sifat atau karakter dari onani itu akan berubah tiga kali yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama: onani pada usia kanak-kanak yang amat muda, secara definitif merupakan gejala abnormal. Dan bisa dianggap sebagai gejala kematangan seksual yang terlampau dini/pagi.&lt;br /&gt;Kedua: onani pada usiadi antara masa kanak-kanak dan usia dewasa, yaitu pada periode pubertas dan adolesensi, merupakan gejala perkembangan yang normal.&lt;br /&gt;Ketiga: onani pada umur sesudah usia adolesensi, yaitu usia dewasa, secara definitif juga merupakan gejala abnormal. Bisa disebutkan pula sebagai kematangan seksual yang terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kriteria pertimbangan paling tepat dalam penentuan eksesif tidaknya onani adalah sebagai berikut: melakukan onani yang terlalu intensif pada usia berapaun juga, merupakam simptom kondisi psikis yang abnormal, yang mengarah pada sifat neurotis. Juga bisa dianggap sebagai “zucht” atau nafsu ketagihan yang berlebih-lebihan dan patologis, yang bisa disamakan dengan nafsu ketagihan pada morfine dan alkohol. Hendaknya orangtua, guru-guru, para pendidik dan dokter memberikan informasi dan bimbingan yang baik, agar anak:&lt;br /&gt;1) Mampu mengendalikan diri dan mengurangi kebiasaan beronani, yaitu dengan jalan&lt;br /&gt;2) Menyalurjan secara konkrit dan sehat pada bentuk aktivitas-aktivitas  positif seperti: sport, kegiatan kesenian, musik, karawitan, bertamasya, berdiskusi dengan kawan-kawan, melakukan eksperimen-eksperimen ilmiah, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XV&lt;br /&gt;KRIMINALITAS, KECANDUAN BAHAN NARKOTIKA.&lt;br /&gt;IMMORALITAS PADA USIA PUBERTAS DAN ADOLESENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tingkah laku kriminil dan pengaruh orang tua&lt;br /&gt;2. Sebab-sebab deliquency&lt;br /&gt;3. Kriminalitas dan kecanduan bahan narkotika&lt;br /&gt;4. Efek dan bahaya penggunaan bahan narkotika&lt;br /&gt;5. Tindak immoril anak puber dan adolesensi&lt;br /&gt;6. Akibat tindak immoril homoseksualitas dan masturbasi eksesif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. TINGKAH LAKU KRIMINIL DAN PENGARUH ORANG TUA&lt;br /&gt;Sebenarnyalah bahwa keluarga dan milieu itu memberikan pengaru yang sangat menentukan pada pembentukan watak dan kepribadian anak. Kelurga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan stempel dan fundasi primer bagi perkembangan anak. Selanjutnya, lingkungan alam sekitar dan sekolahan ikut menentukan nuansa pertumbuhan anak. Baik buruknya struktur keluarga dan masyarakat memberikan efek yang baik atau yang buruk pada pertumbuhan anak.&lt;br /&gt;Tingkah laku kriminil dari orang tua atau salah satu anggota keluarga itu memberikan pengaruh yang menular dan infeksius pada lingkungannya. Anak seorang pencuri biasanya juga akan menjadi pencuri. Tingkah laku kriminil orang tua itu mudah sekali menular pada anak-anaknya, terutama mudah sekali ditransmisikan/dioperkan kepada anak puber dan adolesens yang belum stabil jiwanya, karena merka tengah mengalami banyak konflik batin dan kebingungan.&lt;br /&gt;Pengaruh luar lainnya yang ikut menstimulir tingkah laku kriminil ialah: teman-teman sebaya yang mempunyai kecenderungan keiminil. Kelompok anak-anak muda brandalan dan kriminil ini biasanya terdiri atas anak-anak pubertas dan adolesens yang tengah:&lt;br /&gt;1) Diabaikan oleh orang tuanya (tidak mendapatkan kasih sayang, perhatian, tuntunan dan pendidikan) dan&lt;br /&gt;2) Sedang kebingungan dan mengalami banyak konflik batin yang tidak terpecahkan&lt;br /&gt;3) Ataupun terdiri atas anak-anak muda yang ditolak orang tuanya, yang merasa terpojok dan terlupakan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan yang menstimulir aktivitas keberandalan mereka ialah:&lt;br /&gt;1) Impuls bergiat atau dinamisme anak muda&lt;br /&gt;2) Keinginan mengetest kemampuan dan kekuatan sendiri&lt;br /&gt;3) Dan nafsu untuk mendapatkan pengakuan atas AKU-nya anak muda&lt;br /&gt;4) Juga ada keinginan kuat untuk kelihatan menonjol, lain daripada lain atau eksklusif, supaya dilihat dan diakui kehebatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SEBAB-SEBAB DELINQUENCY&lt;br /&gt;Kriminalitas yang dilakukan oleh anak-anak puber dan adolesens itu disebut pula sebagai delinquency (= kejahatan. Kedurjanaa, kedursilaan, pelanggaran). Kriminalitas itu pada umumnya merupakan kegagalan dari sistem pengontrol diri terhadap aksi-aksi instinktif; juga menampilkan ketidakmampuan seseorang mengendalikan emosi-emosi primitif untuk disalurkan pada perbuatan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Perkosaan seksual oleh anak puber dan anak-anak adolesens sering juga distimulir oleh:&lt;br /&gt;1) Depresi mental yang hebat&lt;br /&gt;2) Oleh rasa kesunyian, dan&lt;br /&gt;3) Di dorong oleh kekecewaan-kekecewaan karena ditolak oleh seorang wanita (kekasih atau ibunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KRIMINALITAS DAN KECANDUAN BAHAN NARKOTIKA&lt;br /&gt;Banyak anak puber dan adolesens yang melakukan kejahatan karena mereka kecanduan/ketagihan bahan narkotika atau obat-obat bius, yang disebut pula sebagai drugs. Drugs ini terdiri atas hard drugs dan soft drugs.&lt;br /&gt;Dalam kategori hard drugs dimasukkan antara lain: candu, morphine, codeine, papaverine, dicolid, heroine, LSD atau Lysergyc Acid Diethylamide, hydromorphine, coca, cassaine, methadoze, codom, ogozine, amvitamine, pethidine, dan bahan sintetis lainnya. Jenis narkotika ini bisa mempengaruhi syaraf dan jiwa penderita secara cepat dan keras. Waktu ketagiha berlangsung relatif pendek. Jika sipemakai tidak mendapatkan iatah obat dia bisa mati karenanya.&lt;br /&gt;Termasuk soft grugs ialah:ganja atau marihuana(mariyuana), yang disebut pula sebagai daun surga atau canabis sativa; yaitu merupakan narkotika alami yang mempengaruhi syaraf dan jiwa penderita tidak terlalu keras. Cara pemakaian obat-obat bius bisa berupa:&lt;br /&gt;1) Dicampur, sebagai bahan pencampur rokok, lalu diisap&lt;br /&gt;2) Dimakan dengan dikunyah&lt;br /&gt;3) Dihirup melalui hidung (snuiven)&lt;br /&gt;4) Diminum&lt;br /&gt;5) Dan disuntikkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala umum dari anak-anak muda/orang yang kecanduan ganja dan bahan narkotik antara lain:&lt;br /&gt; Jasmaniah: badan jadi tidak terurus dan semakin lemah, kurus ceking, kumal dan berbau. Tidak suka makan, matanya sayu dan jadi merah.&lt;br /&gt; Rokhaniah: menjadi pembohong, pemalas, daya tangkap otaknya makin melemah, jika biasanya mudah mengerti dengan diberikan uraian sekali, sekarang harus diterangkan 3-5 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. DAMPAK BURUK DAN BAHAYA PENGGUNAAN BAHAN NARKOTIKA&lt;br /&gt;Sekalipun dunia kedokteran bisa menuai manfaat dari penggunaan bahan narkotika, namun efek dan bahaya yang disebarkan (jika tidak terkendali) adlah cukup acute. Yaitu:&lt;br /&gt;1) Fisik: badan jadi ketagihan, sistem syaraf jadi lemah atau rusak secara total. Lalu menimbulkan komplikasi kerusakan pada lever dan jantung. Kondisi tubuh jadi rusak karena muncul macam-macam penyakit lainnya.&lt;br /&gt;2) Psikis: ketergantungan psikis; kemauan melemah atau musnah sama sekali. Daya pikir dan perasaan jadi rusak.jiwanya jadi murung depresif. Aktivitas dan kreativitas intelektualnya hilang sama sekali.&lt;br /&gt;3) Ekonomis: ganja dan bahan-bahan narkotika harganya sangat mahal. Sedang untuk kebutuhan rutin diperlukan supply yang kontinu/terus-menerus, dan harus dipenuhi.&lt;br /&gt;4) Sosioligis: bila para pecandu tidak berduit, namun badan dan jiwanya terus-menerus ketagihan bahan narkotika, sedang minta uang kepada orang tua tidak diberi lagi, atau harta milik sudal ludes bersih, maka para pecandu lalu melakukan macam-macam tindak pidana dan tindan amoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. TINDAK-TINDAK IMMORIL ANAK PUBER DAN ADOLELSENS&lt;br /&gt;Immoralitas atau tindak immoril itu khususnya berkaitan dengan tingkah laku seksual yang begitu a-susila dan sangat mencolok mata, sehingga ditolak oleh masyarakat. Individu-individu yang immoril dan orang-orang kriminil itu mempunyai beberapa ciri yang sama yaitu:&lt;br /&gt;1) Kurang terkendalinya rem-rem psikis oleh hati nurani, dan tidak berfungsi atau melemahnya sistem pengontrolan diri oleh lembeknya kemauan&lt;br /&gt;2) Kurang adanya pembentukan karakter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Immoralitas seksual itu berupa: tindak seksual secara terang-terangan, tanpa tedeng aling-aling, tidak ada rasa malu, dan caranya amat kasar sekali. Biasanya berupa seksualitas bebas dengan banyak partner, dan berlanhsung acak-acakan tanpa kendali (bentuk promiscuity). Perasaan-perasaan tidak mapan tersebut antara lain disebabkan oleh:&lt;br /&gt;1) Kegagalan disekolah, tidak bisa berprestasi, konflik dengan kawan sekolah dan guru-gurunya.&lt;br /&gt;2) Konflik dengan ibu, menentang kewibawaan orang tua atau pendidik: berengsek dengan saudara-saudara atau beberapa anggota keluarga.&lt;br /&gt;3) Merasa kecewa dan tidak puas terhadap nasib sendiri, sebagai produk dari broken home; punya ibu/ayah tiri yang kejam.&lt;br /&gt;4) Disharmoni dan desintegrasi dalam konstitusi kepribadian, hingga banyak muncul konflik batin dan ketegangan emosional yang tidak tertahankan.&lt;br /&gt;5) Lingkungan keluarga penuh konflik dan ketegangan tinggi, yang eksplosif sifatnya. Lingkungan yang tidak memberikan kehangatan cinta kasih, sebab dipenuhi dengan kekejaman dan tidak sewenang-wenang.&lt;br /&gt;6) Berontak terhadap semua bentuk otoritas; mengikuti kemauan sendiri (semau gue) sebab sudah merasa gede dan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekumpulan anak-anak muda lainnya melakukan tindak immoril karena didorong oleh Geltungstrieb (dorongan menuntut hak) dan usaha kompensansi, karena orang-orang muda ini tidak pernah merasakan /mendapatkan cinta kasih dari orang tua atau lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. AKIBAT TINDAK IMMORIL. HOMOSEKSUALITAS DAN MASTURBASI EKSESIF&lt;br /&gt;Perbuatan seksual pada anak puber dan adolesens itu kebanyakan sekali ditimbulkan oleh adanya; disharmoni dalam kehidupan psikisnya, yang ditandai oleh:&lt;br /&gt;1) Menumpuknya konflik-konflik batin&lt;br /&gt;2) Tidak danya pengereman nafsu-nafsu hewani/rendah&lt;br /&gt;3) Kurang kuatnya iman dan kemauan&lt;br /&gt;4) Juga oleh kurang tajamnya intelek seseorang dalam mengendalikan nafsu-nafsu seksual yang primitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan terganggunya proses pembentukan karakter dan kepribadian tadi, dapat dinyatakan bahwa diantara orang immoril dan person kriminil itu ada persamaan-persamaan tertentu yaitu:&lt;br /&gt;1) Kurang adanya pembentukan karakter dan kepribadiannya. Kepribadiannya ternyata primitif, naif rendah.&lt;br /&gt;2) Memiliki sistem pengontrol dan pengendalian diri yang sangat lemah (weekling).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala lain yang sering juga dianggap sebagai immoril oleh umum pada usia pubertas dan adolesens ialah:&lt;br /&gt;1) Homoseksualitas (lewat anal erotisme melalui dubur, dan oral erotisme melalui mulut).&lt;br /&gt;2) Kebiasaan erotik dalam bentuk masturbasi/onani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya kesulitan-kesulitan emosional dan konflik-konflik batin serius pada masa pubertas dan adolesens itu banyak diwarnai oleh motif-motif sosial ( pengaruh ekstern) dan oleh motif-motif seksual (pengaruh intern). Bila gangguan tadi khronis dan ekstrim sifatnya, bisa menimbulkan banyak deviasi psikis antara lain: depresi, rasa soliter, autisme (ingin hidup menyendiri), rasa devaluasi diri, histeria, timbulnya delusi-delusi, hilangnya kepercayaan diri, irritabilitas, kecemasan dan ketakutan, fobia dan neurosa. Juga tindak-tindak kompulsif (paksaan), kriminalitas, dan macam-macam tingkah laku immoril lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XVI&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN DAN KEDEWASAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tujuan perkembangan&lt;br /&gt;2. Unsur-unsur komplementer. Individualitas dan sosialitas anak&lt;br /&gt;3. Kedewasaan&lt;br /&gt;4. Tugas perkembangan&lt;br /&gt;5. Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. TUJUAN PERKEMBANGAN: MENJADI MANUSIA DEWASA&lt;br /&gt;Sejak lahir sampai saat kematian, manusia itu tumbuh mekar, mengalami banyak proses perubahan dan perkembangan. Karena itu prinsip perkembangan itu sifatnya progresif. Lagi pula prinsip perkembangan tersebut ada di dalam diri anak itu sendiri. Proses perkembangan dipengaruhi oleh faktor-faktor:&lt;br /&gt;1) Herditas/warisan sejak lahir, misalnya; bakat, pembawaan, konstitusi, potensi-potensi psikis dan fisik, dan&lt;br /&gt;2) Faktor-faktor lingkungan. Ada hukum konvergensi. Di mana faktor intern dan ekstern saling bertemu dan pengaruh mempengaruhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari perkembangan ialah: menjadi manusia dewasa yang sanggup bertanggung jawab sendiri dan berdiri sendiri/mandiri. Maka tugas utama setiap orang tua dan pendidik ialah:&lt;br /&gt;1) Memberikan fasilitas bagi perkembangan anak, dan&lt;br /&gt;2) Membantu memperlancar perkembangan anak menurut irama dan temponya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. UNSUR-UNSUR KOMPLEMENTER: INDIVIDUALITAS DAN SOSIALITAS ANAK&lt;br /&gt;Individualitas dan sosialitas merupakan unsur-unsur yang komplementer (saling melengkapi) dari ekstensi anak; yaitu Cuma bisa dibedakan, akan tetapi tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lain. Berasosiasi hal ini, anak manusia hanya bisa memasuki dunia manusia, jika dia dibawa atau dimasukkan oleh manusia dewasa. Oleh sebab itu diperlukan pendidikan, khususnya bagi anak-anak dan orang-orang muda.  Salah satu sukses dalam usaha/perjuangan manusia dewasa yang matang ialah:&lt;br /&gt;1) Kemampuan untuk mengatasi setiap kesulitan hidup, dan&lt;br /&gt;2) Mampu memikul duka derita serta segala cobaan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah melampaui periode  adolesens, sampailah orang muda pada kedewasaannya, di mana dia diharapkan bisa mendidik diri sendiri. Dalam pengertian:&lt;br /&gt;a. Mampu menentukan sikap&lt;br /&gt;b. Bisa memilih arah dan tujuan hidupnya&lt;br /&gt;c. Secara konsekuen mencapai tujuan final itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KEDEWASAAN&lt;br /&gt;Dengan berakhirnya masa adolesensi, tibalah orang muda pada masa kedewasaan. Secara ringkas dapat dinyatakan, bahwa ciri utama dari adolesensi ialah:&lt;br /&gt;1) Mampu mengaitkan realitas dunia luar yang obyektif dengan AKU-nya (kehidupan jiwanya) sendiri, dan&lt;br /&gt;2) Mampu mengendalikan dorongan-dorongan dari alam, untuk diarahkan pada tujuan yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDEWASAAN itu bisa diartikan sebagai: satu pertanggungjawaban  penuh terhadap diri sendiri, bertanggung jawab atas nasib sendiri dan pembentukan diri sendiri. Bertanggung jawab bisa diartikan sebagai: memahami arti norma-norma susila dan nilai-nilai etis, dan berusaha hidup sesuai dengan norma-norma tadi. Dalam dinamika kedewasaan itu termuat:&lt;br /&gt;1) Tugas membuat rencana hidup&lt;br /&gt;2) Membuat pnggarisan tujuan final yang dikaitkan dengan dengan prinsip-prinsip dan norma-norma etis tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan dicirikan pula dengan: secara konsekuen melakukan identifikasi terhadap norma-norma susila yang dipilih sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. TUGAS PERKEMBANGAN&lt;br /&gt;Tugas perkembangan ialah tugas-tugas khusus yang harus dilakukan oleh individu sebab didorong oleh kemasakan pribadi, dan didorong oleh tekanan sosial (norma-norma sosial), agar individu yang bersangkutan bisa mempertahankan perkembangan yang normal sebagai makhluk sosial ditengah masyarakat.&lt;br /&gt;James C. Coleman dalam bukunya “Abnormal Psycology and Modern Life” (1956, hlm, 67-70) membagi tugas-tugas perkembangan dalam perkembangan yang normal dalam tujuh kegiatan atau periode yaitu:&lt;br /&gt;1) Dari dependensi ke arah independensi (kebebasan)&lt;br /&gt;2) Dari prinsip kenikmatan ke arah prinsip kenyataan&lt;br /&gt;3) Dari inkompetensi menjadi kompetensi&lt;br /&gt;4) Dari otoplastik ke arah aloplastik&lt;br /&gt;5) Dari non-produktif menjadi produktif&lt;br /&gt;6) Dari non-diferensiasi ke arah diferensiasi&lt;br /&gt;7) Dari serba tidak sadar ke arah serba sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari dependensi/ketergantungan ke arah independensi/ kebebasan&lt;br /&gt;Semakin menipisnya kekuasaan dan kontrol dari luar itu menstimulir kesempatan untuk merealisasikan/mengaktualisasikan segenap kemampuan sendiri secara bebas dalam bentuk:&lt;br /&gt; Pengambilan seleksi/pilihan&lt;br /&gt; Pengambilan keputusan, dan&lt;br /&gt; Pengorganisasian tingkah laku&lt;br /&gt;2. Dari prinsip kenikmatan ke arah prinsip kenyataan&lt;br /&gt;Prinsip kenikmatan, seperti yang dipostulasikan (diharapkan/dibayangkan) oleh FREUD adalah: tendensi mencari kenikmatan, dan menghindari rasa sakit serta rasa diskomfort (tidak nyaman).&lt;br /&gt;3. Dari inkompetensi ke arah kompetensi&lt;br /&gt;Kompetensi dalam pengertian psikologis menunjuk pada kemampuan untuk melakukan adaptasi. Kemampuan ini meliputi potensi untuk menilai pribadi sendiri dan menilai dunia luar, lalu menilai pertimbangan dan keharmonisannya.&lt;br /&gt;4. Dari otoplastik ke arah aloplastik&lt;br /&gt;Otoplastik atau egosentrik (egosentrisme) itu merupakan proses yang berlangsung secara tidak sadar pada diri anak-anak. Otoplastik ini mencapai titik puncaknya dalam bentuk Trotzalter pertama, di mana anak merasa menjadi RAJA di tengah keluarganya (saat kemraja-raja), yang ingin “menguasai) lingkungannya.&lt;br /&gt;5. Dari non-produktif menjadi produktif&lt;br /&gt;Lambat laun prestasi anak bisa menjangkau atau memenuhi kebutuhan orang lain, karena anak sudah mulai bersifat produktif, dengan jalan:&lt;br /&gt;a. menolong orang tua dengan pekerjaan-pekerjaan ringan (pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh orang lain), dan&lt;br /&gt;b. memberikan jasa pada kawan-kawan serta orang luar&lt;br /&gt;6. Dari non-diferensiasi ke arah diferensiasi&lt;br /&gt;Psikologi GESTALT memberikan pengertian pada kita, bahwa baik pengamatan, perasaan, maupun kamauan dan kehidupan psikis lainnya itu berkembang secara global. Artinya mula-mula anak bisa menghayati dunia sekitar dengan bantuan alat dria dan jiwanya secara keseluruhan , secara global dan total.&lt;br /&gt;7. Dari serba tidak sadar ke arah serba sadar&lt;br /&gt;Proses mengalami kemunduran dan kerusakan total. Peristiwa ini disebut sebagai:&lt;br /&gt;1. regresi (kemunduran)&lt;br /&gt;2. peristiwa atrofi (merana atau melisut)&lt;br /&gt;3. defek mental (kerusakan mental)&lt;br /&gt;Ringkasnya untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan tersebut denga sebaik-baiknya, perlulah diperhatikan tiga faktor, yaitu:&lt;br /&gt;1. faktor pembawaan genetis anak dan remaja sebagai faktor biologis (faktor endogin)&lt;br /&gt;2. segala pengaruh dari luar (pengaruh alam sekitar) sebagai faktor eksogin atau faktor sosial/sosiologis, dan&lt;br /&gt;3. faktor internalisasi diri dan pembentukan struktur kepribadian sebagai faktor psikologis (faktor sndogin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PENUTUP&lt;br /&gt;Tugas utama pendidikan dan orang tua dalam proses humanisasi dan sivilisasi anak manusia ialah: membawa anak muda yang belum dewasa kepada kedewasaan penuh. Kedewasaan juga mengandung pengertian: mampu memberikan bentuk konkrit pada segenap kapasitas dan potensi sndiri.&lt;br /&gt;Menurut Prof. Langeveld, kedewasaan dapat diartikan pula sebagai: zelfverantwoordelijke zelfbepaling. Artinya kedewasaan itu merupakan penentuan diri sendiri berlandaskan pada:&lt;br /&gt;1) pertanggungan jawab sendiri&lt;br /&gt;2) sebab, hidupnya mempunyai garis tuntunan (Leitlinie) yang jelas&lt;br /&gt;3) punya rencana konkrit&lt;br /&gt;4) menuju tujuan hidup konkrit yang gamblang&lt;br /&gt;5) mengikuti disiplin dan norma-norma susila tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya kedewasaan memanifestasikan diri dalam dua bentuk, yaitu:&lt;br /&gt;1) sebagai individuasi: yaitu mandiri sebagai individu yang konkrit, yang membentuk diri atas pertanggung-jawaban sendiri&lt;br /&gt;2) sebagai pendukung norma susila, yang berusaha secara terus-menerus mengangkat harkatnya dalam merealisasikan diri sebagai makhluk sosial yang susila, di tengah satu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran pribadi manusia dewasa secara karakterologis dan normatif ialah: sudah berbentuk, dan relatif stabil sifatnya. Dengan kestabilan ini dimungkinkan usaha untuk:&lt;br /&gt;1) memilih relasi sosial (kawan bergaul, dan kelak memilih suami/isteri)&lt;br /&gt;2) memilih bidang studi&lt;br /&gt;3) memilih profesi/pekerjaan, yang semuanya sifatnya stabil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-8230419371309868511?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/8230419371309868511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=8230419371309868511&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/8230419371309868511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/8230419371309868511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/07/psikologi-perkembangan-anak.html' title='PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-5333968866622981806</id><published>2008-06-16T13:34:00.000+07:00</published><updated>2008-06-16T13:35:27.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tim uero'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepak nola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memantabkan bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='uero 2008'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UERO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis bola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peluang bisnis'/><title type='text'>EURO 2008 DAN UPAYA MEMANTABKAN BISNIS</title><content type='html'>Bagaimana sudah membaca tulisan saya dihalaman lain diblog ini? dengan judul &lt;b&gt;UERO 2008 Penenang Gundah Dikala Susah&lt;/b&gt;, lalau apakah sudah ada gambaran untuk mengambil langkah dalam memulai bisnis anda? Atau malah anda sudah memulai dan menjalaninya? Ataupun mungkin sebaliknya anda belum melakukan start sama sekali, kalau belum membaca saya sarankan anda para penggemar bola ikut juga membaca artikel dengan judul diatas, buat yang bukan penggemar bola pun dipersilahkan? &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Nah untuk lebih memantabkan lagi niat dan motivasi anda saya juga akan turut berbagi, semacam tips untuk semakin memantabkan bisnis baru yang mulai anda kelola, biarkan pemerintah dengan kebijakannya menaikan BBM, namun rakyat harus terus berjuang untuk bertahan hidup, namun juga jangan lupa untuk terus mendiskusikan cara-cara bersama untuk menentang kebijakan pemerintah yang tidak pernah pro rakyat tersebut, yang bahkan ada indikasi bahwa pada September mendatang BBM akan kembali dinaikan, syah-syah saja menyelingi bahkan mungkin wajib ditengah menonton bola dan memantabkan bisnis anda, anda mulai menyusun strategi untuk demo, atau mogok makan masal, wah tentunya kalau semua supporter bola bisa bergabung dan melakukan aksi penolakan atau pembatalan kenaikan BBM, saya yakin pemerintah akan menurunkan kembali BBM. tentunya pemerintah piker-pikir 10000 kali lagi untuk menaikan harga BBM kembali, wah bagaimana tertarik juga untuk membela saudara-saudara kita para tukang bejak, para buruh dan rakyat miskin yang untuk hidup saja susah. Diskusikan bersama lalu aksi.kita selamatkan bangsa ini dan rakyat Indonesia dari rezim yang membuat rakyat yang sudah melarat ini semakin menjadi sekarat. &lt;b&gt;LAWAN.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kembali ke peluang bisnis anda, ditengah event bola yang tidak pernah pudar selama bumi masih berputar. setelah ide sudah di dapat dan juga memenuhi semua isi kepala, maka hal-hal berikut perlu ada dalam diri anda semua diantaranya&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Mempercayai  sepenuhnya bahwa usaha anda dapat menjadi usaha sukses&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Mengapa anda harus percaya sepenuhnya bahwa usaha yang anda bangun saat ini akan menjadi usaha yang sukses? Kalau anda tidak percaya bahwa anda akan menjadi sukses maka sampai kapanpun anda tidak akan pernah menjadi sukses, hampir sebagian besar hambatan yang dihadapi orang yang gagal adalah hambatan yang terjadi dalam dirinya, mereka tidak percaya bahwa usaha yang dibangun tidak akan menjadi sukses, mereka telah merendahkan dan meremehkan bakat sendiri serta kemampuan sendiri dalam mengelola usaha. Pandangan seperti ini adalah pandangan yang keliru, ini adalah hambatan mental yang diciptakan sendiri  melalui alam bawah sadar. Teruslah percaya bahwa usaha anda akan menjadi sukses, dan disamping itu kita harus memiliki beberapa keyakinan seperti&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Siapapun   dapat menjadi sukses dan siapapun berhak menjadi sukses&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;keadaan   harus dapat diubah dan anda harus berni mengubahnya&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;kegagalan   bukanlah petaka, tapi pelajaran yang sangat berharga&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; semua keyakinan-keyakinan tersebut harus selalu kita tanamkan dalam diri.dan untuk selanjutnya&lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Menetapkan  sasaran dan tujuan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Mengapa harus memiliki sasaran yang jelas, alasanya sederhana kalau anda tidak mengetahui sasaran yang jelas anda tidak akan mengetahui apa yang akan anda dapatkan. Ibarat menembak sesuatu, tetapi anda tidak tahu apa yang akan anda bidik .beberapa catatan yang perlu dipegang teguh adalah&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;sasaran   dan tujuan yang jelas&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;sasaran   dan tujuan harus tertanam kuat didalam pikiran.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Melenyapkan  virus-virus kegagalan dalam diri anda&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Virus-virus kegagalan adalah pikiran atau kata-kata yang bernada pesimis dan negative sehingga dapat melemahkan mental, semangat, dan daya juang seseorang. Seperti&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Saya   tidak mungkin berhasil&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Saya   tidak mungkin dapat melakukannya&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Saya   tidak mampu&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Saya   pasti gagal&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Saya   terlalu pendek untuk menjadi pemimpin&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Jika   saya mempunyai modal, saya pasti menjadi pengusaha&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Itu   tidak mungkn bisa, semua orang gagal melakukanya&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Sudahlah!   Tidak usah berfikir muluk-muluk&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Buag jauh-jauh fikiran semacam itu dalam diri anda, sudah saatnya juwa anda merdeka dari pikiran-pikiran negative, cukup sudah kita dibuat oleh Negara untuk kerdil karna tekanan biaya pendidikan yang luar biasa melangit juga naiknya berbagai kebutuhan pokok yang kian melambung akibat kenakan harga BBM, anda harus yakin dapat menghilangkan beban-beban pikiran negative anda, dan berikut ada beberapa cara untuk membasmi virus,virus kegagalan itu diantaranya&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Menyuntik  fikiran anda dengan vaksin kesuksesa&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; seperti&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Saya   pasti bisa melakukanya&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Siapapun   bisa meraihnya&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Jangan   berkecil hati masih ada kesempatan&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Saya   memang bukan sarjana, tetapi peluang saya terbuka lebar&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Membiasakan  diri berbuat hal-hal yang positif&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Waspada  terhadap orang-orang yang selalu berpikir negative&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Terus untuk trik berikutnya agar semua inpian dan bisnis yang anda rintis bisa berhasil adalah&lt;/p&gt; &lt;ol start="4"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Maju  terus sampai anda mendapatkan apa yang anda inginkan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Hadiah terindah untuk orang yang tidak mudah menyerah adalah keberhasilan, kembali adalah menyerah menyerah berarti gagal jangan berhenti sebelum anda meraihnya, untuk bisa menjadi maju terus sebaiknya anda memperhatikan hal-hal berikut pertama anda harus memiliki kesabaran ketekunan dan kegigihan kedua anda harus selalu mencari cara-cara baru yang dapat mempermudah langkah-langkah anda, selanjutnya anda harus berani berbuat nekat bila perlu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Untuk selanjutnya dua tips terakhir ini juga tidak kalah pentingnya untuk dilakukan yaitu&lt;/p&gt; &lt;ol start="5"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Mendekatkan  Diri Kepada Tuhan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; tidak seorangpun yang mengetahui rencana tuhan. Tuhan dapat melakukan apa saja yang dikehendaki dan kapan saja, ada beberapa alasan mengapa kita harus selalu mendekatkan diri kepada tuhan pertama untuk menjaga keseimbangan mental, kedua untuk meringankan baban pikiran dari persoalan-persoalan yang dihadapi selanjutnya untuk memohon supaya cita-cita dapat dikabulkan selanjutnya kedaimaian dan kesejukan serta pegangan arah kita.&lt;/p&gt; &lt;ol start="6"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Memulai  Sekarang Juga &lt;/b&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kesalahan fatal yang sering dilakukan orang-orang gagal adalah suka menunda-nunda sesuatu dan mengulur-ngulur waktu, padahal hal yang paling merugi buat orang yang suka mengulur-ngulur waktu adalah kehilangan peluang atau kesempatan pertama. Maka mau apalagi mulai sekarang mantabkan bisnis anda tidak ada kata lain mulai dan mulai sekarang juga.@ &lt;b&gt;Edi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;    &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-5333968866622981806?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/5333968866622981806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=5333968866622981806&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5333968866622981806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5333968866622981806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/06/euro-2008-dan-upaya-memantabkan-bisnis.html' title='EURO 2008 DAN UPAYA MEMANTABKAN BISNIS'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-7338339379573294306</id><published>2008-06-16T13:30:00.001+07:00</published><updated>2008-06-16T13:33:53.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lulus UAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sma negeri buay madang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lulus 100% UAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KELULUSAN UAN'/><title type='text'>SMA NEGARI 1 BUAY MADANG</title><content type='html'>&lt;b&gt;SEKOLAH PEDALAMAN YANG SELALU LULUS 100% UAN&lt;/b&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Sabtu 14 Juni 2008 merupakan hari yang mendebarkan bagi para siswa-siswi SMA diseluruh pelosak tanah air, sebab hari itu adalah hari penguman kelulusan buat siswa SMA, ada tangis, ada tawa ada luapan corat-coret baju ada luapan syukur dengan membagibagikan rizki kepada yang tidak mampu dijalan-jalan.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Alhamdulilah akhirnya murid-murid ku lulus semua” dengan di sertai senyuman tanda luapan kebahagiaan Bu arsiyah demian wanita paruh baya ini biasa di sapa murid-muridnya. ibu arsiyah adalah salah satu pengajar di sekolah terpencil yang terletak dipedalaman Sumatra tepatnya di daerah OKU Timur sumatera selatan, apa yang menyebabkan beda dari sekolah dipedalaman ini? Sekolah ini adalah salah satu sekolahan di Indonesia yang mampu mencatat kelulusan 100%.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Terletak dijalan raya Belitang-Buay Madang tepatnya di dusun Muda Sentosa, kecamatan Buay Madang, SMA ini berdiri dengan kokohnya, SMA Negeri 1 Buay Madang ya demikian nama SMA yang mampu meluluskan 100% siswanya ini. Dengan kesederhanaanya seperti kebanyakaan sekolahan di daerah SMA Negeri 1 Buay madang telah membuktikan bahwa dirinya layak di jadikan salah satu SMA favorid di kecamatan Buay madang. Telah banyak Prentasi yang ditorehkan,  SMA yang saat ini di Pimpin oleh Drs. Fahri Bastari ini kembali menorehkan prestasi yang luar biasa dengan mencetak angka kelulusan 100%.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ditanya tetang rahasia kesuksesan meluluskan 100% siswanya Bapak Mensis  ikut berbagi “ Guru harus kreatif dan juga Melakukan pendekatan emosional kepada siswa sehingga siswa memiliki kesadaran pribadi untuk belajar, sehingga kita tidak &lt;i&gt;ngoprak ngoprak&lt;/i&gt; (Nyuruh;red) Buat belajar, biarkan jiwa anak merdeka” demikian di ungkapkan bapak mensis yang mengajar matapelajaran PPKN di SMA negeri 1 buay madang.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Sejalan dengan Mensis , Drs Muhamdi sebagai salah guru yang mengampu mata pelajaran matematika di SMA negeri 1 buay madang menuturkan bahwa kunci kelulusan siswanya terletak pada keihlasan guru dalam mengajar “hanya ketulusan dan keikhlasan seorang guru terhadap siswanya dalam memberikan ilmunya itu resep kelulusa kita yang 100%” demikian tuturnya.      &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Sedikit mengulas tentang SMA Negeri 1 buay madang salah satu kelebihan lain dari SMA yang meskipun jauh dari pusat kota Palembang, ibu kota propinsi Sumatera Selatan adalah terdapat banyak kegiatan ekstra kulikuler, seperti Komputer, Pramuka, Saka Bayangkara, seni baca al quran “Qiroah” agenda les tambahan disore hari untuk mata pelajaran yang di UAN kan. Serta masih banyak kegiatan lainya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Tempat yang asri merupakan salah satu keunggulan SMA Negari ini, terletak di pinggiran sawah dan hutan membuat udara sejuk dan nyaman, ditambah lagi suasana bising yang hampir tidak ada. Karena letaknya yang sedikit masuk dari jalan raya sehingga menyebabkan frekuensi kendaraan bus lintas Sumatra tidak terdengar. Fasilitas yang cukup memadai dalam bidang olah raga pun merupakan nilai lebih dari sekolah yang terletak di Kabupaten OKU Timur Sumatra Selatan ini, satu yang menjadi catatan fenomal SMA NEGERI 1 Buay madang mampu meluluskan siswanya 100% tiap tahun kelulusanya termasuk tahun 2008 ini. Dan ini menjadi bukti di Negeri ini. meskipun jauh dari dunia modern namun dengan semangat belajar yang luar bisa dapat mencapai hasil yang mengagumkan sekaligus membanggakan. Meskipun hampir 80% siswa di SMA ini harus naik sepeda ontel (mengayuh) selama 30-45 menit untuk mencapai tempat sekolah mereka dengan kondisi jalan yang rata-rata masih berlubang dan berlumpur. Namun inilah salah satu bukti kekayaan negeri ini generasi yang cemerlang. Sudah saat nya pemerintah kita mulai peduli buat generasi bangsa yang berada jauh di pedalaman.  Negeri ini patut tersenyum.@ &lt;b&gt;Edi&lt;/b&gt;.     &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-7338339379573294306?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/7338339379573294306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=7338339379573294306&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/7338339379573294306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/7338339379573294306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/06/sma-negari-1-buay-madang.html' title='SMA NEGARI 1 BUAY MADANG'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-5995548046909104892</id><published>2008-06-16T13:29:00.000+07:00</published><updated>2008-06-16T13:30:22.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak desa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oku timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah anak desa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber agung OKU Timur'/><title type='text'>SEPENGGAL KISAH SEORANG ANAK DESA</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;PAGIKU DI DESA SUMBER AGUNG &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt; Allahuakbar,,,,Allahuakbar……. terdengar suara azan silih berganti saling bersahutan, diantara dingin udara di desa yang sejuk nan asri, sebuah dusun yang terletak jauh di pedalaman pulau Sumatra, sebuah tempat yang damai yang tidak pernah dipusingkan dengan hingar bingar peliknya dunia politik, tempat yang begitu menyejukan, dengan arifnya setiap mata dan sunggingan senyum disetiap penduduk yang menyapa, ya desa yang damai itu  Desa Sumber Agung, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. dengan masih dibalut &lt;i&gt;jarik&lt;/i&gt; (kain tipis yang biasa digunakan penduduk desa untuk selimut), aku mulai membuka mata perlahan, dan perlahan mulai membersihkan dan merapikan tempat tidur ku kembali, sebuah ranjang yang jauh dari kesan mewah dan elegan namun hampir setiap malam memberikan mimpi-mimpi yang mendamaikan, dengan perlahan aku mulai menyikap jendela dan merasakan sejuknya belaian angin sepoi pagi dan embun yang terus merayapi sekujur tubuh yang selalu memberikan sejuta semangat untuk ku kembali mengarungi hidup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;Selamat pagi dunia, selamat pagi matahari begitulah yang selalu aku ucapkan hampir setiap pagi, dengan sedikit menyeka mataku aku mulai berjalan ke pancuran sumur untuk mengambil air wudhu, sementara itu aku sudah mendengar di dapur ibu yang hampir setiap pagi selalu menyiapkan sarapan telah dengan bijaksanaya memasak buat ku dan buat keluarga, selesai melaksanakan sholat shubuh, aku mulai berjalan menuju halaman belakang rumah, ya hampir setiap pagi disana telah menunggu kedatanganku, teman-teman bermainku setiap hari dikala pikiran penat, teman yang selalu aku fikirkan karna mereka semua juga bagian penopang hidup keluargaku, wek…wek…. petok,,,petok,,,, ngos…ngoss,,,,wek,,,,,,wek,,wek….. dengan bersahutan mereka mengucakkan selamat pagi padaku, mereka antri menunggu jatah sarapan pagi buat mereka yang telah aku siapkan dari kemarin sore.. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;Selesai memberikan sarapan kepada teman-temanku, aku mulai menuju rumah mereka, sebuah kandang kecil dibelakang rumah dan wah luar biasa disana aku menemukan butiran-butiran seukuran bola-bola pimpong juga bola-bola kasti namun lebih kecil sedikit dengan bentuk bulat oval, Alhamdulilah…. gumanku dalam hati diikuti seutas senyum dari batinku,  rupanya hari ini teman-temanku kembali menyumbangkan tambahan penghasilan buat keluargaku juga lauk sarapan pagiku, dengan riang aku mulai mengambil satu-persatu butiran telur yang berserakan di kandang,oh ya sudah menjadi hal yang biasa bagi si wek…wek… Bebek  kalau bertelur tidak memperhatikan tempat, satu persatu telur..telur itu kumasukan ember dan setelah semuanya masuk aku bawa kedapur disana aku mulai mengelap satu persatu butiran-butiran itu untuk membersihkanya dari kotoran, dan dengan perasaan riang setelah semuanya selesai kubersihkan kupersembahkan telur-telur itu kepada ibu didapur…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;Satu tanggung jawab sudah selesai aku kerjakan, kembali dengan riang aku mulai menuju kesudut rumah disana sudah menunggu sapu dan &lt;i&gt;cikrak&lt;/i&gt; (tempat sampah) aku menghampiri dan mengambil nya untuk kemudia menyapu halaman rumahku…. nah inilah rutinitas pagi yang juga aku lakukan setiap hari… membersihkan halaman rumah… menyapu seluruh pekarangan istanaku……&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;Jam sudah menunjukan pukul 05.30 berarti sudah waktunya aku untuk mandi, dan mulai membersihkan diri untuk berangkat sekolah, sarapan dan menyiapkan semua bekal perjalananku kesekolah… ow ya letak sekolahanku cukup jauh dari rumah aku harus naik sepeda ontel kurang lebih 45 menit, selesai sarapan, pukul 05.45 biasanya aku langsung berangkat kesekolah dengan tak lupa sebelumnya berpamitan dengan kedua orang tuaku dan saudara yang mungkin kebetulan ada dirumah. dengan perasaan riang aku mulai menyusuri jalanan pagi ditemani sejuknya embun pedalaman sumatra dan semilir dingin yang masih terasa menusuk sum-sum kulitku. dengan sejuta semangat demi mendapatkan ilmu untuk masa depan yang lebih baik, aku terus menggenjot ontel kesayanganku, diantara jalanan yang berlubang riuh rendah suara burung dan hamparan sawah di sekelilingku,  hanya demi satu ILMU……… &lt;b&gt;(Bersambung). @  edi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-5995548046909104892?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/5995548046909104892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=5995548046909104892&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5995548046909104892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5995548046909104892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/06/sepenggal-kisah-seorang-anak-desa.html' title='SEPENGGAL KISAH SEORANG ANAK DESA'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-5848310539514317678</id><published>2008-06-11T12:53:00.001+07:00</published><updated>2008-06-11T12:54:51.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lapangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EURO 2008'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesebelasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepakbola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rejeki bola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EURO EROPA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bola'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peluang kerja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis bola'/><title type='text'>UERO 2008: PENENANG GUNDAH DIKALA SUSAH</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; Kembali perhelatan akbar bola dunia di gelar. Perhelatan yang berlangsung di dua Negara Eropa benar-benar membius para pencinta bola di seluruh dunia, kejuaraan empat tahunan ini nyaris melupakan sejenak segenap himpitan beban hidup yang saat ini dirasakan oleh sebagian besar masyarakat indonesia, kenaikan harga bahan bakar minyak yang selangit seakan bisa hilang sesaat dengan riangnya menonton laga bola dunia bersama keluarga ataupun teman sejawat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; Event yang berlangsung selama 23 hari dengan 31 pertandingan dan diikuti oleh 16 negara ini semakin menyita perhatian publik, satu peluang baru sebenarnya telah menunggu didepan mata, Bagi masyarakat Indonesia yang notabenenya saat ini tengah dilanda sejuta masalah, dengan adanya event bola dunia EURO dapat dimanfaatkan dalam meraih peluang bisnis, untuk kembali membuat dapur ngebul.  Ditengah himpitan hidup yang kian menyiksa akibat melambungnya harga bahan bakar minyak saat ini,  dari event bola masyarakat bisa menarik benang merah peluang usaha, mungkin dengan memulai membuat pernak-pernik sederhana tentang bola, membuat tempat ngopi untuk nonton bola bersama, membuat sablon kaos tim yang berlaga di uero. Atau juga peluang usaha seperti membuat stiker atau pun membuat news letter tentang para pemain-pemain yang berlaga di uero juga tim-tim kesebelasan. Coba bayangkan dari 368 pemain, 8 stadion, dan dari 2 negara tempat perhelatan akbar tersebut berlangsung pastinya akan banyak ide dan celah-celah yang dapat kita ambil sebagai peluang usaha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; Pangsa pasar terhampar luas. Ya, Peluang usaha yang dapat diciptakan nanti tentunya akan memiliki pangsa pasar yang tidak sedikit, coba kita analisa jumlah fanatik bola di negeri ini sungguh luar biasa banyaknya hampir 50% bakan bisa lebih  penduduk di tiap kota dimasing-masing kota kecamatan, kabupaten, propinsi, bahkan di desa-desa di Indonesia adalah penggemar bola, berarti jelas bahwa pangsa pasar dari peluang usaha yang akan diciptakan sangatlah fantastis.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; Biarlah pemerintah republik ini bermasyuk ria dengan kebijakan yang terus menyengsarakan rakyatnya, namun yang terpenting masyarakat Indonesia harus dan tetap memiliki semangat untuk bertahan hidup, kita buang keputusasaan, peluang usaha ada didepan mata,  ada banyak kesempatan untuk terus berkarya, dan yang paling utama jangan sampai masyarakat terprovokasi dengan adanya konflik horosontal yang coba mulai digulirkan di Republik ini. Tidak perlu ikut-ikutan baku hantam terhadap sesama atau yang berbeda agama. Melalui ajang bola kita akurkan seluruh element masyarakat Indonesia. Rakyat  Indonesia berhak untuk tersenyum bahagia, bukan jeritan tangis memilukan yang selalu terdengar melalui berbagai headline berita. Tolak dan jangan dengarkan jika ada provokasi-provokasi yang sengaja dilakukan melalui event, atau forum penggemar bola, sudah bukan zamannya lagi baku hantam sesama rakyat, yang perlu kita lawan bersama adalah para kaum pemodal dan elit politik busuk. yang  perlu terus kita demo bersama-sama adalah rezim yang lalim dengan masyarakatnya yang telah dengan semena-mena menaikan BBM.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 200%;" align="justify"&gt; Ambil peluang, pilih tempat, tetapkan ide, lalu realisasikan, jadikan ajang UERO 2008 ini sebagai penenang gundah dikala susah. Jadikan UERO 2008 sebagai peluang USAHA RAKYAT,  HIDUP PENGGEMAR BOLA, HIDUP RAKYAT.@ edi cerdaspos&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-5848310539514317678?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/5848310539514317678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=5848310539514317678&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5848310539514317678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5848310539514317678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/06/uero-2008-penenang-gundah-dikala-susah.html' title='UERO 2008: PENENANG GUNDAH DIKALA SUSAH'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-494012409143739683</id><published>2008-06-11T12:49:00.002+07:00</published><updated>2008-06-11T12:53:11.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bbm selangit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan bakar minyak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia di ujung tandung'/><title type='text'>BBM SELANGIT ;  “INDONESIA DI UJUNG TANDUK”</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;Keputusan untuk menambah beban penderitaan rakyat telah diambil oleh pemerintah, sabtu 23 mei 2008 secara resmi pemerintah telah menetabkan kenaikan harga bahan bakar minyak. kebijakan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kenaikkan BBM akan mengakibatkan efek domino di masyarakat, secara ekonomi, kenaikan tersebut akan mengakibatkan kenaikan harga-harga dan barang jasa (inflasi), bahkan kenaikan tersebut bisa tak terkendali. kenaikan BBM yang cukup signifikan ini akan memicu inflasi besar-besaran. Kenaikan laju inflasi itu akan tercermin dari naiknya harga sejumlah komponen kebutuhan pokok masyarakat, berupa barang dan jasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;Dengan dinaikkannya harga BBM sebesar 30% (Rp. 6000/liter (premium)) yang mengacu pada kenaikan minyak dunia sebesar 124 dollar AS/barel, merupakan wujud nyata dari kesalahan pemerintah dalam menerapkan kebijakan pertambangan dan energi. Menurut laporan Energy Information Administration (EIA) Januari 2008, disebutkan bahwa total produksi minyak Indonesia rata-rata sebesar 1,1 juta barel per-hari, dengan 81% (atau 894.000 barel) adalah minyak mentah (crude oil). Bayangkan, dari 1,1 juta barel/hari kalau seandainya diproduksi oleh perusahan negara yang tentunya fungsinya untuk mensuplai kebutuhan dalam negeri, maka kita akan menghasilkan dana sebesar 13.6400.000 dollar AS atau Rp. 1.227.600.000.000/hari bruto. Belum lagi ditambah dengan pengasilan sumber-sumber energi lain. cukup untuk tambal sulam Beban subsisdi Negara yang mencapai Rp. 250 triliun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;Alih-alih mengurangi beban masyarakat miskin, melalui Pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp. 100.000/bulan, kenyataannya BLT berpeluang besar menimbulkan konflik horisontal atau bahkan akan terjadi korban karena buruknya sistem distribusi dan ini terbukti dengan digunakanya data usang untuk penyaluran BLT. BLT juga tidak memberi manfaat lebih bagi rakyat miskin, sebab dalam kerangka kebutuhan ekonomi, apalagi dalam sistem ekonomi liberal seperti saat ini, rakyat tak kan bisa berbuat banyak. Prinsipnya BLT hanya berfungsi sebagai sogokan bagi rakyat guna meredam amarah rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;Kenyataan pahit telah diterima rakyat dinegeri ini, beban baru masyarakat telah menunggu di depan mata? Siapa yang bisa menjamin bahwa harga kebutuhan lain selain BBM tidak ikut naik? lalu mau apa kita sebagai warga negara republik ? dan mungkinkah nasib bangsa ini memang sudah berada di ujung tanduk? @ edi cerdaspos&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-494012409143739683?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/494012409143739683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=494012409143739683&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/494012409143739683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/494012409143739683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/06/bbm-selangit-indonesia-di-ujung-tanduk.html' title='BBM SELANGIT ;  “INDONESIA DI UJUNG TANDUK”'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-6254686191310313161</id><published>2008-05-15T18:04:00.001+07:00</published><updated>2008-05-15T18:05:52.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rakyat kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bbm tidak boleh naik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebijakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBM'/><title type='text'>BBM Tidak Boleh Naik..!!!</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;[ Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi ]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.28cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.28cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ebijakan Pemerintah SBY-JK untuk Menaikkan lagi BBM  bukanlah solusi, melainkan langkah untuk kabur dari tanggung jawabnya dan lari dari persoalan krisis minyak yang sebenarnya.?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.28cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Evisiensi:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Meroketnya harga Minyak Dunia 122 USD/barel, pun Istana dan Kabinetnya seolah di buat panic karena &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;harga itu jauh melampaui asumsi APBN yang mematok harga minyak dunia sebesar 95 USD.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dramatisasi ini dibantu oleh media yang masif mewartakan “TAK ADA JALAN LAIN” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;untuk meminimalisir defisit anggaran negara (APBN), kecuali subsidi energi nasional dicabut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt; &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Kekayaan Bangsa : &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Negara ini begitu mempesona dengan limpahan mineral dari perut bumi pertiwi. Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;adalah penghasil 25% timah, 2,2% batubara, 7,2% emas, dan 5,7% nikel dunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Produksi gas, indonesia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;97.8 juta kubik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;masuk dalam daftar ke 9 penghasil gas alam di dunia, dan merupakan urutan pertama di kawasan Asia Pasifik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Demikian pula produksi minyak bumi mencapai 1.1 juta barel/hari, dan produksi batubara melebihi produksi Australia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kekayaan ini pula yang membuat negara-negara industri maju seperti: Jepang, Korea Selatan, AS, Inggris, Australia, Cina, Belanda, Prancis, dan India ’ngiler’ melihatnya. Saking kayanya sampai kita sering dijuluki sebagai ’zamrudnya khatulistiwa’. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Keuntungan: &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Siapa yang diuntungkan?,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Paling banyak mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak dunia bukan negara eksportir minyak tetapi perusahaan-perusahaan pemilik ladang eksplorasi dan industri pengilangan minyak seperti Chevron, ExxonMobil, ConocoPhilips, Sheel, Texaco, BP, UNOCAL, dan Petromas, Petrocina, Serta para broker (spekulan). Di inodnesia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Contohnya, keuntungan Exxon Mobile sebesar 8 milyar dolar AS tahun ini. ConocoPhillips sebesar 3,3 milyar dolar AS, keuntungan Anglo Dutch Shell setara 6,09 milyar dolar AS dan keuntungan BP (British Petroleum) sebesar 5,82 milyar dolar AS, dll. Sekalipun sebagai negara eksportir keuntungan itu bukanlah miliknya, malah posisi Indonesia bergeser menjadi negara Net-Impor minyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Akar Persoalan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Selain diakibatkan tidak bermartabatnya kaum negarawan, besarnya panen keuntungan dari tambang disaat kenaikan minyak dunia, indonesia hanya memetik kemiskinan dan pengangguran, ini dikarenakan: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sebagian  besar tambang nasional telah cukup lama dimiliki oleh MNC. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sebanyak  85,4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;  dari 137 konsesi pengelolaan lapangan migas dimiliki oleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;MNC&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;.  Perusahaan nasional hanya punya porsi 14,6 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  Ironisnya keuntungan pemerintah yang didapatkan lewat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;PSC&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   tidak pernah menebus angka 3% dari PDB atau setara 50 trilyun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;90%  total produksi dikuasai oleh 6 MNC, yakni; Total (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;i&gt;market  share&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;-nya  ditahun 2004,30%), Exxon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Mobil  (17%), Vico (BP-Eni joint venture, 11%), ConocoPhillips (11%), BP  (6%), and Chevron (4%). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ironisnya  keuntungan pemerintah yang didapatkan lewat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;PSC&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   tidak pernah menebus angka 3% dari PDB atau setara 50 trilyun.  Sedangkan pertamina hanya menguasai 4,4%. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.28cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Orientasi  ekspor menyebabkan hampir semua total produksi gas dijual kepada  Jepang, Filipina, Thailand, Korea&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  selatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;,  dan Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.28cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dikebirinya  peran pertamina oleh pemerintah disektor hilir, sehingga korporasi  asing mendapatkan keuntungan berlimpah, baik di lapangan eksplorasi  mapun pendistribusiannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.28cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat MNC asing mendulang untung dari kenaikan minyak dunia, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;PT Pertamina dithn 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; hanya memperoleh laba bersih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; sebesar Rp17,8 triliun atau turun 27,3% dari thn lalu. Jadi, merupakan sebuah ironi, korporasi asing yang bereksplorasi di wilayah yang sama, memperoleh keuntungan maksimum, sedangkan Pertamina mengalami penurunan laba.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Bohong:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Benar-benar prestasi bagi pemerintahan SBY-Kalla: memperingati seabad kebangkitan nasional SBY dengan menaikkan harga BBM!! Karena memang tujuan sejati dari pencabutan subsidi BBM adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mempercepat  liberalisasi hilir migas (yang telah dicanangkan dengan UU Migas No.  22 tahun 2001) yang menguntungkan perusahaan-perusahaan  multinasional semacam Shell, Petronas, juga lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mempercepat  kehancuran industri nasional, agar negara semakin berkurang daya  tawarnya terhadap investasi asing (sesuai keinginan UU PM No. 25  tahun 2007) . Ini sejalan dengan gencarnya kebijakan privatisasi  (baca: penggadaian) perusahaan negara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.28cm; line-height: 100%;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Solusi jangka pendek berupa penghematan energi benar-benar kontra-produktif. Penghematan energi dengan mematikan lampu jalan ataupun peralatan-peralatan pemakai energi pada malam hari pada dasarnya BOHONG.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Jalan Baru Menyelamatkan Kekayaan Bangsa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Nasionalisasi Industri Pertambangan Asing&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Jalan Keluar: &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dikuasainya sector strategis menjadi penyebab utama hilangnya kemampuan Negara dalam melindungi dan memajukan tenaga produktif nasional.selain itu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Nasionalisasi harus ditempatkan sebagai bagian dari perjuangan menegakkan martabat dan kedaulatan bangsa, dimana bangsa indonesia memiliki posisi setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk korporasi asing. Seperti yang pernah dupayakan pemerintahan Soekarno dengan mengeluarkan kebijakan UU No. 86/1958 tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing, Kebijakan pencabutan subsidi BBM Harus di tolak dengan tegas karena hanya menguntungkan kepentingan asing. Menyerukan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;  &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menasionalisasi  perusahaan pertambangan asing untuk Kesejahteraan Rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;  &lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Minimal  meninjau-ulang kontrak karya dengan seluruh KKKS karena telah  merugikan pihak Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Cabut  semua paket UU (regulasi) yang mensyahkan korporasi asing menjarah  kekayaan alam. &lt;/span&gt;seperti UU Migas Nomor 22/2001, UU PMA  25/2007. Dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Hapus  utang luar negeri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;  Subsudi BBM untuk 2008 adalah 46,7 trilyun rupiah, dapat ditutupi  dengan pos pembayaran ULN  mencapai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Rp  91,365 triliun ditahun ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;  sumber yang telah menekan APBN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Nasionalisasi akan menjadi sarana untuk melepaskan campur-tangan imperialisme pada sektor-sektor ekonomi yang vital dan menguasai hajat hidup orang banyak. Merupakan solusi pembiayaan untuk menjalankan program-program sosial seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, sembako murah, pembangunan infrastruktur, dan industrialisasi. Dan memastikan penguasaan penuh terhadap sumber energi untuk memasok kebutuhan industri nasional dan kebutuhan rumah tangga. Ini sebagai program perjuangan pembebasan nasional, nasionalisasi memutlakkan penguasaan dan kontrol terhadap sumber daya alam oleh negara guna dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Cukup Sudah Jadi bangsa Kuli Bangit Jadi Bangsa Mandiri. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-6254686191310313161?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/6254686191310313161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=6254686191310313161&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/6254686191310313161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/6254686191310313161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/bbm-tidak-boleh-naik.html' title='BBM Tidak Boleh Naik..!!!'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-973206025873803100</id><published>2008-05-11T21:08:00.000+07:00</published><updated>2008-05-11T21:09:44.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='susilo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='edi susilo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kapitalis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='negara. mall. pusat perbelanjaan'/><title type='text'>GENERASI KAPITALIS BARU</title><content type='html'>*Edi Susilo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sambil meniup air sabun dengan alat tiup mainan anak, wanita paruh baya yang telah memasuki usia monopouse itu terus menjajakan dagangannya, di kebun binatang inilah sekarang satu-satunya tempat baginya untuk mencari penghidupan, dengan berjuta harap tertumpu di pundaknya, anak-anak harus makan cukup hari ini, bergulat lebih keras untuk menyambung hidup keluarga, itulah kenyataan yang tak bisa ditepis dalam kehidupanya, lapak telah dilindas dan digempur paksa demi tata kota yang lebih baik, ditengah menjajakan mainan sabun Sesekali dia terlihat menyeka keringat yang bercucuran, dengan tanpa putus asa, Mbak  Suminah nama wanita paruh baya tersebut, terus menjajakan dagangannya.&lt;br /&gt;            Oalah mas-mas ngenes banget saikiki urepku ki, saiki penghasilanku kie wes ora keno kangge mangan warek, lapak ku di gosor padahal neng kono aku urep, aku turu sekalian manak (betapa mengenaskan sekali hidupku sekarang, pendapatan saya sekarang sudah tidak cukup lagi buat makan, warung saya digusur padahal disana tempat penghidupanku, tempat tidur dan melahirkan anak) demikian di ungkapkan Suminah, Suminah adalah salah satu korban penggusuran pedagang kaki lima di Surabaya, akibat kebijakan pemerintah kota yang akan menertipkan semua PKL sampai akhir Juli 2008 ini. Program penertiban yang tidak di imbangbangi dengan rencana pemindahan yang matang menjadikan nasib  para PKL sekarang tidak menentu.&lt;br /&gt;            Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia ternyata saat ini benar-benar telah menjadi icon kapitalis baru di Indonesia, saat ini di Surabaya dari 7 mol yang berhak untuk berdiri sudah ada lebih dari  19 pusat perbelanjaan. Ini adalah jumlah yang sangat fantastis untuk ukuran Surabaya. kebijakan yang dinilai banyak pihak sangat merugikan rakyat kecil, harus segera mendapat perhatian serius.&lt;br /&gt;            Pemerintah Surabaya harus mengkaji ulang kebijakanya dalam izin mendirikan pusat perbelanjaan, jangan asal ada uang mall boleh berdiri. sekarang berapa banyak PKL yang harus rela untuk kembali keleleran dijalanan karna tidak mendapat ganti rugi ataupun tempat yang layak, lapak-lapak kecil juga pasar tradisional tinggal menghitung mundur kapan akan mati. Kenyataan ini harus segera mendapatkan pembenahan.&lt;br /&gt;            Cukup sudah pendaritaan rakyat memenuhi halaman media di negeri ini, jangan hanya pandai berjanji saat kampanye, rakyat butuh uluran, hentikan pendirian pusat perbelanjaan, haruskah Surabaya menjadi ajang pameran mall? Haruskah surabanya menjadi simbol  kapitalis).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-973206025873803100?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/973206025873803100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=973206025873803100&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/973206025873803100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/973206025873803100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/generasi-kapitalis-baru.html' title='GENERASI KAPITALIS BARU'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-3640457615645720667</id><published>2008-05-06T07:31:00.000+07:00</published><updated>2008-05-06T07:32:41.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kali mambu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masih ingin kurasakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemulung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>MASIH INGIN KURASAKAN</title><content type='html'>“Untuk pemulung di Kali Mambu”&lt;br /&gt;Kebimbangan bertumpu pada apa yang disebut isyarat mati, mencoba mengurai pedih perjalanan, memapah bersama orang-orang yang telah ternodai, dosa dan kearifan, satu yang menyesakkan, bertahun mencari mata air, selama kaki melangkah, madu belum juga kurasa, inilah pekik dunia, bersama hingar-bingar kebijakan yang tak tentu arah, mencoba mencuri kail, untuk sekedar bertahan hidup. Dipinggiran kali mambu meretas keniscayaan, mencoba mengubah takbir malam. Siang hilang malam berganti. Dengan lusuh mencakar setiap sudut kota. Menjamah apa yang bisa dijamah. Mengais apa yang bisa dikais, memakan apa yang bisa dimakan. Ditepian kali mambu akupun memuja. Masih adilkah dunia bila anak ku tak sekolah.&lt;br /&gt;Kalimambu, 24 April 2008&lt;br /&gt;Edi Susilo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-3640457615645720667?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/3640457615645720667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=3640457615645720667&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/3640457615645720667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/3640457615645720667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/masih-ingin-kurasakan.html' title='MASIH INGIN KURASAKAN'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-9000652434492660166</id><published>2008-05-06T07:29:00.000+07:00</published><updated>2008-05-06T07:31:09.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ki hadjar dewantara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tamansiswa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Memoar untuk Ki Hadjar Dewantara</title><content type='html'>Jiwa merdeka tiga tahun anakku, Tutwuri handayani kata pendiri bangsaku. Namun kenapa dengan kodrat alam tiga hari hidupmu. Ibu menatapku dalam, berharap satu padaku.&lt;br /&gt;Yogyakarta,23 April 2008&lt;br /&gt;Edi Susilo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-9000652434492660166?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/9000652434492660166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=9000652434492660166&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/9000652434492660166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/9000652434492660166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/memoar-untuk-ki-hadjar-dewantara.html' title='Memoar untuk Ki Hadjar Dewantara'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-3048604495383275708</id><published>2008-05-06T07:27:00.000+07:00</published><updated>2008-05-06T07:29:27.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tabiat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prilaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='watak'/><title type='text'>TABIAT</title><content type='html'> &lt;br /&gt;Malam memasung, Baru kusadari hidup yang sebenarnya, Terlepas dari kebersamaan Kemunafikan saat susah, Keculasan saat tiada. Pergi saat nista, Benarlah kata si Mbok Suka, bertandang, lumrah. Senang dikerubuti, wajar.  Susah, sampai mati kamu sendiri. Itu tabiat Jangan heran. Jangan pula sesal. Hidup Tak jauh beda dengan kebohongan. Masih ingatkah kau? Tua gila itu dicemooh di pinggir trotoar, Artis itu dipuja banyak mata. Saat harus menangis rajam menyayat. Belaian itu sirna. Belaian itu tak ada lagi Semua pergi. Asu..umpatan itu keluar tanpa dosa, Bajingan… begitu lantang ringan terucap, Terkutuk semuanya. Maafkan aku jika harus seperti ini. Tapi seharusnya memang seperti itu&lt;br /&gt;Yogyakarta, 29 Mei 2007&lt;br /&gt;Edi Susilo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-3048604495383275708?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/3048604495383275708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=3048604495383275708&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/3048604495383275708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/3048604495383275708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/tabiat.html' title='TABIAT'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-7979352437565122350</id><published>2008-05-06T07:26:00.000+07:00</published><updated>2008-05-06T07:27:32.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bidadari malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajak'/><title type='text'>MELODY BIDADARI MALAM.</title><content type='html'>Suluh berganti mengalunkan berjuta kerinduan dipenghujung kegalauan, menapak meniti sejuta asa, berharap pada mukzijat yang turun dari langit, galau itu terus menyerangku. Diatas bilik bambu aku bergelayutan menahan angan, sempit dan tersayat, puing-puing hati ini mengalunkan kepedihan derita akan hidup, mengelana dalam perjalanan yang tak pernah usai, entah kapan ada jalan panjang yang terjuntai mencoba menawarkan rasa dihadapan para bidadari yang haus persetubuhan, aku terus menangis dalam bayangan kemarau yang tak tau kapan harus berakhir, bersama sejuta kesyahduan kucoba mencari celah ketenangan. Lamunan itu tersurut dalam gelapnya peta firasatku, pasti namun masih berkabut, dalam sayatan perih yang terus dibuai mimpi. Dalam keheningan malam bersama lantunan nafas tidurku engkau datang membawa kesejukan yang ku idamkan.&lt;br /&gt;Dalam galau perasaan yang terus tercabik durga, hatiku berkabut kerinduan pada sayatan nurani hitam, laknat, Durga selalu berusaha memayungiku, memaksaku tunduk kepada nafsu. Durga berhasil menancapkan puing-puing isyarat kehancuran, dalam pekat ini belum kutemukan cahaya, kembali bidadari dalam mimpi mencoba memberikan penyejuk yang tak bertuan, memberikan seutas senyum yang entah kapan dapat terwujut, malam mengelanyut dan aku tersadar dari tidur.&lt;br /&gt;Yogyakarta 30 April 2008&lt;br /&gt;Edi Susilo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-7979352437565122350?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/7979352437565122350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=7979352437565122350&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/7979352437565122350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/7979352437565122350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/melody-bidadari-malam.html' title='MELODY BIDADARI MALAM.'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-6189852711608523921</id><published>2008-05-06T07:19:00.000+07:00</published><updated>2008-05-06T07:24:42.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salju'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>BAWA SALJU ITU</title><content type='html'>Asmara berkuncup memang indah&lt;br /&gt;Menelan setiap ludah yang tergiur gundah&lt;br /&gt;Kemolekan terserabut ngeri&lt;br /&gt;Bisik hati berpaut birahi&lt;br /&gt; Perlahan kau datang menghampiriku&lt;br /&gt; Menawarkan secangkir madu&lt;br /&gt; Didalam untaian senyum yang terus memaksaku&lt;br /&gt; Untuk segera tunduk pada libidoku&lt;br /&gt;Aku memang mencintaimu&lt;br /&gt;Ungkap ku dalam hati&lt;br /&gt;Tatkala iblis berbisik padaku&lt;br /&gt;Semburat wajah itu terus menghakimiku&lt;br /&gt;Dalam pintamu, engkau mendasau nafas mu&lt;br /&gt; Uhhh….. lirih&lt;br /&gt; Aku bingung&lt;br /&gt;Haruskah malaikat mencoba menasehatiku&lt;br /&gt;Cinta bukan alasan&lt;br /&gt;Cinta bukan menghalalkan&lt;br /&gt;Cinta bukan keabsahan&lt;br /&gt; Balutkan kembali mahkota itu&lt;br /&gt; Bawa slalu salju&lt;br /&gt; Biarkan aku terbang dengan khayalanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 2008&lt;br /&gt;Edi Susilo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-6189852711608523921?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/6189852711608523921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=6189852711608523921&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/6189852711608523921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/6189852711608523921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/bawa-salju-itu.html' title='BAWA SALJU ITU'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-8481123967741125988</id><published>2008-05-06T07:15:00.000+07:00</published><updated>2008-05-06T07:17:52.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komputer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film indie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='editing video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='editing film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulead video studio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membuat film'/><title type='text'>ULEAD VIDEO STUDIO</title><content type='html'>Oleh: Edi Susilo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Video editing dewasa ini sudah mulai banyak diminati oleh banyak kalangan non-profesional untuk mengedit video sederhana hingga tingkat menengah, seperti video dokumen pernikahan, ulang tahun, wisuda, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Mengedit video sendiri untuk beberapa orang merupakan kegiatan hobi yang tidak ternilai. Menciptakan kreasi video sendiri lebih asyik ditonton oleh segenap keluarga dari pada menyerahkannya kepada pihak lain.&lt;br /&gt;Dewasa ini telah banyak software ataupun hardware yang mempermudah orang awam untuk mengedit video sendiri. Salah satu software video editing untuk semi-profesional yang cukup banyak diminati adalah Ulead VideoStudio, Ulead Video Studio sekarang sudah memeliki banyak versi dari versi terjadulnya sampai sekarang sudah sampai versi 11. .Alasan mengapa memilih program ini di karenakan selain program ini cukup populer juga program ini kecil, sederhana, ringan, dan amat sangat mudah dipergunakan dan dipelajari.&lt;br /&gt;Bagaimana mengolah file-file gambar dan potonngan video menjadi sebuah video yang menarik sesuai dengan keinginan. Nanti akan coba diuraikan. bisa menambahkan Effect, Title, Overlay dan Sound dalam video. Cara memotong video, Setelah selesai bisa dilanjutkan menjadikan kedalam banyak format seperti dalam bentuk mpg video dengan mengklik “Share” kemudian Create Video File - Pilih VCD PAL  Masukkan nama file - Save. Setelah selesai Anda bisa memburning file mpg tadi mejadi VCD.&lt;br /&gt;Dengan menggunakan program Ulead VideoStudio. Diharapkan bisa menjadi seorang video editor yang cukup handal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PEMBAHASAN&lt;br /&gt;B.1. Mengenal Element-Element Pada Display Ulead&lt;br /&gt;Sebelum memulai menjalankan program ulead harus menginstal program ulead terlebih dahulu wajib dilakukan , software dapat di beli di toko atau di tempat penyewaan kaset program.&lt;br /&gt;Setelah dilakukan pengistalan program, Berikut merupakan tampilam awal ulead&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya apa yang harus dilakukan?, setelah membuka tampilan seperti yang terlihat pada gambar lanjutkan dengan meng klik tool bar video studio editor, sehingga  selanjutnya akan tampak tampilan seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Sebelum jauh belajar tentang bagaimana cara mengedit film, diharapkan pengguna software mengenal dan mampu memahami artikulasi juga fungsi element-element yang terdapat pada display software ulead video studio, berikut adalah beberapa element tersebut:&lt;br /&gt;1. Jendela preview&lt;br /&gt;Adalah tempat menampilkan clip view, filter, efek, title. Selain itu jendela preview bertugas menampilkan hasil sementara pengeditan video yang tengah anda lakukan.&lt;br /&gt;2. Panel opsi&lt;br /&gt;Adalah panel yang bertugas menampilkan setting dari sebuah fungsi yang tengah anda jalankan saat ini. Kegunaan dari panel ini adalah sebagai tempat mengatur setting&lt;br /&gt;3. Library&lt;br /&gt;Adalah tempat menyimpan clip-clip, efek, file suara yang sering digunakan dalam video, clip awal sebagai contoh telah disertakan dalam program, namun pengguna software juga dapat melakukan penambahan jika diperlukan.&lt;br /&gt;4. Time line&lt;br /&gt;Adalah tempat melakukan penyusunan dan pengeditan video. Pengguna program ulead akan bekerja didalam time line untuk menghasilkan sebuah video yang diinginkan&lt;br /&gt;5. Panel navigasi&lt;br /&gt;Adalah panel yang berisikan tombol-tombol untuk memainkan sebuah clip atau memotongnya.&lt;br /&gt;Disamping element display di atas, ulead juga mempunyai element editing. Berikut beberapa element editing yang utama terdapat dalam sofware ulead dan fungsinya:&lt;br /&gt;1. Video&lt;br /&gt;Untuk mengambil dan menempatkan clip&lt;br /&gt;2. Image&lt;br /&gt;Untuk mengambil dan menempatkan gambar&lt;br /&gt;3. Audio&lt;br /&gt;Suara diperlukan sebagai ukuran penentu tingkat kesuksesan komposisis video yang dibuat. Suara adalah element penting yang membuat dramatisme video. Dalam ulead mengenal dua jenis audio yaitu audio suara dan audio musik&lt;br /&gt;4. Transision&lt;br /&gt;Transisi adalah vasilitas dalam ulead yang menawarkan cara yang lebih kreatif dan lebih menarik untuk membuat efek perpindahan antara satu clip ke klip lain&lt;br /&gt;5. Video filter&lt;br /&gt;Video filter adalah efek yang dapat diaplikasikan pada klip sehingga penampilan dari clip tersebut berubah. Tersedia banyak efek video clip siap pakai dalam fideo filter, seperti bluer, mazaik, old film, dan lain-lain&lt;br /&gt;6. Title&lt;br /&gt;Adalah tulisan dalam video sebagai keterangan tambahan dari komposisi video yang dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.2 Cara Mengedit Film dengan Ulead&lt;br /&gt;Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengimpor clip atau gambar pada library ke time line caranya adalah dengan mengklik clip yang diinginkan dibagian library kemudian drag ke arah time line.&lt;br /&gt;Sebelum memulai mengedit film, para editing biasanya melakukan menyesuaikan clip yang akan diedit, seperti apabila apabila sebuah clip dianggao terlalu panjang, maka para editing film akan memendekan. Memendekan clip yang telah dimuat adalah tindakan yang penting dalam editing. Cara memotong sebuah clip dalam ulead sangat mudah, yaitu dengan mengklik ujung clip yang akan dipendekan, kemudian drag kearah dalam sejauh pemendekan yang diinginkan.atau bisa juga dengan menggunakan salah satu fasilitas ulead yaitu dengan mengeklik tombol cut clip dan menggeser clip yang telah dipotong.&lt;br /&gt;Setelah itu para editing bisa memulai mengatur time line. inilah hal yang dianggap paling sulit dan rumit dalam mengedit film. Namun sebagian besar editing menyukai hal ini karena disinilah letak tantangan dalam mengedit video.  kapan scene ini muncul, setelah dan sebelum scene yang mana. Selain penempatan scene-nya juga harus disesuaikan dengan musik, Panjang pendeknya scene juga harus disesuaikan dengan panjangnya segmen musik yang jadi latar belakang.&lt;br /&gt;Jadi yang dimaksud mengatur time line itu adalah mengatur perubahan dalam video dari waktu ke waktu. Dari detik ke detik, dari satu frame ke frame yang lain. Seperti kalau kita mengetahui sistem PAL pada TV yang dalam satu detik ada sekitar 24 frame. Jadi untuk clip dengan durasi tiga menitan, memebutuhkan sekitar 4320 frame yang harus diatur, negitu juga dengan sistem pengaturtan timeline.  Tetapi dalam ulead sedikit lebih medah, ini karena materi videonya sudah ada, jadi tidak perlu repot mengatur tiap frame. Cukup mengatur pergantian scene demi scene.&lt;br /&gt;Selain mengatur timeline dari scene, juga harus diatur timeline dari efek yang dipakai. Kapan efek blur muncul, berapa lama, kapan filmnya di-freeze atau backward. Kapan teksnya akan muncul, kapan teksnya dianimasi. Karena dibagian memberi efek inilah yang paling rumit sekaligus menyenangkan, Sekian banyak efek yang disediakan, mau memilih yang mana, bagaimana tingkat efeknya, bagian mana yang terkena efek..&lt;br /&gt; Setelah mengetahui bagaimana teori pembuatan sebuah film video, maka berikut adalah cintoh sederhana praktek membuat sebuah film.&lt;br /&gt;Langkah-langkah:&lt;br /&gt;1. Transfer  terlebih dahulu video atau gambar pada computer.&lt;br /&gt;2. Buka program ulead, setelah keluar tampilan awal seperti&lt;br /&gt;     Klik video studio editor, maka akan keluar tampilan selanjutnya&lt;br /&gt;3. Drag salah satu vasititas pembuka video ke dalam time line, seperti&lt;br /&gt;4. Setelah itu masukkan foto atau Gambar melalui fasilitas image, bisa menggunakan gambar yang telah tersedia atau mengimpor gambar yang lain.&lt;br /&gt;5. Diantara gambar dan video supaya lebih menarik. sisipkan transision, agar perpindahan terasa halus dan menarik&lt;br /&gt;6.   Kemudian supaya lebih menarik sisipkan kata-kata pembuka, hal tersebut dapat dilakukan dengan mengklik Title. setelah dalam jendela preview terlihat space untuk menuliskan kata maka editing video bisa menuliskan kata pembuka sesuai dengan keinginan sebagai contoh  “MIPA UST PRESENT’ Selanjutnya title dapat diberi  efek dengan menggunakan vasilitas yang ada pada ulead.&lt;br /&gt;7. Setelah itu masukkan kembali video yang diinginkan untuk diedit, atau dapat menyisipkan materi foto.&lt;br /&gt;8. Yang terakhir adalah memilih musik atau suara untuk film yang sedang dibuat. Caranya juga sangat sederhana tinggal mengklik dan drag musik kedalam time line. Setelah semua sudah selesai dilanjutkan dengan menyimpan file film yang sudah selesai dibuat, ada banyak versi penyimpanan dalam menyimpan video yang sudah diedit. Para editing dapat menyimpan dalam format apapun seperti (mpeg, dvd, vcd dll) caranya sanagat mudah klik share, lalu klik created video file dan silahkan pilih mau di save dalam format apa.&lt;br /&gt;Bagaimana. mudah bukan membuat sebuah film?, hasil akan menjadi lebih baik jika rajin berlatih juga kuat dalam menciptakan kreasi-kreasi dengan vasilitas yang sudah disediakan dalam sofwere ulead ini.&lt;br /&gt;C. PENUTUP&lt;br /&gt;Ulead video studio  merupakan salah satu sofewere yang baik untuk belajar bagi para editor film pemula, selain mudah juga tidak membutuhkan kapasitas hardis yang besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-8481123967741125988?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/8481123967741125988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=8481123967741125988&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/8481123967741125988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/8481123967741125988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/ulead-video-studio.html' title='ULEAD VIDEO STUDIO'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-3531132058519015264</id><published>2008-05-06T07:11:00.000+07:00</published><updated>2008-05-06T07:15:03.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ki hadjar dewantara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tamansiswa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebangkitan nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Pengajaran Kepandaian dalam Tamansiswa  Guru dan Serimpi, Tani dan Wartawan</title><content type='html'>Oleh: Ki Hadjar Dewantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Mulai dulu hingga sekarang Taman Siswa merupakan perguruan untuk memberi pengetahuan serta kecakapan dalam sifat-sifatnya yang umum ‘algeemen vormend’ guna menyokong perkembangan jiwa raga anak-anak, sesuai dengan bakatnya masing-masing. Agar kelak mereka dapat mencapai hidup dan penghidupan yang setinggi-tingginya dan yang bermanfaat yang sebesar-besarnya, bagi dirinya sendiri dan masyarakatnya. Pada dasarnya kita mengutamakan pendidikan dan pengajaran menurut dasar dan azas ”kulturil” belum sampai kita memasukan usaha pendidikan dan pengajaran “kepandaian “khusus, seperti yang biasa  dilakukan oleh ‘Sekolah Vak’.&lt;br /&gt;      Bukannya kita mempunyai anggapan yang rendah (diskriminasi) terhadap pekerjan dan kepandaian khusus dalam hidup manusia sebagai yang lazimnya nampak dalam angan-angan, ‘intelektualistis’ yang hanya ingin, ‘tahu untuk tahu’ tidak ‘untuk di amalkan’. Sekali-kali tidak!  Kita mementingkan ‘pengajaran umum’ itu berdasarkan dua pertimbangan. Pertama adalah sukar sekali bagi Taman Siswa untuk mendirikan sesuatu ‘vakschool’ yang memerukan biaya yang tidak sedikit itu. Kedua kalinya yang paling kita pentingkan ialah hapusnya sistem pendidikan dan pengajaran berasal dari dunia Barat dan dilakukan oleh kaum penjajah, yang dalam sifat-sifat dan dasarnya, bentuk-bentuk dan isinya serta caranya, melaksanakan semata-mata ‘colonial’ itu. Di sekolah-sekolah vak yang dulu sudah ada anak-anak kita di pelajari pelbagai kepandaian khusus ,yang bagaimanapun juga menguntungkan hidupnya. Akan tetapi sebelum memasuki sekolah-sekolah vak tersebut, mereka dapat didikan umum yang bertentangan dengan azas-azas nasional. Didikan yang salah itu menyebabkan anak-anak kita nantinya sebagai seorang ahli akan menemui banyak kesukaran dalam hidupnya, berhubung dengan tetap adanya   “diskriminasi” terhadap hidup di dalam masyarakat. Selain itu bagi anak anak kita sukar sekali untuk masuk ke sekolah-sekolah vak yang lebih tinggi dari pada yang khusus di peruntukan bagi mereka tadi, dimana anak-anak kita dididik menjadi “tukang-tukang” belaka. Inilah akibat sistim pendidikan dan pengajaran yang kolonial, yang tetap mengandung diskriminasi terhadap bangsa kita, teristimewa pada bagian yang biasa di sebut ‘algeemen vormend onderwijs’. Sedangkan ini merupakan batu loncatan untuk memasuki sekolah sekolah vak yang amat rendah itu.&lt;br /&gt;       Bahwa Taman Siswa tidak mengabaikan pengajaran kepandaian, dapat di buktikan dengan berdirinya pelbagai bagian perguruan kita, yang bermaksud memberi persiapan pendidikan dan pengajaran vak. Diantaranya kita kenal Taman Masyarakat atau Kelas Masyarakat, Taman Kerti, Taman Tani dan Kursus kursus vak lain-lainnya. Dalam hal ini termasuk azas-azas yang tertentu, yang berhubungan dengan keselamatan dan kebahagian hidup dan penghidupannya.Yaitu Taman Siswa bermaksud mendorong anak-anak untuk bekerja (jangan seterusnya hanya’berfikir’saja), untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya,  untuk menginsyafi akan kewajibanya mencari nafkah, agar nantinya dapat mencapai hidup merdeka, tidak menjadi tanggungan orang lain. Demikian selanjutnya.&lt;br /&gt;       Sebagai nasionalis sudah selayaknya pula kita berusaha agar negeri kita mempunyai sekolah-sekolah kepandaian yang menguntungkan rakyat dan negara. Mengingat keadaan negeri kita seharusnyalah kita mempunyai sekolah-sekolah tani, pelayaran, perdagangan, pertukangan, kesehatan, perobatan, kesenian, dan lain-lain yang di perlukan untuk tiap-tiap negara yang merdeka, mulai sekolah-sekolah yang terendah sampai yang tertinggi, agar kita tidak semata-mata tergantung pada negeri-negeri lain. Apabila kita Taman Siswa tidak sanggup atau tidak mampu untuk menyelenggarakan pendidikan vak tadi, hendaknya kita memberi bantuan secukupnya untuk pembangunan tersebut. Kita dapat menganjurkan kepada murid-murid kita untuk memasuki sekolah-sekolah vak itu, baik kepunyaan pemerintah maupun yang diusahakan badan badan partikelir. Dapat juga kita menyumbangkan tenaga atau harta benda  untuk usaha-usaha yang di maksud, demi kepentingan anak-anak serta negara kita bersama. Demikian menurut pandangan saya hubungan yang ada antara Taman Siswa dengan soal pendidikan dan pengajaran kepandaian pada umumnya. Sekali lagi: Taman Siswa manganggap sebagai tugasnya yang pertama : mengganti sistem pendidikan dan pengajaran yang berjiwa dan beraga   ‘kolonial’ itu dengan sistem baru yang ‘nasional’ dan ‘kulturil’.  Untuk itulah lebih dahulu diperlukan pembangunan bagian   ‘algemeen’ vormend onderwijsnya.&lt;br /&gt;        Sebenarnya sudah pada permulaan usahanya, Taman Siswa mendirikan bagian perguruan yang merupakan, ’vakschool’. Bukankah ‘Taman Guru’ kita itu suatu kepandaian khusus, yang di luar kalangan di sebut, ’kweekschool’ atau  ‘Vakschool Voor Onderwijzers‘? Apabila sekolah ‘kepandaian’ tersebut kita dahulukan berdirinya maka tidak lain maksud kita ialah untuk dapat meluaskan tugas kita, yakni mendidik kader-kader dan pemimpin pemimpin yang akan ikut serta dalam perjuangan kita menuju ke arah pemberantasan  ‘kolonial onderwijs’ untuk seluruh indonesia.&lt;br /&gt;      Jangan dilupakan adanya pelajaran tarian-tarian Jawa umumnya khususnya “Bedoyo”: dan “Serimpi”, di bawah pimpinan guru-guru dari “Krido Bekso Wiromo”, yang sejak tahun 1931 berdiri sebagai bagian tetap dengan nama “Taman Kesenian “, bahkan sudah memberikan ujian serta memberikan ijazah-ijazah Guru Serimpi juga dengan resmi.&lt;br /&gt;       Selain itu termasuk pula dalam idam-idaman kita mendirikan ,’vakschool’ untuk Pertanian, yang sudah pernah kita usahakan juga, mulai dengan cara ‘eksperimentil’ disana-sini, juga di jaman Jepang, sekalipun tak dapat langsung untuk seterusnya. Menggabungkan ‘Pawiyatan’  dengan ‘pertanian’ itu kita anggap patut sekali, karena rakyat kita adalah ‘rakyat tani’ dan menurut tradisi jaman dahulu hidupnya para ‘pendeta’  dengan ‘cantrik-cantrik’-nya itu senantiasa diliputi alam dan suasana pertanian. Dalam hubungan ini baik juga diinggat, bahwa pernah di kalangan Taman Siswa pernah di perbincangkan soal ‘Pensiun–Tanifonds’ dengan maksud untuk mewujudkan timbang-bhakti atau ‘pensiun’ berupa tanah pertanian buat anggota–anggota Taman Siswa, yang karena usianya tak lagi dapat melakukan pekerjaannya sebagai pamong. Berhubung dengan kesukaran-kesukaran yang bermacam-macam maka rencana ‘Taman Tani’ dan ‘Tani – Pensiunfonds’ tadi tidak dapat di laksanakan.&lt;br /&gt;      Ada lagi satu soal pengajaran vak, yang pernah kami majukan dalam lingkungan Taman Siswa, yaitu tentang kemungkinan mengadakan pengajaran jurnalistik sebagai ‘bagian differensiasi’ dalam Taman Madya atau Taman Guru kita. Dalam soal ini ada beberapa kepentingan yang patut kita insyafi dan kita pertimbangkan .&lt;br /&gt;       Pertama : seorang ‘wartawan’ adalah seorang ‘pendidik’; ia mendidik pembaca–pembacanya: ia mendidik masyarakatnya : ia mempengaruhi perkembangan kebudayaan. Bukannya di sini patut sekali dan perlu Taman Siswa masukan cita-citanya ke dalam dunia Pers ?!.&lt;br /&gt;       Kedua : banyak sudah anak anak kita memangku jabatan jurnalistik, karena sebagai putera Taman Siswa, mereka merasa patut dan senang, sanggup dan mampu untuk bekerja sebagai jurnalis.&lt;br /&gt;       Ketiga : alangkah baiknya bila kita (berhubung dengan hal pertama dan kedua itu) mengadakan pendidikan khusus bagi anak anak kita yang berbakat kewartawanan itu.&lt;br /&gt;       Keempat : tentang rencana pelajarannya sebetulnya hanya sedikit perbedaannya dengan isi di Taman Guru kita bagian ‘Budaya’, sehingga dengan mengganti pelajaran-pelajaran (yang khusus mengenai pendidikan dan pengajaran bagi anak-anak) menjadi pelajaran yang mengenai hidup orang-orang dewasa dan masyarakat serta tekniknya jurnalistik  sudah cukuplah kiranya .&lt;br /&gt;        Kelima : dengan memberi status ‘Taman Guru C’ kepada ‘Taman Wartawan’, yang berdekatan dengan bagian ‘Budaya’, dan bagian ‘C-Sosial’ itu, maka tentang biayanya kiranya tidak akan memberi kesukaran yang tak dapat di atasi.&lt;br /&gt;        Keenam : bagian pendidikan wartawan itu akan mendekatkan lagi hidup Taman Siswa dengan masyarakat kebangsaan kita, yang berarti menambah anggapan baik dari rakyat terhadap Taman Siswa sebagai Badan Perguruan Nasional. Kita telah membuktikan kesanggupan dan kemampuan untuk ikut memperjuangkan segala kepentingan Nusa dan Bangsa, disamping tugas kita yang khusus, yaitu mempertahankan keselamatan dan kebahagian anak-anak di dalam lingkungan kebudayaan kebangsaannya .&lt;br /&gt;      Cukup sekian pandangan saya tentang,’vak-opleiding’di dalam perguruan kita Taman Siswa pada umumnya dan khususnya tentang pendidikan wartawan, yang sebagai pendidik masyarakat dalam beberapa hal benar-benar bersamaan tugas dengan pamong- pamong Taman Siswa.&lt;br /&gt;        Tentang kedudukan Pers di dalam masyarakat, teristimewa tentang pengaruhnya yang amat besar terhadap perkembangan jiwa manusia dan hidup khalayak, di bawah ini saya sajikan sekedar penjelasan Pers, seperti yang pernah saya uraikan di dalam ceramah di muka pertemuan untuk memperingati di hari ulang tahun yang pertama dari pada  ‘Lembaga Pers dan Pendapat Umum’, tanggal 10 oktober 1953 yang lalu di Yogyakarta.&lt;br /&gt;        Di seluruh dunia dan jaman apapun dapat kita saksikan sendiri, bahwa dalam hidup tumbuh dan perkembangannya, Pers itu selalu berdampingan dengan gerak-gerik dan kemajuan hidup rakyat di tiap negeri. Dinamik yang nampak di dalam hidup dan penghidupan manusia selalu di sebabkan karena adanya dinamik di dalam hidup kejiwaan nya. Seterusnya kesibukan hidup lahir tadi kembali mempengaruhi hidup batin dan menyebabkan kesibukan jiwa. Dinamik batin, yang kini merupakan  ‘akibat ‘ daripada hidup lahir itu, keluar kembali untuk mempengaruhi lagi segala gerak-gerik hidup lahir. Begitulah seterusnya  ‘sebab’ dan ‘akibat’ saling ganti mengganti dengan tiada akhirnya. Dan itulah yang menyebabkan tidak abadinya hidup dan penghidupan manusia di dunia ini. Dalam pada itu berganti-ganti bentuk-bentuk hidup dan penghidupan, karena terus berubah-ubahnya keadaan hidup bersama itu, pada umumnya menyebabkan adanya ‘kemajuan’, meskipun di sampingnya nampak ‘kemunduran’ atau ‘kebekuan’ pada beberapa bagian hidup dan penghidupan.&lt;br /&gt;    Sebelum manusia mendapatkan cara ‘menulis’ dan atau menggambar isi jiwanya, maka hanya dengan kata-kata saja ia dapat memancarkan angan-angannya kepada orang-orang yang berada didekatnya. Tidak mungkin orang banyak dapat ikut menerimanya. Selain itu bagi kebanyakan orang biasanya sukar untuk menerima dan memahami keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan tentang soal-soal yang  ‘abstrak’, apabila tidak dapat “dilihat” dan hanya via “pendengaran” semata-mata. Sebaliknya sesudah ada cara menulis dan menggambar, pancaran isi jiwa tadi lebih gampang dapat diterima orang-orang lain ; juga ditempat-tempat yang jauh-jauh letaknya, karena siaran isi jiwa tadi lalu dapat dilihat, tidak hanya didengarkan saja. Orang dapat leluasa untuk memikir-mikirkannya dengan tenang, sedangkan dengan begitu tidak saja mereka yang mempunyai dasar ‘auditif’ (yakni mudah memasukkan kedalam jiwanya apa yang didengar), pun mereka yang ,’visueel’ (gampang mengerti apa yang dilihat) sekaligus dapat tertolong.&lt;br /&gt;     Dapat dimengerti bahwa setelah diketemukan cara mencetak buah fikiran dengan peralatan,’drukpres’, perkembangan hidup masyarakat berlangsung dengan amat cepatnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan apa yang tercatat dalam buku-buku sejarah hidup manusia di abad-abad yang terakhir. Lebih-lebih dapatlah kita saksikan kemajuan hidup dan penghidupan, sesudah drukpres tidak saja digunakan untuk mencetak kitab-kitab ilmu pengetahuan, namun pula untuk melayani hasrat manusia untuk menyiarkan serta menerima segala pemberitaan. Pemberitaan ‘Pres’ itu biasanya  mengenai berbagai kepentingan masyarakat pada umumnya, khususnya kerapkali merupakan pembelaan hak-hak rakyat terhadap perlakuan-perlakuan yang melanggar rasa keadilan dan perikemanusiaan. Dengan begitu Pres menjadi pelindung masyarakat, dan  oleh khalayak umum dianggap sebagai  “Ratu Adil”. Apakah ini yang menyebabkan di negeri- negeri Barat Pres diberi sebutan “Ratu Dunia” ?!.&lt;br /&gt;   Seperti kita ketahui perkataan Pres semula dipakai sebagai nama pesawat cetak, kemudian digunakan untuk menamakan sistem pewartaan, baik penerbitan  ‘kalawarti’ atau “majalah” maupun  “harian”. Terbuktilah disini makin lama  besarnya penghargaan masyarakat terhadap Pres, yang tidak saja dianggap sebagai “Penuntut keadilan” sebagai “Ratu Dunia”, namun dapat pula mendesak  kedaulatan nama dan arti ,’drukpres’, yang menurut sejarah dianggap sebagai sumber kekuatan yang menyebabkan kemajuan hidup manusia. Orang memberikan nama yang mulia itu kepada sistim pewartaan yang kini disebut ‘Pres’. Dengan begitu seolah-olah orang menganggap sistim pewartaan tadi menjadi sumber kemajuan hidup manusia.&lt;br /&gt;    Penjelasan tentang kedudukan Pres di tengah-tengah masyarakat tadi menurut hemat kami perlu diketahui oleh segenap kaum Wartawan. Perlu para jurnalis menginsyafi, bahwa Pres itu dianggap sebagai pelindung rakyat, pembela keadilan, bahwa dapat julukan “Ratu Adil”. Menginsyafi hal-hal itu perlu, agar para wartawan dalam menunaikan kewajiban dapat memakainya sebagai tuntunan atau pedoman.&lt;br /&gt;  Dalam hubungan ini ada baiknya saya mengulangi apa yang pernah saya anjurkan di kalangan wartawan di jaman dahulu 40 tahun yang lalu, waktu itu saya masih berlomba-lomba dalam dunia jurnalistik. Anjuran saya ialah supaya kita tak usah meniru tradisi Eropa dengan ikut menggunakan sebutan ‘Ratu Dunia’ ; jangan pula kita menghidupkan sebutan ‘Ratu Adil’ untuk memperlambangkan kedudukan Pres. Perkataan ‘Ratu’ mengandung pengertian konservatif dan feodal dan sangat berjauhan dengan jiwa yang bebas dan demokratis. Lebih baik, demikianlah anjuran saya dulu,  kita menggunakan  perlambang yang lebih luhur dan indah. Yaitu hendaknya kita memakai julukan  ‘Sinar Matahari’ kepada Pres. Sinar Matahari tidak saja menyebabkan terangnya suasana dan musnahnya kegelapan, namun didalam sinar matahari yang berspectrum lima warna pokok itu, terkandung berjenis-jenis daya kekuatan. Ada yang menyuburkan segala benih yang baik dan bermanfaat, ada pula yang mematikan berbagai,’microben’ yang membahayakan kesehatan hidup. Kita semua tahu apa yang disebut warna ‘ultra violet’. Semua itu berlaku dengan sendirinya, karena berupa ‘proses kodrati’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-tulisan Ki Hadjar Dewantara dengan sengaja saya tulis Ulang untuk mengenang bapak pendidikan nasional kita dalam rangka hari pendidikan nasional dan hari kebangkitan nasional.&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Edi Susilo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-3531132058519015264?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/3531132058519015264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=3531132058519015264&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/3531132058519015264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/3531132058519015264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/pengajaran-kepandaian-dalam-tamansiswa.html' title='Pengajaran Kepandaian dalam Tamansiswa  Guru dan Serimpi, Tani dan Wartawan'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-63164972140252794</id><published>2008-05-05T21:25:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T21:31:20.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips sehat'/><title type='text'>TIPS KESEHATAN</title><content type='html'>* Musyafa&lt;br /&gt;            Dimusim pancaroba seperti ini gangguan kesehatan sering datang menyatroni kita sewaktu-waktu. Flu, batuk, masuk angin adalah sahabat tak diundang yang selalu siap berkunjung. Lalu siapkah kita bergelut dengan semua itu?&lt;br /&gt;            Berikut ini kami sajikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mempetahankan kebugaran. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Minumlah air, terutama air putih dalam jumlah yang banyak.&lt;br /&gt;            Berkisar 2-3 liter sehari atau disesuaikan dengan tingkat aktifitas anda, semakin banyak aktifitas yang menguras keringat maka semakin banyak diperlukan cairan untuk mencegah timbulnya dehidrasi yang salah satu manifestasinya berupa kulit yang kering dan keriput. Selain itu air akan membantu tubuh untuk menguras racun-racun yang dapat menimbulkan kerusakan pada organ tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;            Polusi udara oleh berbagai asap dan debu dapat mengganggu fungsi pernafasan yang berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan oksigen seluruh organ tubuh terutama otak. Salah satu tanda otak kekurangan oksigen berupa gejala menguap dan mengantuk yang tidak pada waktunya. Untuk itu gunakan masker yang bermutu bila anda berada dilingkungan yang sangat tinggi polusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penuhi kebutuhan gizi secara kuantitatif dan kualitatif.&lt;br /&gt;            Jumlahnya cukup dan bermutu tinggi. Jangan salah, bermutu tidak selalu berarti mahal. Dengan back to nature maka sayur, buah dan makanan yang segar menjadi pilihan utama. Ternyata sumber makanan nabati yang berwarna-warni, seperti pelangi mempunyai berbagai khasiat yang menyehatkan.&lt;br /&gt;            Hindari makanan dengan kadar lemak tinggi, makanan yang diawetkan, bahan penambah rasa-warna dan zat aditif lainnya, karena terbukti dapat menimbulkan kerusakan dan mempercepat proses penuaan. Proses memasak juga menentukan kualitas zat gizi yang kita konsumsi.&lt;br /&gt;            Makanan yang dimasak dengan suhu yang sangat tinggi dan dalam waktu yang lama atau berulang kali dipanaskan hanya menyisakan ampas saja bagi tubuh kita karena zat gizinya menjadi rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Olahraga secara teratur.&lt;br /&gt;            Terbukti merupakan salah satu kebutuhan pokok bila anda ingin bugar dan sehat. Dianjurkn untuk olahraga 3-4 kali dalam seminggu selama 30 menit setiap kalinya. jangan lupa melakukan pemanasan, latihan inti dan cooling down agar tidak terjadi cedera otot yang berakibat timbul pegal-pegal dan nyeri sendi. Pilihlah olahraga yang sesuai dengan usia dan daya tahan tubuh anda. Bagi mereka yang berusia menjelang lansia tidak dianjurkan olahraga dengan high impact dimana tingkat benturan pada sendi-sendi penopang tubuh cukup tinggi semisal aerobic.&lt;br /&gt;            Dengan olahraga aliran darah lancar, kebutuhan oksigen tercukupi, tulang otot terjaga kelenturannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Istirahat yang cukup dan menghadapi stress dengan cara yang tepat akan turut mempengaruhi kebugaran dan daya tahan tubuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-63164972140252794?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/63164972140252794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=63164972140252794&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/63164972140252794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/63164972140252794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/tips-kesehatan.html' title='TIPS KESEHATAN'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-2605392100863453788</id><published>2008-05-05T21:23:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T21:24:39.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membaca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu'/><title type='text'>MEMBUKA KUNCI ILMU LEWAT BUKU</title><content type='html'>Oleh : Husni Tamrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Orang yang malas membaca akan dekat dengan kebodohan, dan kebodohan itu sangat dekat dengan kemiskinan.” Begitu pesan salah satu iklan media massa yang di tayangkan berbagai stasiun televisi. Di luar iklan tersebut, kita dapat melihat ada sebuah sinkronisme dari iklan tersebut. Tanpa membaca, maka pengetahuan akan menjadi lebih terbatas dari orang-orang yang gemar membaca. Seperti telah kita ketahui bersama, kebiasaan membaca di kalangan masyarakat Indonesia sangatlah rendah. Bahkan menurut BPS pada tahun 2006, masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih cenderung menonton TV ( 85,9% ) dan atau mendengarkan radio ( 40,3% ) dari pada membaca koran ( 23,5% ) ( sumber: &lt;a href="http://www.bps.go.id/"&gt;www.bps.go.id&lt;/a&gt; ). Sungguh ironis melihat bangsa yang telah berusia lebih dari 60 tahun merdeka, menanamkan budaya membaca pun masih saja mengalami kendala. Ada apa dengan masyarakat Indonesia ?&lt;br /&gt;            Pertanyaan penting tersebut rupanya sedikit banyak telah menemukan jawaban. Ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan yang memadai, ternyata menjadi salah satu kendala pokok dari sekian banyak kendala yang ada. Ditambah lagi jumlah koleksi buku bermutu sangat kurang. Padahal ini merupakan syarat wajib yang harus dimiliki perpustakaan. Bisa dibayangkan, bagaimana aktivitas membaca masyarakat kita tanpa adanya buku-buku bermutu.&lt;br /&gt;            Sementara itu, seiring majunya teknologi informasi, masyarakat kita mulai melirik ke arah dunia cyber atau yang sering disebut dunia google. Mulai dari media massa sampai dunia baca-tulis via blog, sepertinya mulai memiliki pengikut cukup banyak dan akan semakin mengglobal. Pemikiran global tersebut memang benar, karena masyarakat dapat memperoleh informasi yang selalu up to date dari seluruh dunia hanya dengan beberapa klik saja. Dengan begitu, posisi buku-buku dan perpustakaan semakin tergeser di mata masyarakat kita.&lt;br /&gt;            Kendala yang lain, yaitu kurangnya kesadaran dari diri masyarakat kita akan keuntungan dari membaca. Sebetulnya dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan baru yang mungkin tidak kita dapatkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Membaca juga mampu merangsang otak agar tetap aktif, karena beberapa bacaan memerlukan konsentrasi yang lebih. Misalnya, ketika kita membaca jurnal ilmiah. Membacapun dapat kita lakukan dimanapun asal situasi mendukung. Akan tetapi, masyarakat kita atau malah kita sendiri merasa heran dan memandang “aneh” ketika ada fenomena orang membaca buku di tempat umum, padahal hal itu sudah menjadi suatu budaya membaca bagi orang tersebut.&lt;br /&gt;            Menyadari hal ini pemerintah kita juga telah mengkampanyekan gerakan membaca, dengan harapan pada tahun 2009 mendatang Indonesia bebas dari buta aksara. Dengan demikian, kemiskinan dan kebodohan di bangsa ini berangsur dapat teratasi melalui membaca. Karena membaca adalah kunci ilmu, sedangkan gudangnya ilmu adalah buku..&lt;br /&gt;*Sekretaris Redaksi Majalah PENDAPA Tamansiswa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-2605392100863453788?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/2605392100863453788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=2605392100863453788&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/2605392100863453788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/2605392100863453788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/membuka-kunci-ilmu-lewat-buku.html' title='MEMBUKA KUNCI ILMU LEWAT BUKU'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-1256633594063911779</id><published>2008-05-05T21:22:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T21:23:53.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='organisasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa'/><title type='text'>MAHASISWA BERORGANISASI, MENGAPA TAKUT ?</title><content type='html'>“Kuliah atau organisasi?” Itulah pertanyaan untuk mahasiswa, Bagi penulis  kuliah itu pilihan,begitu pun organisasi.Tak seorang pun berhak melarang apalagi memaksa untuk memilih. Hidup ini sebuah pilihan. Memilih untuk menjadi ‘manusia’ yang peduli akan sesamanya atau menjadi pribadi individualistis adalah hak. Terserah. Dan pasti bahwa orang demokratis akan menghargai pilihan sedang pribadi otoriter melarang iklim kebebasan karena merasa tidak dihargai. Pribadi yang suka memberontak menjadi halangan karena dianggap menghambat. Dan kepuasan pribadi manakala tuntutan mereka dipenuhi,tidak ditentang dan selalu dituruti. Sedang orang yang menganut paham demokratis selalu mengedepankan kebebasan, menghargai perbedaan pendapat dan tidak menang sendiri&lt;br /&gt;.           Secara jasmaniah manusia adalah orang-orang bebas yang dapat pergi dan melakukan segala sesuatu yang disukainya,kapan dan di mana saja. Tapi benarkah itu adalah pertanda bahwa manusia adalah orang-orang yang merdeka untuk menentukan jalan sejarahnya masing-masing? Karena kemerdekaan sesungguhnya itu bukanlah kemerdekaan ragawi yang melekat erat pada diri manusia melainkan  hanya dapat terwujud ketika manusia telah mampu untuk berpikir merdeka dan bertindak sesuai nuraninya sendiri. Maka memilih menjadi mahasiswa adalah sebuah kebebasan yang terlahir dari kesadaran akan eksistensi pribadi manusiawinya.&lt;br /&gt;            Menurut asumsi orang, mahasiswa adalah manusia paripurna yang serba tahu, serba bisa. Namun begitu memasuki dunia perguruan tinggi,yang dikira indah dan penuh misteri ternyata tidak ada apa-apanya. Bagi penulis, kemahasiswaan tidak  lebih dari sekedar nama. Memang dalam hal-hal tertentu, diri mahasiswa adalah macam-macam keistimewaan, seperti banyaknya tugas dan persoalan yang harus diselesaikan terutama menyangkut tugas-tugas insan akademis yang sedang  menyiapkan diri menjadi sorang cedekiawan&lt;br /&gt;            Namun realita berbicara lain. Proses belajar-mengajar di perguruan tinggi justru mengasingkan mahasiswa dengan lingkungan masyarakat. Muncul menara gading. Kuliah yang seharusnya dapat membawa mahasiswa menemukan jati dirinya ternyata menjebakkan mahasiwa dalam sebuah kesenjangan antara tradisi  sendiri dengan dunia medernitas. Kuliah pun membuat mahasiswa terpenjara dalam benteng-benteng yang kokoh sehingga mahasiswa tidak dapat melihat realitas dengan jelas. Kuliah mengajarkan mahasiswa harus bertarung untuk saling menaklukkan satu sama lainnya dalam sebuah paradigma hidup yang individualistik dan materialistik. Dan akhirnya kampus ibarat  arena pertarungan manusia-manusia yang memburu selembar ijazah sebagai alat legitimasi sosial. Mahasiswa belajar dari atas,tapi bukan dari refleksi kenyataan hidup sehar-hari Memang lahir orang-orang pintar tapi orang pintar yang tidak mengenal masyarakatnya sendiri. Diakui bahwa sistem pedidikan kita adalah sistem pedidikan yang elite yaitu pola pendidikan kolonial Belanda yang ditujukan untuk mengisi jabatan dalam birokrasi pemerintahan.&lt;br /&gt;            Usaha dalam proses penyadaran semestinya  dilakukan sejak awal dari mahasiswa bahwa bagaimanapun posisi mahasiswa pada suatu saat pasti akan muncul kelompok elite yang akan memperkokoh struktur kekuasaan yang baru. Gerakan intelektual ini harus dijaga kelangsungannya mulai dari  pra sarjana sampai pasca sarjana. Dasar utama gerakan intelektual adalah,mengenal masyarakat ,mengikuti perkembangan bangsa dan melakukan komunikasi intelektual dengan sesama serta menyalurkan aspirasi rakyat melalui media yang ada. Jika ini terlaksana maka akan mempertinggi mutu kemahasiswaan dalam keberadaanya secara keseluruann&lt;br /&gt;            Menjadikan mahasiswa lebih profesional menuntut susasana akademik yang demokratis, menuntut kebebasan berpikir dan berpendapat tanpa ada unsur birokratisasi. Tanpa kondisi yang obyektif seperti ini justru akan menciptakan generasi penurut dan siap didikte.Iklim kebebasan tetap dijaga, termasuk kebebasan mahasiswa memilih kuliah dan berorganisasi. Kuliah di ruangan kelas, kuliah di organisasi.Hak anda untuk memilih,karena masa depan ada di tangan masing-masing. &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Ambros  A.Weruin&lt;br /&gt;wartawan LPM PENDAPA Tamansiswa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-1256633594063911779?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/1256633594063911779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=1256633594063911779&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/1256633594063911779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/1256633594063911779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/mahasiswa-berorganisasi-mengapa-takut.html' title='MAHASISWA BERORGANISASI, MENGAPA TAKUT ?'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-8782671438192110814</id><published>2008-05-05T21:14:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T21:16:03.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mini market'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='swalayan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sales'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pornografi'/><title type='text'>‘SPG’ DAN ROK MINI</title><content type='html'>OLEH: Eka Sumaryati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantra hilir mudik dan keramaian mol-mol besar selalu tersembul senyum manis. Paras yang ayu, body yang aduhai akan menyapa ramah setiap pengunjung mol. Walaupun terkadang nampak letih tetapi tetap saja pengunjung bisa ‘cuci mata’ dengan sekedar melihatnya. Bahkan karena adanya mereka tidak jarang pengunjung datang hanya sekedar ingin melihat-lihat. Begitu beratinya mereka bagi sebuah mol. Dengan mengenakan seragam yang sudah disediakan oleh mol tempat mereka bekerja mereka mampu mejadi identitas bagi mol tersebut.  Mereka adalah Seles Promotion Girl atau sering kita kenal dengan SPG.&lt;br /&gt;Pengunjung mol akan sangat akrap sekali dengan pemandangan rok mini di atas lutut dan juga make up tebal yang menghiasai wajah. Hal tersebut bukan sebuah kesamaan yang tidak disengaja. Serentetan persyaratan untuk menjadi SPG memag telah ditentukan oleh pihak pemilik MOL. Bisa dikatakan untuk bisa menjadi seorang SPG mol tidak harus pandai akan Jual-beli namun cantik, menarik, dan memiliki ukuran tubuh yang porposional justru merupakan syarat utama. Sehingga tidak heran jika ada yang kesulitan mencari SPG yang ‘tidak menarik’.&lt;br /&gt;Nanang Rekto Wulangaya S.Pd, CDAC, seorang konselor dan pengamat sosial menuturkan “Menjadi seorang SPG itu tidak mudah, ukuran tubuhnya harus proporsional. Antara ukuran payudara dan panggul itu juga menjadi pertimbangan, dan sebelum menjadi SPG mereka harus tanda tangan kontrak bahwa mereka bersedia mengenakan rok mini”. Ironis memang, ketika SPG dimanfaatkan sebagai sebuah daya tarik. Memajang mereka di tiap pojok-pojok counter barang. Apakah hal semacam ini yang diinginkan oleh pihak mol?&lt;br /&gt;Ketika disinggung mengapa harus memakai busana seragam yang sedemikian itu, banyak mol yang berdalih itu semua merupakan wujud ke-universalan. Memang tidak bisa dielakkan bahwa dunia industri kita memang berkiblat pada barat. Dan tidak bisa disalahkan jika hal tersebut terjadi. Namun haruskah selamanya dan seterusnya dunia bisnis mol kita selalu mengkiblat pada barat. Tidak bisakah budaya dan adat ketimuran kita memberikan sumbangsih untuk kemajuan dunia bisnis mol kita. Para pemilik mol yang menerapkan sistem seragam ‘rok mini’ harusnya sedikit banyak mempertimbangkan nilai-nilai budaya. Jika hal ini tidak dilakukan kapankah budaya kita akan menjadi budaya yang universal ketika pemiliknya sendiri enggan meliriknya.&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa mol dewasa ini bukan hanya sekedar bisnis biasa, namun telah menjelma menjadi wajah suatu kota. Ketika disebutkan kota Yogyakarta maka akan segera teringat ‘Malioboro’, Jakarta dengan ‘Plaza Senayan’ dan sebagainya. Dengan kesadaran yang demikian hendaknyalah dunia bisnis mol tidak seterusnya berkiblat pada barat, namun perlahan menggunakan tolak ukur budaya sendiri.&lt;br /&gt;                                                                                       * Pemimpin Redaksi Buletin PENDAPA News&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-8782671438192110814?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/8782671438192110814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=8782671438192110814&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/8782671438192110814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/8782671438192110814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/spg-dan-rok-mini.html' title='‘SPG’ DAN ROK MINI'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-6202273631407052232</id><published>2008-05-05T21:11:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T21:13:44.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kulonprogo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>DAN ALAMPUN HENDAKLAH DISYUKURI</title><content type='html'>* Ibenzani hastomi&lt;br /&gt;Suasana ramai sudah terlihat di Desa Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo pada Rabu (5/3). Tidak seperti biasanya, sejak pagi hari para ibu sibuk menyiapkan tenong-tenong (tempat nasi_red) untuk diisi nasi beserta lauk pauknya. Sementara itu di tepian Bendung Kayangan yang lokasinya tak begitu jauh dari desa,  sejumlah pemain jathilan dari grup kesenian Sri Mekar Sidolaras sudah bersiap untuk unjuk kebolehannya dalam memainkan atraksi jaran kepang. Sedangkan pengunjung yang mulai memadati kawasan itu terlihat sudah tidak sabar menanti dimulainya acara. Ya, pada hari itu akan diadakan upacara adat Saparan Rebo Pungkasan di Bendung Kali Kayangan, acara tersebut terdiri atas 2 acara inti yaitu Ngguyang Jaran Kepang dan Kembul Sewu Dulur.&lt;br /&gt;Menurut Sri Mulyono, pemangku adat Desa Pendoworejo sekaligus ketua panitia acara, upacara adat yang mulai tahun lalu diaktualisasikan kembali atas kerjasama Komunitas Kampung Budaya Menoreh dengan penduduk Desa Pendoworejo ini adalah sebagai bentuk ungkapan syukur atas rahmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Seperti, dengan adanya Kali Kayangan memungkinkan penduduk Pendoworejo bisa mengairi lahan pertaniannya tanpa harus khawatir kekurangan pasokan air, tanaman pun tumbuh dengan subur sehingga hasil panen melimpah ruah. Dan sebagai wujud syukur, setiap hari Rabu terakhir di Bulan Sapar penduduk mengadakan tasyakuran bersama di tepi Bendung Kayangan, sebab di bulan itu biasanya penduduk telah menyelesaikan proses tanam. Dengan kata lain upacara ini dilaksanakan sebagai rasa syukur telah selesai menanam.&lt;br /&gt;Ditambahkan Pak Mul _demikian sapaan akrabnya_ selain bercocok tanam, mata pencaharian penduduk di desa ini adalah sebagai pemain jathilan sehinnga prosesi tasyakuran tidak jauh dari atraksi jathilan yang tentunya sudah membumi di daerah itu. Sebut saja prosesi Ngguyang Jaran Kepang yang menyimbolkan penyucian atau pembersihan diri setelah selesai menanam, dan bagi yang mempercayainya, prosesi itu dapat memperlancar job para pemain jathilan. Puncak dari acara ini adalah do’a bersama dilanjutkan dengan Kembul Sewu Dulur, disini semua yang hadir akan diajak bersama-sama memakan nasi dan lauk yang telah disiapkan penduduk, tanpa membedakan apakah mereka datang dari kalangan atas maupun kalangan bawah, semuanya membaur menjadi satu.&lt;br /&gt;Upacara adat Saparan Rebo Pungkasan ini menjadi oase di tengah maraknya bencana yang disebabkan oleh keserakahan manusia terhadap pengelolaan alam di negeri ini. Hanya demi mengejar keuntungan finansial manusia mengeksploitasi alam secara berlebihan, mereka tebangi hutan dengan semena-mena, dan lebih parahnya lagi mineral yang ada di bumi ini  mereka kuras sampai habis. Dalam benak mereka alam tak ubahnya seperti seorang budak yang bisa diperlakukan seenaknya, padahal tanpa mereka sadari alampun bisa murka apabila kita sakiti. Akibatnya, bencana tak hentinya melanda beberapa daerah di negeri ini, tak jarang orang yang tidak berdosalah yang kemudian menjadi korbannya.&lt;br /&gt;Agaknya kita harus bercermin pada masyarakat Pendoworejo ini, pola kehidupan mereka yang dekat dengan alam menjadikan alam sebagai sumber kehidupan yang harus disyukuri. Melalui alam-lah mereka bercocok tanam, dan dengan air yang terkandung di alam itulah mereka mengairinya sehingga tanamanpun tumbuh dengan subur. Kehidupan yang menyatu dengan alam itulah yang memungkinkan terjadinya simbiosis mutualisme antara manusia dengan alamnya. Di satu sisi manusia dapat memanfaatkan kekayaan alam secara berimbang dan di sisi lain kelestarian alam tetap terjaga.&lt;br /&gt;                                                                          * Reporter LPM PENDAPA Tamansiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini pernah dimuat di Buletin Pendapa News&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-6202273631407052232?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/6202273631407052232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=6202273631407052232&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/6202273631407052232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/6202273631407052232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/dan-alampun-hendaklah-disyukuri.html' title='DAN ALAMPUN HENDAKLAH DISYUKURI'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-9083506728836093341</id><published>2008-05-05T21:08:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T21:10:54.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peace journalis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wartawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jurnalis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journalis'/><title type='text'>Jurnalisme</title><content type='html'>* Engkos Kusnandi   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan untuk apa jurnalisme itu ada dijawab oleh Bill Kovack dan Tom Rosenstiel dalam bukunya sembilan Elemen Jurnalisme disana terurai beberapa contoh dan kasus seperti yang terjadi di Polandia dan di negara-negara demokrasi bahwa jurnalisme hadir untuk membangun kewargaan (citizenship), jurnalisme hadir untuk memenuhi hak-hak warga negara untuk demokrasi, jutaan orang yang terberdayakan arus informasi bebas, menjadi terlibat langsung dalam menciptakan pemerintahan dan peraturan baru untuk kehidupan politik, sosial, dan ekonomi negeri mereka. Beda dengan Amerika Serikat yang katanya sekitar setengah abad terakhir ini pertanyaan itu tak dilontakkan lagi baik oleh warga negara maupun wartawan(Journalist). Siapapun bisa menghasilkan jurnalisme, jurnalisme yang selalu berubah kecepatan, teknik, karakter pengiriman berita, tori dan filosofinya. Yang pasti tujuan utama jurnalisme adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa hidup merdeka dan mengatur dirinya sendiri atau kata Ki. Hadjar Dewantara dengan Zelpfbeschikking Rich. Dalam filosofinya Ki. Hadjar memilih tidak menggunakan istilah ‘Ratu Adil’ ataupun ‘Ratu Dunia’ bagi Pers/Jurnalisme tapi dengan Sinar Matahari  “...............perlambang yang lebih luhur dan indah. Yaitu hendaknya kita memakai julukan  ‘Sinar Matahari’ kepada Pres/Pers. Sinar Matahari tidak saja menyebabkan terangnya suasana dan musnahnya kegelapan, namun didalam sinar matahari yang berspectrum lima warna pokok itu, terkandung berjenis-jenis daya kekuatan. Ada yang menyuburkan segala benih yang baik dan bermanfaat, ada pula yang mematikan berbagai,’microben’ yang membahayakan kesehatan hidup. Kita semua tahu apa yang disebut warna ‘ultra violet’. Semua itu berlaku dengan sendirinya, karena berupa ‘proses kodrati’ .“ (baca : Sisipan tentang Pengajaran Kepandaian dalam Tamansiswa). Beliau beralasan bahwa Perkataan ‘Ratu’ mengandung pengertian konservatif dan feodal dan sangat berjauhan dengan jiwa yang bebas dan demokratis. Pelajaran berharga dari seorang tokoh yang pernah mendapat berbagai gelar seperti Ketua Kehormatan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia pada 24 April 1959) dan pemegang Bintang Maha Putera kelas I (17 Agustus 1960), Satya Lencana Kemerdekaan (20 Mei 1961) yang pada 28 November 1959 dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah RI dan hingga kini hari lahirnya 2 Mei dijadikan Hari Pendidikan Nasional.  &lt;br /&gt;            Sejatinya media membantu mendefinisikan komunitas kita, menciptakan bahasa yang dipakai bersama dan pengetahuan yang dipakai bersama. Media dapat mengangkat berita kepahlawanan, perang dan tingkat kejahatan diluar pandangan mata kasat kita dari yang baik-baik sampai yang busuk sekalipun, hal senada pernah ditulis Tri Suparyanto salah satu pendiri Majalah Pendapa yang mengkritik bahwa pers tak lebih dari sebuah “Pembungkus” membungkus yang busuk menjadi wangi, yang tidak menarik menjadi menarik, yang kecil menjadi besar, yang sederhana menjadi rumit dan selalu membungkus kemunafikan-kemunafikan yang akhirnya hal tersebut tergantung siapa yang membungkus dan untuk siapa dan untuk kepentingan apa bungkusan itu (Pendapa No.7 Thn II Januari-Pebruari 1991) . Definisi jurnalisme itu memang beragam, terus dikaji ulang, di redefinisi dan direformulasi daru zaman doeloe sampai zaman kiwari.&lt;br /&gt;            Amerika ya..... Amerika sangat beda dengan Indonesia yang sedang dalam masa eksperimen demokrasi untuk kesekian kalinya, beda latar belakang dan beda struktur, kultur kehidupan berbangsa dan bernegara yang membuat perbedaan yang mendasar. Di AS ada yang namanya Amendemen Pertama tentang Kemerdekaan Pers dan di Indonesia sekarang ada Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers, dari itu pula yang paling penting menurut saya keterlibatan publik dalam saling menjaga aset demokrasi ini (teori keterkaitan publik) hingga setiap goresan tinta sang jurnalis benar-benar bisa membawa bangsa ini besar dan berjaya. &lt;br /&gt;            Pergeseran yang terjadi dinegeri ini memang sama dengan yang ditulis Bill yaitu pertama, sifat terknologi baru seperti internet yang telah memisahkan jurnalisme dari geografinya bahkan kehidupan politik dan kemasyarakatan, kedua, globalisasi dan ketiga, yang menggerakan jurnalisme pasar adalah konglomerasi. Maka dari itu diera demokrasi digital seperti sekarang ini, dengan banyaknya penggunaan teknologi informasi kelas tinggi banyak manfaat yang dirasakan untuk jalannya proses demokratisasi satu contoh proses pemantauan Pemilu atau Pemilihan Presiden.&lt;br /&gt;            Indonesia dalam massa transisi demokrasi sekarang ini tidak luput dari hal itu, kebebasan yang baru mendapatkan tempat dan arenanya terus mengundang tanya dan kekhawatiran sejumlah orang, wajar mungkin dengan mempertimbagkan kompleksitas problem yang sedang dialami bangsa besar ini, ketakutan akan disintegrasi, separatisme dan kekhawatiran terbongkarnya korupsi yang pernah dilakukan membuat banyak pendapat dan tindakan yang tidak rasional dan tidak etis ditujukan bagi pers dan para jurnalis. Tapi ketika itu menjadi hal yang tidak terkontrol dan anarkhis serta tidak beretika bahkan mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan mejadi momok dan runtuhnya citra yang baru akan dibangun itu ;  Kehawatiran yang berlebihan, tidak rasional dan sporadis bahkan kalau bisa dibilang ‘konyol’ bagi mereka yang mengindahkan kebebasan pers.&lt;br /&gt;            Kini posisi pers mahasiswa menurut saya mempunyai kewajiban yang besar dalam memberikan pemahaman yang benar pada publik (Masyarakat), para segenap pemirsa dan pembacanya hingga gembar-gembor kebebasan pers yang diteriakan baik oleh Dewan Pers, Serikat Pekerja, PWI dan organisasi sejenis, Perusahaan Pers, AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan Media Watch dan elemen pro kebebasan pers  lain dapat dicerna, dipahami oleh masyarakat maksud dan tujuannya. Pers mahasiswa yang tidak hanya menjadi laboratorium jurnalistik, atau  hanya menjadi pers komunitas, tapi bisa memberikan pemahaman yang benar bagi pertumbuhan pers Indonesia (baca ; Sejarah Panjang Pers Indonesia). Kesadaran yang dicapai baik oleh jurnalis dan masyarakat harus terus didukung dengan kritis dan kepekaan para mahasiswa dalam menangkap setiap setting agenda  dan frame media dibalik kebijakan editorial (editorial policy) yang beragam itu. Terjadinya blocking cpace (dimedia cetak), blocking time (dimedia penyiaran) dan adanya pengaruh kekuatan pasar (geschaft presse) serta adanya pengaruh ideologi yang dianut media (gesinnungs presse) yang terkadang terjadinya tindakan dukung-mendukung apalagi menghadapi pemilu, banyak partai yang mencari dukungan pers (party directed press) atau party bound press /pers menjadi alat, suara partai. Apalagi mendekati Pemilu 2004 yang tinggal hitungan hari dapat dimonitor dan terperhatikan dengan baik perkembangannya. Terciptanya kualitas pers yang baik (quality press,prestigeous press) benar-benar muncul di Indonesia, sehingga sindiran Jacob Oetama bahwa pers berkomunikasi dengan masyarakat tidak tulus menjadi warning bagi pers .     &lt;br /&gt;Dengan berpegang teguh pada prinsif jurnalisme universal diharapkan tingkat independensi media pers disertai dengan profesionalisme memahami akan norma-norma etika yang dipegangnya. Harapan hubungan yang dewasa dan harmonis dalam mensikapi setiap karya jurnalistik yang membuat pers makin dewasa dan semakin mengerti apa sesungguhnya yang diharapkan publik akan media (baca ; Mengingatkan Pers dengan Etika).           Sembilan elemen jurnalisme yang dicatat Bill dan Tom seperti kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran, loyalitas pertama jurnalisme kepada warga, intisari jurnalisme adalah disiplin verifikasi, menjaga independensi terhadap sumber berita, jurnalisme harus berlaku sebagai pemantau kekuasaan, jurnalisme harus menyediakan forum publik untuk kritik maupun dukungan warga, jurnalisme harus berupaya membuat hal yang penting, menarik dan relevan, jurnalisme harus menjaga agar berita komprehensif dan proporsional dan yang terakhir harus mengikuti hati nurani. Dengan tidak mengekor, hal itu pula sejalan dengan kode etik wartawan Indonesia yang menjadi tumpuan anak negeri ini.&lt;br /&gt;            Karya Jurnalistik bukan karya para malaikat, melainkan karya journalist (wartawan) yang juga manusia yang kadang salah, perlu cara dan waktu menegakan tiang the fourth estate (kekuasaan keempat) sebagai pilar demokrasi ini. Sehingga penampakan pers bebas (free press) dapat diterima sebagai sebuah kebutuhan pokok yang sama halnya dengan kebutuhan sandang pangan. Dengan demikian nunculnya budaya kekerasan (violent culture) seperti penganiyayaan, penculikan, pembunuhan terhadap wartawan dan pengrusakan kantor redaksi media tidak terjadi lagi. Yang pokok pers Indonesia harus tetap berpihak pada bangsa dan negara menjaga tali keutuhan bangsa dan tanah Nusantara ini.&lt;br /&gt;Semoga ungkapan Karl Klaus seorang pakar politik dan pers dari Wina bahwa keberadaan pers lebih dahulu dari pada keberadaan dunia (in the begining was the press and then the world appeared) dapat diterjemahkan oleh anak negeri ini sampai tuntas. Teori yang terhenti pada ranah tekstual tapi dapat diambil hikmah dan sarinya bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                       * Atikel ini pernah di publikasikan di MAJALAH PENDAPA Tamansiswa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-9083506728836093341?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/9083506728836093341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=9083506728836093341&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/9083506728836093341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/9083506728836093341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/jurnalisme.html' title='Jurnalisme'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-5347013467360176204</id><published>2008-05-05T21:05:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T21:07:21.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UST'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laboratorium'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='universitas sarjanawiyata tamansiswa'/><title type='text'>Laboratorium; Si Anak Tiri Di Sudut Kampus UST</title><content type='html'>Bangunan itu tidak jauh dengan kampus FKIP, di persimpangan jalan, dekat dengan perkampungan para penduduk. Kalau kita menyusurinya, kita tidak akan mengeluarkan keringat. Itulah laboratorium PKK. Laboratorium yang menjadi salah satu pendukung kegiatan perkuliahan  bagi Program Studi PKK. Aset UST yang satu ini telah lama menjadi penyokong kegiatan praktek para mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga,  aset ini seolah-olah hanya menjadi aksesoris jurusan tersebut. Mengapa dikatakan demikian? Tentunya kita mempunyai bayangan  sendiri tentang itu. Berdasarkan penelusuran kami selama ini, laboratorium itu sangat kotor dan jorok bahkan dari jendela luar kelihatan berdebu. Kurang layak pakai. Dan yang lebih parahnya lagi, papan identitas labotatorium itu tidak ada sama sekali. Padahal sebuah papan nama tentunya sangat penting untuk mempermudah mengenal alamat dan untuk menunjukan bahwa asset penunjang pembelajaran itu adalah milik UST. Itu baru terlihat dari luarnya aja. Dalamnya pun tak jauh berbeda dengan penampakan luarnya. Seperti yang diungkapkan salah satu mahasiswa PKK bahwa kalau di dalam ruangan yang berukuran lumayan besar itu, tak ubahnya seperti gudang yang berisikan perlengkapan tata busana maupun tata boga. Tapi Yang lebih parah lagi kondisi peralatan yang ada disana kurang memenuhi standar lagi. Banyaknya perlengkapan yang sudah rusak menyebabakan ke kurang optimal-an pemakaiannya. Mahasiswa sangat mengeluhkan hal tersebut.&lt;br /&gt;            Tidak terurusnya sarana belajar ini salah siapa? Tentunya banyak pihak yang terkait akan keteledoran itu. Kekurang perhatian itu tentunya tidak terlepas dari peran Fakultas yang membawahinya walaupun otoritasnya itu merupakan kebijakan dari program studi yang terkait. Seperti yang diungkapkan oleh Dekan FKIP bahwa masalah itu menjadi tugas para ketua program studi. Optimal tidaknya itu menjadi kewenangannya. Tapi memang tidak terawatnya itu juga tak bisa terlepas dari masalah ‘Finansial’ seperti yang diungkapkanya pada PENDAPA.&lt;br /&gt;              Tidak terawatnya fasilitas itu tentu menyebabkan dampak yang cukup signifikan. Ke-ngerian mahasiswa akan biaya pedidikan yang terus menerus meningkat sesuai dengan meningkatnya BBM akan menggambarkan betapa terjepitnya mahasiswa dengan skala penghasilan orang tua yang pas-pasan dengan kondisi saat ini. Laboratorium yang seharusnya dapat membantu mahasiswa yang belum bisa membeli peralatan baik busana maupun boga selayaknya dapat mempergunakan perlengkapan yang ada di laboratorium itu sebagai wahana pembelajaran dengan kondisi laboratorium yang seperti itu, bagaimana jadinya?.&lt;br /&gt;            Mengurai keteledoran itu semua, Seperti yang dikonfirmasi kepada PENDAPA, bahwa Dekan sendiri akan melihat dan berusaha mengoptimalkan kembali tentunya dengan pem fasilitasan yang layak pakai. Tapi dengan skala yang bertahap. Tidak langsung semuanya di perbaiki. Apalagi mengingat banyaknya program-program kedepan yang akan di laksanakan. Menurut Tarto Sentono kampus kita merupakan kampus yang ‘sederhana’ dalam kontek segala fasilitasnya termasuk laboratorium seharusnya layak pakai. Bukan berarti sederhana itu jelek, kotor, dan tidak layak pakai. Sebagai mana sesuai dengan fungsinya laboratoium sebagai tempat praktek pembelajaran materi yang diberikan dosen dikelas. Namun kalau melihat labortorium tersebut sepatutnya pihak kampus perlu membenahi agar mahsiswa tidak merasa dirugikan pasalnya mahasiswa sering antri atau bergiliran karena walaupun disitu ada fasilitasnya namun kelayakan pakainya masih tanda tanya.&lt;br /&gt;             Dengan adanya pembenahan aset-aset kampus diharapkan tidak ada lagi pihak yang dirugikan terutama mahasiswa dan hal itu bisa meningkatakan keterampilan mahasiswa tersebut biar kelak kalau sudah lulus mereka tidak kaget dengan ketatnya persaingan didalam etos kerja. Apalagi mengingat juga bahwa program seperti PKK lebih menonjol kearah kompetensi.&lt;br /&gt;            Kejadian yang sama juga dialami oleh Program Studi Teknik. Kekurang perhatian dari instansi terkait menyebabkan laboratorium ini seolah-olah kaku dan bisu. Disekeliling bangunan itu tampak rerumputan yang berdiri tinggi menjulang dan terkesan tidak ada penghuni. Papan nama yang sudah lama namanya hampir hilang karena berkarat  dan juga bangunannya yang tampak tersudutkan menjadikan laboratorium ini jauh dari jangkauan umum. Seperti yang diungkapkan mahasiswa teknik bahwa laboratorium itu belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Ibarat perbandingan, bisa dibayangkan seperti 70 : 30 (dalam persen-red). “Tapi sekarang mungkin laboratorium teknik mungkin bisa lebih baik lagi. Ini karena laboratorium itu mendapat bantuan dari Toyota yang berupa mesin-mesin. Cukup menggembirakan bagi fakultas yang notabenenya besar dalam kuantitasnya” Ungkap Tarto Sentono. Bantuan itu katanya lagi kalau di nominalkan cukup besar yaitu sekitar Rp 60.000.000 (enam puluh juta rupiah-red).&lt;br /&gt;            Bantuan yang cukup besar  ini tentunya membuat kepuasan tersendiri bagi UST . Artinya kepercayaan mulai mengalir. Tapi bukan berarti UST telah sangat optimal bersaing dalam meningkatkan mutu, malah ini bisa menjadi ancaman kedepan. Dalam artian Bantuan berhasil diraih pasti membutuhkan balance dari pengelolaanya agar tidak mengecewakan para donatur. Ini harus menjadi prioritas ke depan agar UST lebih berkembang.&lt;br /&gt;            Tapi diakui juga oleh Dekan FKIP Tarto Sentono bahwa memang masih ada yang kurang optimal dalam laboratorium teknik itu sendiri. Kekurang optimalan itu bisa ditunjang dari berbagai aspek. Tapi menurut beliau lagi, itu akan ditinjau ulang agar aset-aset yang sudah ada menjadi penunjang pembelajaran dan mampu meningkatkan minat bagi UST. Dari minat ini nanti nya akan menghasilkan kuantitas yang bagus serta kualitas yang lebih berguna lagi.&lt;br /&gt;            Laboratorium bahasa Inggris tak kalah tertinggalnya dari laboratorium-laboratorium UST yang lain. Laboratorium ini cukup penting bila kita hubungkan dengan prospek peolehan mahasiswa baru kedepan. Pendidikan Bahasa Inggris adalah salah satu program studi yang selalu meraup mahasiswa baru yang cukup banyak. Dengan keadaan laboratorium yang terbengkalai (lantai pecah dan peralatan banyak rusak, red.) tentunya akan mengurangi kepercayaan masyarakat. Selain hal itu sangat mengaggu kegiatan belajar mengajar. Banyaknya peralatan yang rusak menyebabkan jumlah peserta kuliah (listenig, red) tidak seimbang dengan daya tampung laboratorium. Maka antrian panjang pun tak bisa dihindari.&lt;br /&gt;            “Saya itu sangat bingung lho mas kalau pas kuliah listening, pasalnya kadang saya masuk jam ke 1 tapi kebagiannya jam ke 2 padahal di jam itu saya ada mata kuliah lain yang tak kalah pentingnya untuk diikuti” Ungkap salah seorang mahasiswa kepada PENDAPA.&lt;br /&gt;             Nah disini kita bisa mengerti betapa pentingnya sebuah laboratorium guna penunjang dalam pembelajran. Tentunya juga mahasiswa berharap agar laboratorium-laboratorium itu segera di benahi terlebih dahulu dibanding memulai kearah yang lebih baru lagi.&lt;br /&gt;            Sebuah laboratorium tentunya akan sangat bermanfat bagi yang memakainya bila memadai dan terawat  sehingga kondisi ruangn nyaman dan kondusif untuk kegiatan perkuliahan. Kalau hal tersebut tidak memenuhi akan sangat bedampak pada mahasiswa sendiri kadang ada mahasiswa yang terpaksa tidak bisa ikut kegitan perkuliahan karena tidak kebagian kursi duduk. Dan yang perlu diperhatikan lagi adalah mengenai pengadaan fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang proses perkuliahan, hal ini sangat diperlukan dan merupakan hak mahasiswa untuk mendapat fasilitas agar semua materi yang disampaikan dapat diserap. Mengingat laju perubahan jaman yang dinamis  sehingga menuntut kita untuk bisa menguasai keterampilan untuk menjawabnya maka kita memerlukan sebuah laboratorium sebagai tempat mengasah keterampilan tersebut.           Dan kita berharap dengan adanya laboratorium kita bisa lulus dari kampus kita dengan keterampilan dan kompetensi yang cukup memadai. Tidak terlepas dari hal tersebut diperlukan juga semangat belajar yang tinggi dari mahasiswanya sendiri. Pihak kampus seharusnya lebih merefleksikan  asset- aset yang ada sebelum memfokuskan pada rencana pengembangan ke tahap berikutnya. Asset-aset yang sudah ada justru harus di benahi lebih dulu supaya bisa menekan perspektif negatif bagi sebuah Perguruan Tinggi yang sudah cukup mengakar di kota pendidikan ini. &lt;br /&gt;                                                                                               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                               Artikel ini pernah dimuat di Fokul PENDAPA news oleh  Melki, N’dang &amp;amp; Ahmad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-5347013467360176204?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/5347013467360176204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=5347013467360176204&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5347013467360176204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5347013467360176204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/laboratorium-si-anak-tiri-di-sudut.html' title='Laboratorium; Si Anak Tiri Di Sudut Kampus UST'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-1444062754421030560</id><published>2008-05-05T20:54:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T20:55:08.184+07:00</updated><title type='text'>IYA THO AKU MAHASISWA???</title><content type='html'>Oleh; Edi Susilo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang mahasiswa kita tidak akan lepas dari sebuah jargon “Perubahan” yang selama ini selalu sebagai garda depan pendobrak segala bentuk perubahan di negeri ini. Namun pada akhir-akhir ini jargon tersebut sepertinya sudah mulai asing di telinga kita. Sekarang mahasiswa hanyalah “Sekedar bahasa gaul yang tanpa makna” . Kalau kita mau bicara jujur sebenarnya kehidupan mahasiswa sekarang justru mengasingkan mahasiswa dengan apa yang disebut dengan mahasiswa sendiri. Kuliah yang seharusnya membawa mahasiswa menemukan jati dirinya ternyata menjebakkan mahasiwa dalam sebuah kesenjangan.&lt;br /&gt;Sedikit contoh kecil saja yang bisa kita ambil pelajaran darinya pada saat terjadi gempa 27 Mei 2006 di Jateng dan DIY lalu,  ketika masyarakat benar-benar dalam keadan yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. mereka yang selama ini dengan bangga berkata kepada semua orang “aku pelajar jogja, aku mahasiswa jogja, inilho aku hebat kuliah dikota pelajar” dengan perasaan tanpa berdosa sedikitpun mulai angkat kaki satu persatu dari kota pelajar dengan beragam alasan. Inikah hasil penggodokan generasi bangsa. hanya diwaktu senang dan bahagia mereka ada! sungguh ironis saat semua hancur tinggal puing-puing, mahasiswa berlenggang pergi. Memang kita juga tidak boleh munafik dan bahkan mungkin masih bisa sedikit tersenyum dan berterima kasih kepada sebagian kecil kawan-kawan mahasiswa dan pelajar yang dengan ikhlas mau bertahan dikota ini yang telah rela menjadi relawan membantu masyarakat dengan sekuat tenaga tanpa mengenal lelah, saling bahu membahu berusaha membangun kembali kehidupan kota ini. Seharusnya seorang mahasiswa bukan hanya hebat diatas pena, dan juga bukan pengecut yang hanya bisa berteriak di bawah bayang semu statusnya.&lt;br /&gt;Kuliah pun membuat mahasiswa terpasung dalam diafragma kekaburan dan kamuflase maya sehingga mahasiswa tidak dapat melihat realita didepan mata dengan jernih. Kuliah kini hanya mengajarkan mahasiswa dalam sebuah paradigma hidup yang individualistik dan materialistik. Dan akhirnya kampus benar-benar menjadi arena pertarungan manusia-manusia yang hanya memburu selembar ijazah sebagai alat legitimasi sosial. Mahasiswa bukan belajar dari refleksi kenyataan hidup sehar-hari melainkan pola-pola egoistik yang hanya mementingkan diri sendiri sehingga menciptakan jenius-jenius yang tidak mengenal masyarakatnya sendiri. Kita harus jujur bahwa sistem pedidikan kita adalah sistem pedidikan feodal.&lt;br /&gt;Cara berpikir yang apatis, membuat mahasiswa kurang bergairah dalam berorientasi dalam menemukan jatidirinya. Mahasiswa hanya berpikir datang ke kampus, pulang, makan dan tidur.Pokoknya bagaimana cepat lulus meski tidak balance dengan pengetahuan yang diperolehnya. Padahal kesemuanya itu adalah penjajahan secara idiologi dan nurani. Saatnyalah mahasiswa bangkit dan bergerak dari keterpurukan dan mencoba 'melek' terhadap fenomena sosial di sekitarnya, untuk itulah seyogyanya keberadaan lembaga formal kampus dapat menjadi tempat untuk menyuarakan aspirasi sekaligus sebagai pembentuk identitas diri kita sebagai mahasiswa.&lt;br /&gt;Sebagai akhir dari tulisan ini, saya mencoba mengajak semuanya marilah kita kembali merenungkan dan merekonstruksikan kembali, sebenarnya makna apa yang tersirat dan tersurut dari status kita sebagai mahasiswa. Haruskah kita diam ditempat dengan bahasa gaul yang kini sudah tak bermakna ini atau kita mencoba menggurat lembaran sejarah baru serta mencoba menorehkan sehingga kita dapat menemukan arti sejati dari diri kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-1444062754421030560?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/1444062754421030560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=1444062754421030560&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/1444062754421030560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/1444062754421030560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/iya-tho-aku-mahasiswa.html' title='IYA THO AKU MAHASISWA???'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-2821408611533991235</id><published>2008-05-05T20:50:00.001+07:00</published><updated>2008-05-05T20:52:56.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='education'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah'/><title type='text'>Mencari Ruh Pendidikan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Ahmad Saleh Muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan adalah suatu proses di mana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup yang efektif dan efisien. Pendidikan itu lebih dari sekedar pengajaran, membina dan mengembangkan kesadaran diri di antara individu-individu&lt;br /&gt;–        Prof. Dr. Azyumardi Azra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pernahkah Anda melakukan perenungan sekali saja tentang pendidikan di Indonesia atau sekedar membuat komparasi perjalanan pendidikan Indonesia dari periode ke periode? Mungkin ada sebagian dari kita melakukan itu. Sebuah perenungan yang bukan saja dilakukan oleh para pemikir pendidikan bahkan juga elemen masyarakat di grass root sebagai bagian integral yang turut membentuk citra pendidikan di Indonesia. Sepintas lalu kita boleh jadi mengatakan, secara lokal partikular di tempat kita berdomisili, semua proses pendidikan berlangsung wajar. Namun tak dapat kita pungkiri saat kita melihat pemberitaan di media massa ternyata masih banyak masyarakat yang belum tersentuh pendidikan atau kita boleh menyebut mereka sebagai yang termarjinalkan dari hak-hak memperoleh pendidikan. Gambaran tersebut, mungkin dalam pemahaman saya, hanya satu dari sekian banyak potret buruk pendidikan Indonesia yang kalau disebutkan satu per satu akan membuka ‘aib’ entitas pendidikan di negara kita.&lt;br /&gt;            Berbagai masalah berdatangan menyapa pendidikan Indonesia. Pertama, dan menyolok, sebagai contoh, standar pendidikan di Indonesia tidak mampu memberikan feedback sebagai output pembelajaran bagi mereka yang sudah menamatkan pendidikannya. Sebagai bukti angka pengangguran membludak bahkan hingga puluhan juta. Data belakangan tahun ini, dikeluarkan oleh presiden SBY dalam pidato tahunannya, menunjukkan angka pengangguran di Indonesia mencapai kurang lebih sebelas juta jiwa. Menurut presiden, angka itupun sudah lumayan lebih baik dari tahun-tahun kemarin. Tetapi lagi-lagi, bahasa rakyat berteriak, pengangguran tetap pengangguran. Kita bicara soal angka sebagai realitas. Ironisnya pengangguran kebanyakan berasal dari mereka yang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Ternyata pendidikan Indonesia belum mampu memandirikan manusia-manusia Indonesia. Kedua, hal yang menyangkut persoalan kurikulum pendidikan Indonesia. Kurikulum dibuat bukan untuk memenuhi kebutuhan sang siswa tetapi sekedar mengejar target yang ingin dicapai pemerintah tanpa mempertimbangkan aspek baik buruknya kurikulum tersebut ketika akan diterapkan. Bahkan yang terjadi Kurikulum senantiasa berganti-ganti. Setiap pergantian menteri ‘baju’ kurikulum kita ikut-ikutan ganti. Sampai-sampai Hasan Pora, dalam bukunya Selamat Tinggal Sekolah, berujar bahwa kurikulum akan diubah bila menteri pendidikan lengser. Terkait soal kurikulum tersebut, kita mempunyai nomenklatur yang cukup banyak untuk menyebut kurikulum antara lain Kurikulum CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), Kurikulum 1994, Kurikulum 2004, dan, yang lagi in, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Tak tanggung-tanggung untuk perumusan sekian kurikulum tersebut serta aplikasinya ke sub institusi pendidikan di daerah mampu menyedot dana milyaran rupiah namun hasil nihil –biaya operasional lebih besar dari hasil yang ditawarkan. Ketiga, Pemerintah hanya terkonsentrasi pada penambahan jumlah unit sekolah sebagai representasi institusi pendidikan. Yang terjadi adalah lembaga pendidikan di negara kita tidak tertata dengan baik. Sekolah-sekolah banyak berdiri di mana-mana, khususnya di daerah perkotaan. Bahkan di satu wilayah yang berdekatan, sekolah misal SD –SMP bahkan SMA– terdapat dua sampai tiga sekolah sekaligus (maksud saya dua atau tiga sekolah SD, SMP, dan SMA). kenyataan ini tidak memperlihatkan adanya aturan yang baik dalam pemberlakuan pendirian institusi pendidikan. Pendirian ini, menurut hemat saya, hanya menambah biaya operasional pendidikan pemerintah tanpa memperhatikan kualitas produk lembaga pendidikan itu. Banyak sekolah berdiri tapi sayang tidak diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan. Sebagai solusi antitesisnya, alangkah baiknya pemerintah memperbanyak institusi di daerah pedalaman yang hampir tidak tersentuh pendidikan. Bahkan kalau perlu untuk menjangkau akses pendidikan ke masyarakat-masyarakat tersebut pemerintah boleh mendirikan lebih dari satu sekolah. Sehingga semua masyarakat merasakan nikmat memperoleh pendidikan. Sudah saatnya pemerintah merealisasikan utang-utang lamanya –program WAJAR (Wajib Belajar) 9 Tahun– kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa kecuali. &lt;br /&gt;            Agaknya untuk mendaftarkan dan mendiskusikan berbagai permasalahan pendidikan Indonesia tidak akan cukup hanya dengan satu artikel pendek ini. Yang jelas tiga hal tadi bisa bertambah tergantung dari segi mana Anda memandangnya. Satu hal yang menjadi impian kita bersama adalah pemerintah mau melihat kekurangan ini sebagai cambuk yang mengingatkan mereka akan tugas-tugas mereka memformulasikan pendidikan Indonesia yang baik. Menata ulang definisi pendidikan adalah hal yang, tidak bisa tidak, pemerintah harus lakukan. Pendidikan yang oleh Prof. Azyumardi bertumpu pada perhatian generasi-generasi penerus yang kedepan akan membangun bangsa ini. Mau tidak mau, yang muda-muda-lah yang akan memerintah nantinya. Untuk memerintah, tentunya diperlukan orang-orang yang matang, dengan pendidikan yang mapan dan memapankan. Paling tidak untuk mencapai tujuan itu, dalam kacamata pendidikan, pemerintah harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, alokasi biaya pendidikan harus dimaksimalkan. Siapapun tahu!; saya, Anda, dan pemerintah tahu dan itu sudah merupakan rahasia umum kalau alokasi pembiayaan pendidikan masih di bawah yang diharapkan –angka yang disebut pemerintah baru sekitar 5 %. Angka yang lumayan jauh dari anggaran yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 20 %. Harapannya dari pemaksimalan dana ini bukanlah ‘pemborosan’ untuk sesuatu yang tidak berguna. Sebaliknya dari angka itu pemerintah dapat membangun pendidikan Indonesia yang kokoh, berdaya saing serta mampu tampil di dunia global. Kalau perlu bisa mendongkrak peringkat pendidikan indonesia yang konon kabarnya berada di urutan 113 setelah Malaysia dan Vietnam. Semoga ironi yang menyudutkan negara kita yang dulunya satu tingkat di atas Malaysia bisa terhapus. Kedua, perumusan Kurikulum, alangkah baiknya, memperhatikan bangunan moral, intelektualitas seta efisiensi dan keefektifitasannya guna merespon realitas bergulirnya waktu dan terpenuhinya sasaran pendidikan dalam rangka menyiapkan manusia-manusia yang mandiri materil dan spiritual. Janganlah siswa dan masyarakat menjadi korban kelinci percobaan dari pelaksanaan kurikulum yang jelas-jelas gagal.  Dan yang terakhir adalah pengoptimalan fungsi guru sekaligus upaya peningkatan kesejahteraan mereka sehingga tugas mereka sebagai penjembatan transfer ilmu dan moral dapat terlaksana secara proporsional. Tentunya lagi dan lagi persoalan guru ini akan kembali kepada kebijakan pemerintah. Kalau tidak ada guru siapa yang akan mencerdaskan bangsa ini. Kalau sudah tidak ada mereka berarti janji pemerintah untuk mencerdaskan bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 hanya bohong belaka, atau bahasa kerennya gombal wal bullshit.    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-2821408611533991235?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/2821408611533991235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=2821408611533991235&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/2821408611533991235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/2821408611533991235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/mencari-ruh-pendidikan-indonesia.html' title='Mencari Ruh Pendidikan Indonesia'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-5589894300821255585</id><published>2008-05-05T20:47:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T20:49:57.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya bangsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ki hadjar dewantara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tamansiswa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tujuan wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tempat bersejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='museum'/><title type='text'>Dewantara Kirti Gria : Warisan Guru Bangsa</title><content type='html'>Dewantara Kirti Gria : Warisan Guru Bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bangunan tua itu nampak anggun, dengan dua pohon sawo kecil berdiri merindangi halamannya, disampingnya berdiri kokoh bangunan Joglo bernuansa Jawa Pendopo Agung Tamansiswa namanya. Dibelakang bangunan tua itu terdapat Taman Indria (sekolah TK), Taman Muda (sekolah SD), Taman Dewasa (sekolah SMP). Sekolah-sekolah yang didirikan Ki Hajar Dewantara puluhan tahun silam. Diseberang sebelah selatan bangunan joglo berdiri gedung dua lantai dengan papan nama bertuliskan Kantor Majelis Luhur Tamansiswa yang berdampingan dengan kampus Seni Rupa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.&lt;br /&gt;          Bangunan tempo doeloe yang terletak di Jl. Tamansiswa no. 25 itu, yang lebih kita kenal dengan Museum Dewantara Kirti Griya, kesehariannya tak pernah sepi dari tawa dan lalu-lalang para pelajar yang berada di sekitarnya di pagi hari dan anak- anak yang berlatih tari di soreharinya.         &lt;br /&gt;         Bangunan seluas 300 m2, di atas tanah 2.720 m2 ini  mulanya merupakan milik saudagar Belanda yang di bangun sekitar 1915 yang di beli oleh  Ki. Hadjar Dewantara untuk tempat tinggalnya sampai sekitar tahun 1934 seharga 3.000 Gulden. Dirumah itulah Ki. Hadjar Dewantara memulai aktivitasnya dari menulis sampai menerima tamu kawan-kawan seperjuangannya.&lt;br /&gt;           Museum ini secara geografis letaknya sangat menguntungkan karena berada di jantung kota Jogyakarta. Di area sekitarnya terdapat museum Biologi UGM, museum Sasmitaloka Panglima Besar Jendral Soedirman serta museum Puro Pakualaman, dengan lokasi yang sangat berdekatan membawa suatu keuntungan tersendiri bagi para pengunjung. Dengan waktu yang singkat tidak memerlukan tenaga yang besar dapat mengunjungi empat museum sekaligus.&lt;br /&gt;Museum Dewantara Kirti Griya ini di resmikan oleh Ketua Umum Persatuan Tamansiswa, Nyi Hadjar Dewantara pada tanggal 2 mei 1970, untuk mengenang hari di resmikan itu maka museum itu di tandai dengan suatu candra sangkala “MIYAT NGALUHUR TRUSING BUDI” (1902 Saka)  museum tersebut bersifat memorial berisi benda-benda yang berhubungan dengan kehidupan Ki Hadjar. Koleksi-koleksi yang ada di dalam museum adalah benda-benda milik Ki Hadjar dan Nyi Hadjar dari baju, tempat tidur, barang pecah-belah, foto-foto Ki Hadjar semasa hidup, mesin ketik, kumpulan buku-buku, karangan Ki.Hajar dan buku sastra Jawa, kumpulan surat Ki.Hadjar, kilas balik video klip dari pidato Ki.Hadjar pada kongres Tamansiswa 1 sampai Ki Hadjar wafat dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Kondisi koleksi-koleksi tersebut masih baik walaupun ada sebagian yang sudah rusak tapi dengan perawatan yang sangat baik benda-benda tersebut tetap utuh.&lt;br /&gt;Museum ini berusaha mengetengahkan koleksi yang menginformasikan peran Ki.Hadjar Dewantara dalam kancah perjuangan bangsa untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Pada waktu itu Ki. Hadjar muda yang bernama R.M Suwardi Surya Ningrat adalah seorang budayawan dan tokoh pendidikan bangsa Indonesia, kini kita kenal dengan Bapak Pendidikan Nasional dan hari lahirnya jadi Hari Pendidikan Nasional. Dengan kekuatan jiwanya Ki.Hadjar Dewantara menuangkan ide besarnya dalam bentuk tulisan-tulisan. Slogan-slogan dan produk seni luar biasa dalam bentuk tulisan  yang di tujukan kepada kaum muda itu ternyata mampu membangkitkan semangat kebangsaan dan kemerdekaan bangsa Indonesia pada waktu itu. &lt;br /&gt;Di museum ini pula awal lahirnya Badan musyawarah museum (BARAHMUS) Daerah Istimewa Yokyakarta, di awali dari pertemuan Kepala-kepala museum se-DIY bersama Kepala Bidang Musjarahkala profinsi. DIY pada bulan Agustus 1971.&lt;br /&gt;Kemudian di tindak lanjuti pertemuan di museum TNI Angkatan Darat di Bintara Wetan pada bulan September 1971. Setelah di capainya kesepakatan AD/ART, maka secara resmi terbentuklah BARAHMUS DIY di pimpin Mayor Supandi (alm) sebagai Ketua pertama. Dan selanjutnya BARAHMUS DIY beralamat di jalan Tamansiswa 31 Yogyakarta di museum Dewantara Kirti Griya ini hingga sekarang. Museum Dewantara Kirti Griya di lengkapi dengan Perpustakaan museum.&lt;br /&gt;Dengan bahasa yang khas, Ki.Hadjar Dewantara dengan tulisan-tulisannya mampu memberikan semangat perjuangan yang luar biasa,’’ kata mantan Ketua Dewan Kesenian Yogyakarta itu. Untuk menyimpan data-data penting di atas, menurut sekretaris Harian Dewan Angkatan 45’ Nyi Sutartinah (istri Ki.Hadjar Dewantara) lah yang paling berjasa dalam mengoleksi dan mendokumentasikan karya-karya besar Ki.Hadjar Dewantara. “Dengan kesadaran tinggi beliau berusaha mendokumentasikan karya-karya besar Ki.Hadjar Dewantara. Beliau dengan kesabaran dan ketelatenannya menyimpan lembar demi lembar tulisan Ki.Hadjar Dewantara yang tersebar di berbagai media, “kata ketua Badan Musyawarah museum cabang Yogyakarta.&lt;br /&gt;Hingga kini, menurut petugas museum, surat dan tulisan Ki.Hadjar yang menjadi koleksi museum ini jumlahnya mencapai 879 pucuk surat. Pemerintah melalui bantuan dari arsip Nasional Republik Indonesia Jakarta, surat dan tulisan Ki. Hadjar itu telah di konversikan dengan teknologi mutakhir. Yaitu dengan dibuatkan nya microfilm yang di simpan di badan Arsip Nasional Jakarta. Sedang aslinya tetap menjadi koleksi museum Dewantara Kirti Griya.&lt;br /&gt;Tidak lengkap kiranya ketika anda baik siswa maupun mahasiswa ataupun para pelancong yang datang ke Jogja apabila tidak mampir dan tidak singgah untuk mengetahui besarnya tinggalan Ki. Hadjar Dewantara dan Nyi. Hadjar untuk diwariskan pada anak bangsa ini. Selain beliau meninggalkan asram bagi rakyat Indonesia yang berupa Tamansiswa, perjuangan yang maha dahsyat dalam memperjuangkan pendidikan, hanya para negarawan dan yang mempunyai jiwa pengabdian saja yang bisa melakukannya. Peninggalan Ki. Hadjar yang ada merupakan harta warisan yang harusnya dijaga dan dilestarikan sehingga impian akan kejayaan Tamansiswa dan Pendidikan Indonesia itu segera terwujud. Museum Dewantara Kirti Gria merupakan warisan guru bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-5589894300821255585?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/5589894300821255585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=5589894300821255585&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5589894300821255585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/5589894300821255585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/dewantara-kirti-gria-warisan-guru.html' title='Dewantara Kirti Gria : Warisan Guru Bangsa'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-7200505394059433971</id><published>2008-05-05T20:43:00.001+07:00</published><updated>2008-05-05T20:46:48.316+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen. surga. gadis malam. cerita pendek. kisah'/><title type='text'>DITEPIAN SURGA AKU MENANGIS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;DI  TEPIAN SORGA, AKU MENANGIS&lt;br /&gt;*R. RISBIKA PUTRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergulatan sinar pekat, mentari pun bisa kalah dengan satu bintang saja. Ya, meskipun terlihat banyak, sesungguhnya yang menarik hanyalah satu. Kadang cinta terlahir dari ketidakdahsyatan. Mereka hanyalah genangan kenangan. Seiring waktu, aku mulai memahami bahwa aku mencintaimu. Lelaki pendiam dan tak terlalu tampan. Bagaimanapun juga, aku menyukaimu. Saat-saat mendebarkan adalah saat aku mencuri pandang kearahmu dan kau mengetahuinya.&lt;br /&gt;Terjaga dalam lamanya waktu, menggenggam rindu dengan kedua tanganku, mencari sosokmu dalam untaian sajak bisu. Aku menunggu sebagai pengantin sunyi dalam pelaminan rindu yang semu. Adakah cinta tertumpah di lantai purba sekalipun? Aku bukan pejuang cinta. Aku tidak sedang memperjuangkan cinta, tapi yang kurasakan ini memaksaku untuk bertempur habis-habisan. Aku tercelungkup dalam benggala kebisuan. Samara-samar tercincang remuknya rindu. Takkan kubiarkan cinta turut tenggelam bersama kenangan. Ia terlalu hebat untuk sekedar hiasan hati. Ia minta terjemahan makna. Ia minta makna kata-kata!&lt;br /&gt;Ada lubang seperti luka di bagian hatiku. Tampak memuncratkan suatu substansi cair bercampur darah. Apa itu yang disebut luka karena cinta? Tak sepatah kata yang bisa kuucap sepanjang perjalanan kematian. Kata-kata telah mati! Kejenuhan penuh kurasa pada petang berhujan ini saat jiwa melayang. Kedua mataku basah oleh dingin udara saat hati bicara tentang kerinduan dan penyesalan.&lt;br /&gt;Betapa aku ingin kita seperti tanah dan tumbuhan. Bersatu menumbuhkan benih cinta meski airmata tak kunjung usai mengalir.&lt;br /&gt;Kasih tak sampai bakal terus diingat selagi jantung masih berdetak, namun bagiku itu hanya omong kosong! Di tepian sorga pun aku masih menangis. Aku merindukan dirimu yang tak pernah mencintaiku meski aku telah memberi segala yang pernah ada dari hatiku. Aku telah merangkai hari-hariku sebagai persembahan cinta untukmu, memoles langit dengan warna-warna cintaku, namun tiada aku menjadi titik akhir dalam narasi cintamu! Apabila masih ada tetes keindahan yang sebenarnya belum terhidangkan, aku akan datang kembali ke meja makanmu meski badanku telah sirna. &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;*wartawan MAJALAH PENDAPA TAMANSISWA&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-7200505394059433971?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/7200505394059433971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=7200505394059433971&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/7200505394059433971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/7200505394059433971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/05/ditepian-surga-aku-menangis_05.html' title='DITEPIAN SURGA AKU MENANGIS'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-4803376521430397833</id><published>2008-04-15T00:26:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T00:27:43.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='franchise'/><title type='text'>FRANCHISE</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;*Edi Susilo&lt;br /&gt;Pilihan tepat mengembangkan bisnis masa depan adalah model franchise. Sebab, bisnis franchise tak hanya menguntungkan pemilik merek saja, tapi juga menguntungkan pengguna merek&lt;br /&gt;            Franchise adalah pemberian hak pada seseorang dalam penggunaan merek, untuk menjalankan usaha dalam kurun waktu tertentu. Sistem ini lebih menguntungkan untuk mengembangkan usaha kita dibanding cara yang lainnya. Oleh karena, ketika kita menggunakan sistem franchise terhadap usaha kita, maka jelas orang lain membayar merek dan royalti tiap bulannya pada kita. Biayanya lebih rendah dari pada cara lainnya, dan kita tak perlu mengalokasikan uang atau modal untuk tempat usaha dan yang lainnya&lt;br /&gt;            Ini sebenarnya merupakan peluang bisnis yang menarik kita kembangkan. Hanya saja, hal itu perlu diikuti dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP), Guaranteed income level, Complete Training &amp;amp; Continued Support, dan lainnya yang merupakan rangkaian dari proses franchise itu sendiri. Tentu saja, produk yang diwaralabakan itu harus merupakan produk yang disukai atau dibutuhkan oleh pasar. Cara mengembangkan bisnis dengan melibatkan nama besar sekaligus penularan trik-trik dagang dalam memperoleh keuntungan itu, sekarang banyak menjamur. Seperti misalnya, merek lokal Es Teler 77, Mie Tek-Tek, dan Ayam Goreng Mbok Berek Ny. Umi. Sementara, McDonald's, Pizza Hut, Kentucky Fried Chicken (KFC), dan English First yang merupakan waralaba asing justru telah mendahului dari pada merek lokal, dan ternyata produk itu memikat pasar.  Berdasarkan PP No. 16 Tahun 1997 serta Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 259/MPP/Kep/7/1997 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba ditetapkan, Waralaba adalah perikatan di mana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa.&lt;br /&gt;            Seperti bisnis pada umumnya, untuk menjalani waralaba diperlukan kepekaan terhadap pengembangan usaha seperti pemilihan lokasi dan kecermatan memanfaatkan celah menguntungkan dari selera dan kebutuhan masyarakat. Kendati nama dagang terkenal, promosi tetap diperlukan untuk memajukan usaha. Konon, konsep waralaba muncul sejak 200 tahun Sebelum Masehi. Saat itu, seorang pengusaha Cina memperkenalkan konsep rangkaian toko untuk mendistribusikan produk makanan dengan merek tertentu. Era modern waralaba berkembang di Amerika Serikat pada 1863 yang dilakukan pengusaha mesin jahit Singer dan kemudian diikuti Coca Cola pada 1899.&lt;br /&gt;            Di Indonesia, waralaba/ franchise mulai berkembang pada 1950-an dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi atau menjadi agen tunggal pemilik merek. Pada awal perkembangan bisnis franchise di Indonesia, restoran cepat saji yang cukup terkenal antara lain Kentucky Fried Chicken merupakan satu diantara contoh franchise yang saat itu berkembang.. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan waralaba tumbuh sangat pesat yang ditandai dengan banyaknya franchisor yang terdaftar di Departemen Perdagangan. Hingga saat ini ada 366 franchisor yang sebagian besar merupakan jaringan global (237 franchisor) sementara jaringan waralaba lokal sebanyak 129 franchisor.Sehingga bisa dibayangkan begitu luas dan beragamnya sektor usaha yang dapat dipilih. Ini menjadi masalah tersendiri, dengan pengetahuan dan informasi yang terbatas tentunya sulit bagi calon franchisee untuk menentukan mana usaha yang benar-benar franchisable. Apalagi hingga kini keran perizinan untuk mendirikan sebuah usaha waralaba dibuka lebar-lebar tanpa adanya seleksi. Untuk mendapatkan Surat Tanda Pengusaha Waralaba (STPW) dari Departemen Perdagangan tidaklah terlalu sulit.&lt;br /&gt;            Begitu mudahnya sebuah perusahaan yang baru berjalan, membuat jaringan waralaba (instant franchise) tanpa disertai operasional pendukung seperti layaknya sebuah franchise. Inilah yang harus diwaspadai, instant franchise yang saat ini berkembang sangat pesat dikhawatirkan akan menjadi sebuah bubble yang pada satu saat akan meledak. Ini pula yang menjadi kekhawatiran dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI). Dimana AFI juga Berkali-kali telah meminta kepada pemerintah dalam hal ini Departemen Perdagangan untuk membuat koridor atas kondisi ini. Pengalaman usaha 10-15 tahun dengan keunikan produk dan telah menjadi market leader dinilai layak untuk dijadikan franchise.&lt;br /&gt;            Instant franchise dikhawatirkan akan mencoreng dunia franchise yang saat ini sedang berkembang. Berkaca pada pengalaman dari multi level marketing (MLM) yang hancur karena beberapa kasus dari perusahaan yang tidak bonafide, kita harapkan pemerintah bisa memberi regulasi yang jelas akan hal ini.&lt;br /&gt;            Demikian baiknya perkembangan bisnis franchise di Indonesia sehingga hampir setiap triwulan dapat dijumpai seminar, expo, ataupun eksibisi franchise, dan juga banyak dijumpai merk-merk franchise baru yang mulai ditawarkan, baik jenis usaha yang telah berjalan lama (established) dan mulai diwaralabakan, maupun perusahaan yang relatif baru dan memang direncanakan untuk dikembangkan dengan model franchise. Namun pencari waralaba perlu menyikapi hal ini dengan bijaksana, khususnya terhadap franchise yang sangat baru dan belum dijalankan oleh banyak franchisee. Memang tidak selalu waralaba baru berarti resiko yang tinggi dan tidak menjamin keberhasilan, namun banyak unsur yang perlu ditelaah sebelum memutuskan menjalankan sebuah franchise yang memang baru ditawarkan. “waralaba jadi-jadian” nah ini yang perlu diwaspadai karena memang seharusnya pada kondisi tertentu, pewaralaba sebaiknya tidak atau miminal menunda menjual lisensinya kepada masyarakat, sampai kondisi ideal tertentu tercapai dan dapat menawarkan program yang riil dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sebagai jalan keluar dari sebuah masalah yang dialami. Sehubungan dengan hal ini, ada baiknya calon terwaralaba memperoleh info sebanyak mungkin mengenai kondisi usaha, keuangan, konsep bisnis, soliditas team pewaralaba. List kuesioner yang dapat ditanyakan kepada pewaralaba dalam rangka riset dan pengumpulan data dapat dibaca disini&lt;br /&gt;            Sebagai akhir tulisan ini kita sampai pada satu kesimpulan bahwa seeseorang yang tertarik dengan peluang bisnis waralaba/franchise harus mempelajari iklim franchise yang saat ini marak berkembang tentunya iklim franchise yang ada di Indonesia..&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-4803376521430397833?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/4803376521430397833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=4803376521430397833&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/4803376521430397833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/4803376521430397833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/04/franchise.html' title='FRANCHISE'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-6353105726906013286</id><published>2008-04-15T00:20:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T00:22:01.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gadis malam'/><title type='text'>IMPIAN GADIS MALAM</title><content type='html'>EDI SUSILO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Rusuk tulang seakan dibuat beku oleh keheningan malam. Di sudut jalan, jam masih terpaku rapi di atas tugu penanda kota .Telah pukul 03.00 dini hari. Lampu-lampu temaram yang sedari sore sudah memancarkan redup cahaya ditepi jalan itu semakin menambah suasana hati Susan bertambah mengharu biru. “Tuhan haruskah aku akan terus seperti ini menjalani kehidupan yang hati nuraniku sendiri tak mampu untuk menerima. Yaa.. kupu-kupu malam, aku sudah bosan dengan semua ini, sungguh pelik kehidupan di kota jahanam ini.. sambil terus menahan isak yang tertahan dan menunda senyum yang seharusnya dapat terbersit Susan terus berjalan.. batinnya mengumpat akan bejatnya kehidupan.&lt;br /&gt;            Di tengah kegalauan ,tiba-tiba nisan biru berhenti disebelah Susan.&lt;br /&gt;“Mbak mau kemana? Sudah malam kok jalan sendiri mari bareng” sapa sesosok laki-laki yang ada didalam nisan itu.&lt;br /&gt;“Oh… “sembari senyum Susan terus berlalu dengan jerit hatinya.&lt;br /&gt; Nisan biru itu terus mengikutinya. Setelah lama menyusur kepedihan akhirnya Susan tiba disebuah taman ditepi jalan. Susan berhenti. Sejenak ia membiarkan matanya yang sudah mulai terserang kantuk menyapa jalanan kota ini.&lt;br /&gt; Tak seperti kebanyakan laki-laki yang biasa menghampiri Susan, pemuda yang berada di nisan biru tadi sungguh santun. Ia menyapa Susan lalu duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt; “ Endi, “ pemuda tadi mengenalkan diri kepada Susan.&lt;br /&gt; Setelah saling bercakap, bersenda,dan  akhirnya mereka berdua kelihatan seolah karib yang lama tak pernah bersua. Ini tentunya bukan hal yang aneh buat Susan sebab dalam setiap malamnya dia bisa akrap dengan sembarang mahluk yang namanya laki-laki. Tapi Endi serasa membuat jeratan hati susan yang sedari tadi dirundung kemelut seakan tersentak dan didalam sanubarinya. Ia menggumam. Pikirnya Endi lain dari kebanyakan kaum adam yang dia temui setiap malam. Akhirnya setelah beberapa kali mendengar kokok ayam yang menyambut mentari,Susan naik ke nisan biru itu.&lt;br /&gt;“Dimana rumahmu? “ tanya Endi.&lt;br /&gt;“Blok M,” jawab Susan.&lt;br /&gt;Dan nisan itu melaju kearah blok M.&lt;br /&gt;Dua minggu berlalu, hampir setiap subuh endi mengantar Susan pulang ke rumah. Lama tapi pasti perasaan itu melekat dalam sanubari Susan. Endi, endi dan endi. Banyak  sudah cerita yang dirajut bersama. Susan  akhirnya berhasil lepas dari jeratan dunia hitam yang selalu mengungkungnya atas bantuan endi. Susan  bisa lepas dari kubangan itu. Kini kehidupan susan telah berubah 180 derajat dengan pekerjaanya yang baru sebagai pelayan toko. Ia seakan kembali menemukan kehidupanya yang pernah hilang 5 tahun yang lalu. Meskipun penghasilan susan tak lebih dari 500.000 setiap bulan, tapi senyum selalu membias dibibirnya.&lt;br /&gt;Malam itu, didepan sebuah café ternama dibilangan blok M ketika susan tengah berjalan pulang dari tempat kerjanya kebetulan nggak ada ojek tau taksi yang melintas dia bertemu dua orang laki-laki dijalan itu.&lt;br /&gt;“Masih ingat aku?”tanya salah seorang dari kedua laki-laki itu&lt;br /&gt;“Oh.. “ sambil mengingat-ngingat orang yang didepanya susan mencoba kembali membuka semua memori yang sempat dia kubur.&lt;br /&gt;“Alex?”  tanya Susan terbata.&lt;br /&gt;“San bisa nggak kamu temani aku malam ini?” pinta Alex.&lt;br /&gt;“Eeee… maaf… aku nggak bisa” Susan mencoba menolak.&lt;br /&gt;“Dah. jangan jual mahal berapa tarifmu sekarang?” Alex memaksa.&lt;br /&gt;“Maaf lek aku benar-benar nggak bisa!” Susan ketakutan.&lt;br /&gt;“Wah sudah jadi cewek alim sekarang!!” Ejek Alex.&lt;br /&gt;Setengah memaksa Alek menarik tangan susan dan mencoba membawanya ke mobil nya. Dan di saat yang bersamaan itu pula nisan biru milik endi berhenti tepat didepan mereka bertiga.&lt;br /&gt;“ Hentikan….!! lepaskan cewek itu!!!!” Endi terdengar berteriak&lt;br /&gt;    Alek yang sudah disusupi nafsu bejatnya tidak menggubris kata-kata endi&lt;br /&gt;“Lepaskan!!!” Kembali endi membentak&lt;br /&gt;“Ooo... siapa kamu ? Berani-berani  melarang kami ucap teman alek yang juga sudah dirasuki iblis.&lt;br /&gt;Tanpa basa basi tiba-tiba teman alek melayangkan sebuah tinjuan kearah Endi..&lt;br /&gt;Perkelahian pun terjadi dengan  tidak seimbang&lt;br /&gt;              Pada  saat endi terdesak tiba-tiba Alex mengeluarkan sebilah pisau dari balik bajunya..&lt;br /&gt;            Satu detik kemudian pisau yang dipegang Alex telah mendekam di perut endi tanpa dia bisa mengindar. Darah memuncrat melumuri baju putih yang dikenakan endi.&lt;br /&gt;“Endi…!!!” teriak susan histeris&lt;br /&gt;“Lari.. !! teriak alek pada temanya..&lt;br /&gt; “Tolong!!” susan mencoba meminta bantuan pada orang yang mungkin lewat disekitar daerah itu..&lt;br /&gt;“Toloooong..!!” raung Susan kuat.&lt;br /&gt;            Sambil memangku dan mencoba menghentikan aliran darah yang terus mengucur dari tubuh endi, Susan terus berteriak..Beberapa saat kemudian beberapa masyarakat berdatangan ditempat itu. Endi bertahan.&lt;br /&gt;            “Endi bertahan… pertolongan sudah datang..” Susan menangis.&lt;br /&gt;            Susan  memegang tubuh endi yang mulai lemas didalam ambulance.&lt;br /&gt;             “aku mencintaimu Susan, “ ucap Endi lirih lalu pelahan menutup mata untuk selamanya.&lt;br /&gt;            Langit gelap menggelayut, waktu seakan terhenti. Angin seakan enggan bertiup lagi dan petirpun  menggelegar mengiringi kepergian endi. Dengan tubuh terkulai lemas susan memegangi tubuh endi yang berlumuran darah. Susan kelu menatap Endi terbaring beku di pangkuannya. Ia diam. Diam merelakan cinta yang terbawa bersama kematian Endi.&lt;br /&gt;            “ Adakah cinta dan kehidupanku yang tak berujung airmata? “ kalimat Susan terbaca di hatinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-6353105726906013286?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/6353105726906013286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=6353105726906013286&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/6353105726906013286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/6353105726906013286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/04/impian-gadis-malam_14.html' title='IMPIAN GADIS MALAM'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5504873909243588673.post-7178914894218720650</id><published>2008-04-14T23:57:00.000+07:00</published><updated>2008-04-14T23:59:25.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jogjakarta'/><title type='text'>BERCERMIN PADA NGAYOGYAKARTA HADININGRAT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengurai kota Yogyakarta ibarat memandang taman bunga.  Beraneka ragam. Warna-warni kembang bermekaran dan membuat hati selalu terpikat. Pesona Yogyakarta menjadi sempurna ketika hal itu memberi kekaguman bahkan kedamaian. Sugesti akan kejernihan pemerintahan Yogyakarta menjadikan atmosfer kota gudeg terilustrasi mengesankan. Bukan sebuah ilustrasi bombastis yang serba hiperbolik, melainkan penggambaran realita yang sedikit disandingkan dengan hiruk pikuk persoalan di belahan Nusantara lainnya.&lt;br /&gt;Yogyakarta menyandang berbagai predikat. Sebagai kota perjuangan, kota pariwisata, kota pendidikan, kota kebudayaan, bahkan kota sejarah. Yogyakarta mempunyai filosofi budaya serta sejarah yang sangat komplek. Pengklaiman ini sangat simetris jika dipadukan dengan arti Ngayogyakarta sendiri. Menurut  Babad Gianti, nama Yogyakarta diberikan oleh Paku Buwono II (raja mataram tahun 1719-172). Yogyakarta diartikan Jogja yang kerta (Kota yang makmur) dan Ngayogyakarta Hadiningrat berarti kota yang makmur dan utama.&lt;br /&gt;Selain segudang predikat di atas, Yogyakarta juga memiliki slogan “Yogyakarta berhati nyaman”. Hal ini tercermin dari kehidupan Yogyakarta yang adem ayem diantara kemajemukannya. Dikatakan oleh Bupati Bantul, Idam Samawi, dalam acara launching buku PENDAPA Tamansiswa “Jogja dalam Keistimewaan”, Idam mengungkapkan bahwa,”Yogyakarta adalah miniature Indonesia, dimana di Yogyakarta hidup berbagai penduduk berlainan suku, ras, budaya dan agama secara berdampingan.”  Hal ini selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Prof Bakdi Sumanto yang ditemui oleh kru Pendapa di kediamanya. “Jogja ini memiliki sesuatu yang menonjol yaitu kepluralannya. Dimana di Jogja ini tumbuh berbagai macam budaya, sehingga tidak terjadi dominasi-doninasi budaya. Hal yang terpenting adalah jauhkan pikiran The Other. Seperti yang terjadi di Jogja yang ada adalah kita semua sama, sesuai dengan kebudayaan jawa”&lt;br /&gt;Secara geografis DIY mempunyai luas 318.581 ha dengan penduduk kuramg lebih 3 juta jiwa. Sampai saat ini Yogyakarta diakui sebagai kota pendidikan. Berbagai  kampus dan sekolah tinggi tumbuh dengan nyaman di Yogyakarta, ribuan pelajar lokal, luar kota maupun Internasional berbondong-bondong datang ke Yogyakarta demi turut mengenyam studi di kota gudeg ini.  Di Yogyakarta terdapat lebih100 buah lembaga pendidikan tinggi dan lembaga akademis, baik lembaga yang didirikan oleh negeri maupun swasta.  Jumlah Perguruan Tinggi dan lembaga pendidikan tinggi lainnya sebanyak 127, itu pun belum  termasuk lembaga keterampilan. Hal ini menganut korelasi berbanding lurus terhadap peningkatan jumlah mahasiswa di Yogyakarta baik yang berasal dari Yogyakarta sendiri maupun dari seluruh penjuru Indonesia.&lt;br /&gt;Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya Jawanya. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, masyarakat Yogyakarta akan sangat sering menyaksikan dan bahkan, mengikuti berbagai acara kesenian dan budaya di kota ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, di mana setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri, tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini. Tradisi juga pasti tidak lepas dari kesenian yang disajikan dalam upacara-upacara tradisi tersebut. Kesenian yang dimiliki masyarakat Yogyakarta sangatlah beragam. Dan kesenian-kesenian yang beraneka ragam tersebut terangkai indah dalam sebuah upacara adat. Sehingga bagi masyarakat Yogyakarta, seni dan budaya benar-benar menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Masih menurut pakar budaya Bakdi Soemanto, keserasian budaya yang ada di Jogja ini tidak terlepas pada figure kepemimpinan di mana figure kepemimpinan yogyakarta tidak terlepas dari sosok Sri Sultan. Menurutnya, ciri kepemimpinan Sultan yang patut dicontoh untuk pemimpin yang ingin memajukan Indonesia ialah Tahta untuk rakyat atau Manunggal Ing Kawula Gusti dan penerapan ponco-ponco Tamansiswa inggarso sungtulodo, ing madyo mangun karso dan tutwuri handayani oleh Sri Sultan. Lebih lanjut Bakdi menjelaskan, apa yang telah dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana X tidak terlepas dari didikan ayahandanya yang tak lain adalah Hamengku Buwana IX. “Jadi menurut saya didikan Hamengku Buwana IX berhasil, perlu diingat Sultan yang sekarang ini adalah sosok yang sangat demokratis sehingga wajar jika mampu mensinergiskan kemajemukam budaya,”. Terlepas  dari semua itu, menurut Bakdi, Sri Sultan sejak kecil telah diajari untuk hidup mandiri, maka tidak heran jika Sultan disamping seorang Gubernur beliau juga seorang pedagang, bisnisman, politikus dan pemikir.&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, environment Yogyakarta agak memanas. Isu  demokrasi yang sebelumnya marak terjadi di wilayah lain Indonesia, kini mencuat di Yogyakarta. Salah satu pemicunya tak lain akibat penyataan Sri Sultan Hamengkubuwono X pada orasi budaya tanggal 7 april 2007 yang bertepatan dengan hari Ulang Tahun Sri Sultan yang ke-61. Sri Sultan Hamengku Buwono X bertutur bahwa Beliau tidak bersedia lagi menjadi Gubernur DIY untuk periode berikutnya. Banyak spekulasi yang timbul dari statement ini, baik dari kalangan budayawan, politikus dan masyarakat Yogyakarta sendiri. Sampai saat ini belum ada alasan yang jelas dari pihak Sultan sendiri mengenai ketidak bersediaanya untuk menjadi Gubernur lagi.&lt;br /&gt;.Masyarakat Yogyakarta masih dalam kebimbangan dan masih menerka-nerka siapa pengganti Gubernur Yogyakarta berikutnya. Ketika ada statement Sri Sultan menolak untuk menjadi Gubernur DIY pada periode 2008 mendatang , UU keistimewaan Yogyakarta yang telah disusun jauh-jauh hari sebelum statement Sultan, kini mulai marak dibahas kembali. Walaupun demikian, hal itu belum dapat menjawab kebimbangan masyarakat selepas periode kepemerintahan sultan berakhir (jika terjadi,red).&lt;br /&gt;Jauh dari pemasalahan-permasalahan itu, ada hal yang jauh lebih menarik untuk dipelajari. Dikatakan pula oleh Prof. Bakdi Soemanto, apa yang telah dilakukan oleh Sri Sultan saat ini bisa jadi merupakan message (sentilan red) untuk pemerintahan pusat. Dimana kesan pemerintahan sekarang ini lebih berorientasi pada bagaimana  mencuri hati rakyat bukan merealisasikan filosofi tahta untuk rakyat seperti yang dilakukan oleh Sri Sultan. Menurut Bakdi pada dasarnya Tahta untuk rakyat yang dirumuskan oleh Hamengku Buwana IX  yang ditirukan dan diteruskan oleh Sri Sultan. Terkait dengan filosofi Jawa ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasoraken yang sangat nJawani. Dimana Sultan tidak Show Up dan jauh dari kesombongan. Mengalahkan lawan dengan senyuman (kasih) yang sangat dijiwai oleh Sultan.&lt;br /&gt;Sebuah opini nakal dilontarkan oleh kru Pendapa saat wawancara dengan Bakdi Soemanto. Jika raja bumi Mataram benar-benar mengemban tahta untuk rakyatnya hingga rela turun berperang hanya demi rakyat maka tidak mungkin bahwa yang dibutuhkan untuk NKRI ini adalah seorang raja bukan seorang Presiden. Menanggapi hal ini Bakdi menjawab hal ini dengan bijaksana  “Permasalahannya seperti ini. Adakah kemungkinan Sultan untuk masuk dalam percaturan politik Indonesia? Apakah Sultan mempunyai kesempatan, di mana politik Indonesia ini marak dengan money politik? Wah, lha, Cilaka iki!” masih menurut Bakdi, Sultan adalah seorang yang sangat menahan diri “Sri Sultan itu orangnya restrain, tidak seperti Jusuf Kalla yang maju-maju, atau Sutiyoso nah apakah nanti tidak kalah strong”  menurutnya sebagai orang jawa Sri Sultan semendeh pasrah pada Allah (semeleh), seandainya nanti ada jalan untuk memerintah Indonesia pastilah Sultan akan jadi Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5504873909243588673-7178914894218720650?l=mathjournalism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mathjournalism.blogspot.com/feeds/7178914894218720650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5504873909243588673&amp;postID=7178914894218720650&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/7178914894218720650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5504873909243588673/posts/default/7178914894218720650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mathjournalism.blogspot.com/2008/04/bercermin-pada-ngayogyakarta.html' title='BERCERMIN PADA NGAYOGYAKARTA HADININGRAT'/><author><name>Math_Journalism</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01457671698609285182</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_hWLaq1xB5Z0/SAOAkZv2X8I/AAAAAAAAAAQ/Zcq5DKjooxQ/S220/IMG_5653.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
